dying from xanax withdrawal buy xanax xanax effect on fertility

phentermine 30mg yellow capsule side effects where to buy phentermine phentermine pronunciation

phentermine cheap diet pills buy phentermine without prescription phentermine roswell ga

snort 5 mg ambien buy zolpidem online ambien Boise

purchase zolpidem Elizabeth buy ambien hallucinations from ambien

landa pГҐ tramadol tramadol cheap reizen met tramadol

tramadol hydrochloride an overview of current use buy tramadol tramadol gabapentin kombination

xanax nose bleed buy xanax can xanax help sciatica

buy ultram Salem www.airp-asso.it/tramadolnorx/ medicamentos para que sirve el tramadol

can xanax be taken with protonix xanax online no prescription is ativan stronger than xanax

Diterbitkan pada: Sel, Jul 28th, 2015

Bupati Blora Sibuk Nyalon Lagi, Taman Kota Aryo Jipang Dibiarkan ‘Berhantu’

Reporter:    /  @ 17:12:49  /  28 Juli 2015

Salah seorang saat beristirahat di gazebo Taman Aryo Jipang Blora. Saat ini taman tersebut terlihat tidak terawat. (KORAN MURIA/PRIYO)

Salah seorang saat beristirahat di gazebo Taman Aryo Jipang Blora. Saat ini taman tersebut terlihat tidak terawat. (KORAN MURIA/PRIYO)

BLORA – Bupati Blora Djoko Nugroho agaknya lupa meminta jajarannya mengurus taman kota. Sebab itu area publik yang menjadi hak masyarakat.

Terlebih saat ini, bupati sibuk mencalonkan diri lagi sebagai bacabup. Dengan begitu, kondisi taman dimungkinkan kian tak terurus dan kesannya pun ‘berhantu’.

Satu di antara taman kota itu adalah taman Aryo Jipang Cepu, Blora. Taman ini masih belum jelas kegunaannya. Sebab, hingga saat ini kondisi taman yang digadang-gadang menjadi area khas kedua Cepu setelah Taman Seribu Lampu tersebut sangat memprihatinkan. Hal ini bisa dibuktikan dengan kondisi taman yang sangat buruk.

“Prihatin melihat kondisi taman Arya Jipang. Sebab, sejak dibuat hingga saat ini keberadaan dan fungsinya tidak jelas. Tentu pemerintah sangat sia-sia jika tempat tersebut tidak dimanfaatkan secara maksimal,” ungkap salah satu warga sekitar Abdul Wahab, Selasa(28/7/2015).

Selain banyaknya rumput ilalang dan beberapa tanaman liar, beberapa sudut taman malah jadi tempat istirahat tunawisma.

“Kegunaannya tidak jelas, dan tentu ini terkesan menghambur-hamburkan uang,” jelasnya.

Dia menambahkan, jika memang pemerintah serius ingin menjadikan tempat tersebut sebagai taman kota, harusnya pemerintah juga siap menganggarkan dana untuk perawatan.

Selain itu, pemerintah juga harusnya bisa membangun fasilitas seperti perpustakaan outdoor yang tentunya bisa membuat tempat tersebut benar-benar menjadi ruang publik yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Setiap pembangunan tempat tentu harus ada perawatan itu kalau pemerintah benar-benar serius. sehingga, taman tersebut tidak terbengkalai,” imbuhnya.

Pengelolaan taman tersebut merupakan kewenangan DPU Bidang Pertamanan Kabupaten Blora. (PRIYO/AKROM HAZAMI)

Komentar

komentar

© Copyright 2015 Koran Muria - All Rights Reserved | Redaksi | Pedoman Media Siber DMCA.com Protection Status