why take valium before wisdom teeth surgery diazepam 5mg valium no markings

xanax withdrawal how long does it take buy xanax types of doctors that prescribe xanax

como soma hora extra buy soma soma san diego dance gavin dance

klonopin pepto bismol buy klonopin online what is the max dosage of klonopin

where is xanax metabolized buy xanax xanax multiple sclerosis

ambien hydrocodone xanax buy zolpidem online clonazepam ambien interactions

how long will valium stay in my system buy valium online can adderall and valium be taken together

can wellbutrin be taken with ambien buy ambien is it ok to take ambien with food

gaba and xanax together xanax online no prescription xanax prescription doses

buy alprazolam online legally xanax pills suddenly stop taking xanax

Diterbitkan pada: Kam, Jul 23rd, 2015

Bupati Pati Cuek, Pendemo Antipabrik Semen Buat Pantura Membara

Reporter:    /  @ 21:00:00  /  23 Juli 2015

FT-1-AKSI SEMEN (e)Aparat kepolisian hanya bisa berjaga-jaga saat ribuan massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pati Selatan memblokir jalur pantura Pati-Kudus. Akibatnya, arus lalu lintas terganggu, termasuk para pemudik yang kelabakan mencari jalur alternatif. (KORAN MURIA / LISMANTO)

PATI – Jalur pantai utara (pantura) Pati-Kudus Km 6, turut Desa Sukokulon, Kecamatan Margorejo, diblokir ribuan massa Aliansi Masyarakat Pati Selatan, Kamis (23/7/2015). Kerusuhan tidak bisa dielakkan, dari massa yang menginginkan dicabutnya surat keputusan bupati soal pendirian pabrik semen.

Awalnya aksi massa itu akan dilakukan di depan pendapa kabupaten. Namun, berdasarkan informasi yang berkembang, aksi kemudian dialihkan ke jalur pantura, karena jalur ke pendapa kabupaten sudah ditutup dan tidak bisa dilalui.

Massa yang datang menggunakan puluhan truk tersebut, bergerak dari kawasan Pati selatan, menuju ke jalur pantura. Jalur yang sedang padat oleh pemudik itu, seketika tidak bisa dilalui, karena massa sudah menguasai dan memblokir jalur tersebut.

DEMO 2 (e)Koordinator aksi, Madris mengatakan, aksi memblokir pantura ini, dilakukan karena keinginan untuk bertemu dengan Bupati Pati Haryanto, tidak juga terlaksana.

”Kami ini sudah berulangkali berupaya meminta bertemu dengan bupati. Tetapi tidak pernah dituruti. Karena itu, kami memblokir jalur pantura ini, supaya bupati mengetahui suara kami,” katanya saat dikonfirmasi di tengah-tengah aksi.

Aksi tersebut dilakukan, untuk menuntut agar Bupati Pati Haryanto mencabut izin pendirian pabrik semen yang diberikan kepada PT Sahabat Mulia Sakti (SMS) di wilayah Pegunungan Kendeng.

Madris menegaskan bahwa selama bupati tidak bersedia untuk menemui mereka memberikan penjelasan, berbagai aksi akan dilakukan. Bukan hanya memblokir pantura. ”Kalau masih tidak digubris, kami akan melakukan aksi yang lebih ekstrem lagi,” tegasnya.

demo 1 (e)Sebelumnya, perwakilan dari pemerintah yang diwakili Ketua DPRD Pati Ali Badrudin, Kapolres Pati AKBP Setijo Nugroho, dan Dandim 0718 Pati Kol Inf Hery Setiyono, menegaskan jika mereka tidak bisa memaksa bupati untuk turun ke lapangan dan menemui pendemo.

”Kami sudah tegaskan soal itu. Kami tidak bisa memaksa bupati, sedangkan pendemo minta bupati hadir. Karena itu, negosiasi buntu,” kata Ketua DPRD Pati Ali Badrudin.

Akibat dari sikap cuek bupati itu, massa kemudian mulai anarkis. Mereka menghadang laju kendaraan yang melaju di jalur pantura tersebut. Sampai akhirnya benar-benar terblokir.

Bukan itu saja. Jalur pantura yang sudah lumpuh total itu, diwarnai juga dengan batu-batu yang dibuang di jalanan. Kemudian massa juga membakar ban bekas dan tumpukan kayu di berbagai titik di sepanjang Jalan Pati-Kudus Km 6 tersebut.

Tak hanya itu, sejumlah rambu petunjuk jalan ditumbangkan. Tumpukan batu material yang akan digunakan membangun talut jalan, diambil untuk digunakan untuk memblokade jalan.

Jalur Mudik Terganggu dan Dialihkan

Akibat dari aksi massa tersebut, ribuan kendaraan yang melintas jalur tersebut, menjadi terganggu. Termasuk mereka para pemudik, terjebak sehingga harus mengalihkan rutenya.

Yang dipilih adalah jalur alternatif Pati-Kudus bagian utara, yaitu jalur Gembong-Kudus. Kendaraan pemudik terjebak macet hingga puluhan kilometer. Yakni mulai dari Pasar Gembong, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, sampai ke Desa Kandangmas, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus. Kendaraan berdesakan dan tak bisa bergerak sama sekali, lantaran jalur alternatif tersebut sangat sempit.

Hal ini diperparah dengan banyaknya kendaraan besar, seperti truk pengangkut sembako, serta bus-bus AKAP dari arah Surabaya-Semarang-Jakarta atau sebaliknya, yang ikut melintas di jalur alternatif itu. Kontur jalan yang menanjak dan menurun tajam, membuat kendaraan harus berjalan perlahan. Bahkan kendaraan harus berhenti total, ketika bus atau truk melintas.

”Kendaraan saya tak bisa bergerak sama sekali. Apalagi di depan itu ada truk besar, yang ikut terjebak tak bisa bergerak. Saya masuk Kudus sekitar pukul 12.00 WIB, dan dialihkan ke jalur ini katanya jalannya ditutup. Tapi di sini juga macet, apalagi jalannya cukup membahayakan karena naik-turun, ,” kata Sunardi, seorang pemudik dari Batang, yang akan balik ke Surabaya.

Termasuk dengan Ahmad Basir, pemudik dari Surabaya yang hendak kembali ke Jakarta. Dia mengaku harus mengalihkan kendaraannya ke arah Gembong.

”Saya tidak tahu kalau ada demo. Tiba-tiba saja kendaraan sudah terhenti dan dialihkan ke Gembong sini. Jauh juga jalannya, dan sempit. Sehingga harus hati-hati. Demonya memang sangat mengganggu,” katanya.

Selain mengganggu arus lalu lintas di jalur transnasional tersebut, aksi massa itu juga membuat sebagian sektor perekonomian di Kabupaten Pati terhenti. Salah satunya di SPBE yang mendistribusikan gas elpiji di seluruh Kabupaten Pati, mengalami tersendat.

Kiriman gas yang seharusnya sampai ke masyarakat, menjadi terganggu. Termasuk juga puluhan truk bermuatan tebu yang akan menyetor ke pabrik gula, juga tidak bisa berjalan akibat pemblokiran ini.

DEMO 3 (E)

Bupati: Mereka Sudah Bertindak Anarkis

Aksi massa yang memblokir jalur pantura, disesalkan Bupati Pati Haryanto. Dia menegaskan jika massa sudah bertindak anarkis dan tidak bertanggung jawab.

Haryanto sangat menyayangkan sikap pendemo yang memblokade jalan pantura, padahal saat ini masih ada arus mudik dan balik Lebaran. ”Sudah memblokade jalan, mereka bersikap anarkis. Posko simpatik mudik juga dirusak. Bahkan, penjarahan bengkel ban juga dilakukan. Ini benar-benar tidak terpuji,” tegasnya.

Yang juga disesalkan Haryanto, aksi massa itu juga dinilainya salah sasaran. Jika kemudian hendak memprotes soal izin lingkungan pabrik semen, harusnya tidak seperti yang dilakukan tersebut.

demo3 (E)”Salah sasaran itu. Mereka ingin memprotes soal izin lingkungan pabrik semen, tapi malah merusak fasilitas umum. Apalagi itu jalan nasional yang menjadi transportasi utama kebutuhan pokok. Dan menjadi jalan utama bagi pemudik saat mengikuti arus balik setelah Lebaran,” terangnya.

Aksi massa itu sendiri, sudah bubar sekitar pukul 17.00 WIB. Mereka membubarkan diri, setelah beberapa jam memblokir pantura. Usai membubarkan diri, mereka menggelar aksi arak-arakan keliling di sejumlah jalan di Kota Pati.

Rencananya, mereka akan membubarkan diri hingga Maghrib. Namun, rupanya fisik pendemo sudah mulai lemah, hingga akhirnya membubarkan diri sebelum waktu yang direncanakan.

”Kami sudah bertekad akan membubarkan diri hingga Maghrib. Tapi, teman-teman fisiknya sudah mulai lemah, sehingga kami memutuskan harus membubarkan diri,” ujar koordinator aksi Madris.

Bahkan, Madris menegaskan jika bupati Pati masih tidak mau menemui mereka, maka mereka akan melakukan aksi yang lebih besar lagi. Termasuk akan mendatangi kediaman bupati di Kecamatan Juwana.

”Kami hanya mau bupati Pati hadir menemui kami. Sudah berulang kali kami tidak digubris Bupati. Kami tidak butuh diwakilkan. Kami tidak butuh dewan. Kami hanya butuh bupati Pati. Kalau perlu kita akan datangi kediamannya di Juwana sana,” tandasnya. (LISMANTO / ALI MUNTHOHA / MERIE)

Komentar

komentar

© Copyright 2015 Koran Muria - All Rights Reserved | Redaksi | Pedoman Media Siber DMCA.com Protection Status