used soma smoothie soma online soma clarence bar

formula da soma do produto buy soma soma toki evleri fiyatları

valerian valium related valium for anxiety valium mix vicodin

valium side effects rash buy valium online does valium help with alcohol withdrawal

dr. hale breastfeeding klonopin generic klonopin klonopin and dehydration

is provigil sold over the counter buy modafinil provigil generic best price

valium causing chest pain buy valium online omeprazole interaction with valium

expressoes algebricas soma e subtração buy soma san francisco neighborhood soma

ultram online Bridgeport buy tramadol tramadol and panadeine forte together

valium Denver buy valium valium to treat migraine

Diterbitkan pada: Sab, Jun 20th, 2015

Kades Cebolek Sempat Blokir Jalan dan Ancam Penjarakan Warga

Reporter:    /  @ 16:55:19  /  20 Juni 2015

CEBOLEK (e)Warga tengah melintas di salah satu jalan di Desa Cebolek Kidul, Kecamatan Margoyoso, Pati. Terlihat tumpukan batu yang digunakan Kades Agung Kuswoyo untuk memblokade jalan warga yang menolak pendirian tower. (KORAN MURIA / LISMANTO)

PATI – Kepala Desa Cebolek Kidul, Kecamatan Margoyoso Agung Kuswoyo sempat memblokir jalan warga yang menolak pendirian tower jaringan seluler PT Dayamitra Telecommunications (Mitratel). Agung memblokir jalan warga menggunakan batu.

Dengan penutupan tersebut, sejumlah warga yang menolak pendirian tower tidak bisa mengakses jalan. Bahkan, aktivitas kerja sempat terganggu beberapa waktu.

“Pak Agung sempat memblokade jalan menggunakan batu-batu besar. Ini disebabkan karena sejumlah warga ada yang menolak pendirian tower seluler,” ujar Ali Ahmadi, warga setempat, Sabtu (20/6/2015).

Warga menyayangkan sikap kades Agung yang arogan dan menyalahgunakan kekuasaan untuk tindakan yang tidak dibenarkan secara moral dan hukum. Padahal, kades mestinya melindungi dan mengayomi, bukan bertindak semena-mena.

“Salah satu warga yang berprofesi pijat, pelanggan yang menggunakan mobil tidak bisa masuk. Sekarang, batu itu sudah disingkirkan. Tapi, sikap kades Agung sudah mencerai, menyayat, dan melukai warganya sendiri,” terangnya.

Selain itu, menurut pengakuan warga Kades Agung juga sempat mengancam akan memenjarakan 10 warganya. Mereka yang diancam merupakan warga yang menolak dan membatalkan surat persetujuan pendirian tower seluler di daerahnya. Pembatalan persetujuan dilakukan, lantaran warga merasa ditipu.

”Katanya tanda tangan untuk sumbangan makam punden setempat. Tapi, ternyata izin pendirian tower. Kami langsung membuat surat pembatalan persetujuan. Setelah itu, Pak kades mengancam kami bersepuluh untuk dipenjarakan,” ujar Siti Choiriyah, warga setempat.

Ia mengaku, tidak ada rapat koordinasi dalam upaya kades Agung mendirikan tower yang akan dibangun PT Dayamitra Telecommunications (Mitratel). Bahkan, upaya pendirian tower tersebut cenderung dipaksakan. (LISMANTO / ALI MUNTOHA)

Komentar

komentar

© Copyright 2015 Koran Muria - All Rights Reserved | Redaksi | Pedoman Media Siber DMCA.com Protection Status