Diterbitkan pada: Jum, Jun 19th, 2015

Kades Cebolek Salahgunakan Tandatangan Warganya

Reporter:    /  @ 17:20:25  /  19 Juni 2015

Siti Choiriyah, warga Desa Cebolek, Kecamatan Margoyoso, menunjukkan surat pernyataan pencabutan tanda tangan pendirian tower, Jumat (19/6/2015). Pencabutan tersebut dilakukan, lantaran mereka merasa ditipu kadesnya. (KORAN MURIA / LISMANTO)

Siti Choiriyah, warga Desa Cebolek, Kecamatan Margoyoso, menunjukkan surat pernyataan pencabutan tanda tangan pendirian tower, Jumat (19/6/2015). Pencabutan tersebut dilakukan, lantaran mereka merasa ditipu kadesnya. (KORAN MURIA / LISMANTO)

PATI – Kepala Desa Cebolek Kidul, Kecamatan Margoyoso, Agung Kuswoyo, diduga telah menipu warganya, terkait pendirian tower di daerahnya. Karena tandatangan warganya yang diminta untuk keperluan sumbangan makam punden, ternyata digunakan untuk mengurus izin pendirian tower yang dibangun PT Dayamitra Telecommunications (Mitratel).

“Pak kades tidak bilang kalau tanda tangan itu untuk pembangunan tower. Pak kades juga tidak bilang lokasi pendirian tower,” ujar Ali Ahmadi, warga setempat, Jumat (19/6/2015).

Karena itu, warga Cebolek menyayangkan sikap Agung yang tidak transparan dan membohongi tersebut. “Kalau ngomong dari awal, kan enak. Ada musyawarah. Ini kok sembunyi-sembunyi dan malah membohongi warganya sendiri,” terangnya.

Ia mengaku, tidak ada rapat koordinasi dalam upaya kades Agung mendirikan tower yang akan dibangun PT Mitratel. Bahkan, upaya pendirian tower tersebut cenderung dipaksakan.

“Tidak ada rapat koordinasi dengan warga yang berada di radius pendirian tower. Beberapa kali yang diajak adalah perempuan. Laki-laki sebagai kepala rumah tangga malah tidak diajak sama sekali. Agenda itu jelas disembunyikan,” katanya.

Untuk menyikapinya, 10 warga Cebolek mengembalikan uang pendirian tower kepada kadesnya, Agung Kuswoyo. Pengembalian uang tersebut, lantaran warga kecewa setelah ditipu Agung.

“Hari ini, kami kembalikan uang sebesar Rp 1,25 juta kepada Kades Agung. Kami merasa ditipu. Dia bilang tanda tangan untuk pembangunan makam punden. Tapi, ternyata malah untuk pendirian tower,” ujar Ali.

Dalam pengembalian tersebut, kades tidak mau menerimanya. Sementara itu, warga juga tidak mau membawanya lagi. Dengan demikian, uang beserta dengan surat pernyataan pencabutan tanda tangan terbengkalai.

Selain itu, kades tersebut juga mengancam akan memenjarakan 10 warganya yang menolak dan membatalkan surat persetujuan pendirian tower seluler di daerahnya. Pembatalan persetujuan dilakukan, lantaran warga merasa ditipu.

“Katanya tanda tangan untuk sumbangan makam punden setempat. Tapi, ternyata izin pendirian tower. Kami langsung membuat surat pembatalan persetujuan. Setelah itu, Pak kades mengancam kami bersepuluh untuk dipenjarakan,” ujar Siti Choiriyah, warga lainnya.

Saat dikonfirmasi , kades Agung lebih memilih untuk bungkam dan menghindar. “Ini mau Jumatan. Saya tidak bisa memberikan komentar,” kata Agung. (LISMANTO / ALI MUNTOHA)

Komentar

komentar

© Copyright 2015 Koran Muria - All Rights Reserved | Redaksi | Pedoman Media Siber DMCA.com Protection Status