Published On: Mon, May 18th, 2015

Berwisata Pantai Kute di Jepara

AHMAD MIFTAHUL ULUM(e)Oleh: Ahmad Miftahul Ulum*

Guru SMK Fadlun Nafis Bangsri, Jepara.
Dan Sarjana Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Muria Kudus

Kabupaten Jepara memiliki banyak pantai yang elok, namun ada satu pantai yang tak kalah membuat pengunjung terpesona akan keindahan yang dimilikinya. Yakni Pantai Banyutowo. Ada tiga sebutan nama yang beredar oleh masyarkat Jepara, khususnya Balong. Adapun namanya yaitu Pantai Suweru, Pantai Waden atau juga Pantai Banyutowo. Istilah Banyutowo yang paling terkenal diantara ketiga nama yang ada, konon masyarakat sekitar bercerita bahwa pada zaman dahulu nenek moyang membuat sumur di dekat pantai. Tapi airnya tidak asin, melainkan seperti air sumur seperti biasanya atau sumber mata air dari pegunungan.

Pantai Suweru adalah pantai yang berada di Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara. Pantai ini dikelola oleh Perkebunan Beiji. Jaraknya sekitar 30 KM dari alon-alon Jepara atau 2.5 jam berkedara dengan roda dua. Dan dari Kecamatan Kembang 5 KM atau 1 Jam. Mengingat kondisi jalan menuju kelokasi masih perlu ada banyak perbaikan untuk membuat akses bagi pengunjung yang berwisata merasa nyaman dan kerasan di pantai yang dekat dengan PLTU.

Bukan hanya pemandangan yang disajikan, tetapi kepuasan batin dalam melakukan perjalanan menuju tempat tersebut. Perpaduan pasir hitam dan putih disertai dengan pantai yang membelok secara tidak sadar, serasa di pantai kuta yang berada di Bali. Warna laut yang masih jernih kebiru-biruan melengkapi tujuan wisata ke Pantai Banytowo. Tak salah masyarakat Jepara yang sudah mengetahui pantainya dengan sebutan Patai Kuta ketiga, pantai yang kedua adalah Pantai Karimun Jawa di Jepara juga.

Antara Pasir Hitam dan hutan Karet dengan panjang garis pantai kabupaten Jepara saat ini mencapai 82,73 kilometer dari sisi selatan hingga ke utara. Bumi Kartini merupakan potensi pantai sebagai andalan di bidang pariwisata. Sampai sekarang, baru empat lokasi yang dikelola langsung oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara. Yakni Pantai Bandengan, Kartini, Benteng Portugis, dan Karimunjawa. Jepara juga masih menyimpan banyak pantai yang belum terkelola, yaitu Panti Bondo, Blebak, Ujung Piring, Peruncak, Teluk Awur, dan Pungkruk. Kesemua pantai tersebut mempunyai citarasa keindahan yang luar biasa bagi pengujungnya.

Sebenarnya Pantai Banyutowo mempunyai kesemapatan besar dalam menyamaratakan dengan empat pantai tersebut. Tak kalah menariknya, mengingat potensi yang disajikan pantai tersebut sangat bagus dalam penambahan kawasan sektor pariwisata dalam hal pantai. Kemungkinan besar pemerintah akan tergoda untuk mengelola pantai yang berada di tengah-tengah antara Pantai Bandengan dan Benteng Portugis.

Pantai yang berada di area PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IX Kebun Balong Kecamatan Kembang. Pantai ini belum terlalu dikenal oleh masyarakat Jepara sendiri, apalagi wisatawan asing. Pantai ini sangat cocok digunakan untuk mengisi waktu liburan bersama keluarga. Menikmati alam pantai dengan taburan pasir hitam yang mengandung besi, sedikit bercampur pasir putih. Sebuah pemandangan yang memanjakan mata, pasir itu memang mengandung besi, sehingga disebut pasir besi. Sehingga menjadi tujuan wisatawan baik lokal maupun luar Jepara. Meskipun pantai yang belum dikelola langsung Pemkab Jepara, namun langsung dikelola perusahaan karet. Keindahannya luar biasa.

Perjalanan menuju kesana memerlukan sedikit kesabaran dalam berkendara. Jaraknya jauh dengan kondisi jalan belum terlalu mendukung, sebagian ada yang di aspal dan ada jalan yang masih bebatuan kecil dan jalan tanah. Disarankan wisatawan yang akan berkunjung membawa bekal makanan yang cukup dari rumah karena disekitar pantai belum pasti ada penjual makanan, kalau pun ada penjual musiman ketika hari liburan saja. Dengan jarak tempuh 5 kilometer. Jangan khawatir bagi para pegunjung akan dimanjakan pemandangan hutan karet, Jalan Raya Jepara-Keling masuk ke lokasi Pantai dan udaranya yang sejuk dan masih segar.

Selain itu juga letaknya yang dekat dengan perkebunan kopi, karet, dan kelapa tumbuh subur diatas ratusan hektar. Sesampai dilokasi akan disuguhi laut yang masih bersih, kehijauan dan sangat tenang, sehingga dapat digunakan untuk mandi dan berenang. Biasanya pengunjung luar Desa Balong lebih memilih waktu siang sampai sore hari. Karena akses jalan yang sepi dan gelap ketika malam hari. Namun penduduk sekitar pantai lebih suka berkunjung ketika menjelang terbitnya matahari dari arah timur. Sembari memanjakan mata dengan tersedia perahu-perahu kecil jika para pengunjung ingin keliling melihat suasana pantai.
Perlu Perhatian
Potensi laut yang di tumbuhi gugusan batu karang yang lebar jadi desa balong kaya akan kekayaan bahari. Terbukti hamparan pohon karet, sumber daya alam dalam sektor pertanian, nelayan dan pertambangan pasir besi yang kwalitas export. Dan pengembangan sektor pariwisata yang menjanjikan. Tak kala harus ada tindakan yang serius dilakukan oleh pemertintah kabupaten Jepara melalui Dinas Bidang Pariwista Kabupaten Jepara dan Kecamatan Kembang. Mengingat potensi yang membuat terkenal lewat pantaianya baik lokal maupun mancanegara seperti Pulau Karimunjawa.

Eksotisme pantai ini tidak kalah jauh dengan Karimunjawa, mewujudkan Bali ketiga seharusnya merupakan impian besar bagi pemkab. Sejatinya pengembangan sarana prasana penunjang perlu dilakukan, akses jalan utama utama yang bagus menuju kelokasi. Selain itu sistem promosi kepada pubik melalui website Jepara dan masyarakat Jepara, penulis yakin masih banyak penduduk kota ukir belum mengetahui keberadaanya. Karena memasuki lokasi yang jauh dan akses jalan yang perlu dibenahi.

Dalam kontek ini, meskipun sebagian besar wilayah desa balong adalah persawahan tetapi di bagian utara desa terdapat hamparan pantai yang sangat luas dan indah. menarik untuk dikunjungi ketika liburan sekaligus langsung melihat pekerja yang mengambil getah pohon karet secara langsung. Tidak salahsnya mencoba hal baru, terlebih penduduk kota ukir. Meskipun jarak yang jauh dari kota Kembang, ada tiga alat yang aktif di Desa Balong. jadi untuk keperluan komunikasi tidak akan terkendala atau terganggu oleh jaringan lancar.

About the Author

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>