Published On: Fri, Jul 31st, 2015

Semedi Cari Akik di Grobogan, 5 Warga Demak Malah Dikeroyok

Semedi Cari Akik di Grobogan, 5 Warga Demak Malah Dikeroyok FOTO 1 (E)

Salah satu pencari akik yang dikeroyok warga tampak dirawat di RS Yakkum Purwodadi. (KORAN MURIA/DANI AGUS)

 

GROBOGAN  – Nasib nahas menimpa lima warga Babat, Kebonagung, Demak. Bermaksud mencari batu akik di Desa Termas, Kecamatan Karangrayung, Grobogan, justru disangka kawanan pencuri.

Akibatnya, mereka sempat dikeroyok warga di depan Balai Desa Termas, Kamis (20/7) malam sekitar pukul 21.00 WIB. Amukan warga ini menyebabkan dua orang mengalami luka dan dilarikan ke RS Yakkum Purwodadi. Yakni, Bustari yang mengalami luka di bagian kepala sehingga harus menjalani rawat jalan.

Satu lagi, Sunardi terpaksa harus menjalani rawat inap karena luka yang dideritanya cukup parah. Sementara tiga orang lainnya berhasil diselamatkan polisi sebelum kena amukan warga.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, sejak Kamis sore, kelima orang itu sudah tiba di desa tersebut dan menuju ke salah satu sumur tua di pinggiran desa. Di tempat itu mereka melakukan ritual semedi untuk mengambil batu akik merah delima yang dikabarkan ada di dasar sumur.

Setelah selesai melakukan ritual, kelima orang itu bermaksud pulang. Sunardi dan Bustari pulang lebih dulu. Sementara tiga rekannya akan menyusul belakangan.

Dalam perjalanan pulang, Sunardi dan Bustari tiba-tiba dicegah warga setempat dan diajak ke balai desa. Namun, sesampainya di tempat itu mereka justru dipukuli warga.

Padahal mereka sebelumnya sudah menjelaskan identitas dan tujuannya masing-masing.  Tapi warga desa itu sudah terburu diliputi kecurigaan.

Terkait pengeroyokan yang dilakukan warga Desa Termas, Camat Karangrayung Hardimin menyatakan, emosi warga setempat terjadi karena di wilayah itu sering terjadi aksi pencurian dalam beberapa bulan terakhir. Akibatnya warga mudah menaruh curiga dengan orang asing yang memasuki wilayah tersebut.

“Warga sudah terlanjur gemas dan curiga dengan kedatangan orang asing karena di sana marak aksi pencurian. Akibatnya terjadi peristiwa ini.  Karena mungkin ada salah paham,” katanya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Grobogan, AKP Agung Ariyanto membenarkan informasi adanya pengeroyokan yang melibatkan warga Desa Termas. Pihaknya, juga sudah melakukan identifikasi dan mencari bukti-bukti mengenai penyebab terjadinya peristiwa itu.

“Kasus ini masih kita lakukan penyelidikan. Kami sudah meminta keterangan dari korban dan beberapa saksi terkait kejadian tersebut,” jelasnya.

Kasus pengeroyokan yang terjadi mendapat perhatian serius dari pihak kepolisian. Jumat (31/7) siang hingga sore, para kepala desa yang warganya terlibat dalam kasus itu dipertemukan di Mapolres Grobogan. Yakni, Kades Babat, Kecamatan Kebonagung, Demak Supardi, Kepala Dusun Mrayun, Desa Termas Siswoyo serta Kades Temurejo Sumardi.

Para korban pengeroyokan juga terlihat hadir dalam kesempatan itu. Yakni, Bustari yang mengalami luka ringan di bagian kepala serta Arif Muchlisin, warga Desa Latak, Kecamatan Godong dan Nurohim, warga Desa Temurejo, Kecamatan Karangrayung. Satu korban lagi, Giman, warga Desa Temurejo tidak bisa hadir.

Pertemuan tersebut dipimpin Wakapolres Grobogan Kompol Didik Priyo Sambodo.

Hadir pula Kabag Ops Kompol Jenda Pulung, Kasat Reskrim AKP Agung Aryanto, dan Kabag Intelkam Sutamto. Hadir pula pihak Polsek Karangrayung, dan Kebonagung, Demak.

Menurut Wakapolres, dipertemukannya beberapa pihak itu dilakukan untuk menyelesaikan persoalan itu secara kekeluargaan. Untuk itu, masing-masing pihak diminta duduk bersama agar persoalan itu bisa ditangani dengan baik.

“Semua pihak yang terlibat dalam masalah ini sudah kita hadirkan. Kita harapkan bisa terdapat penyelesaian yang terbaik bagi semua pihak,” kata Wakapolres.

Korban Tuntut Ganti Rugi

Polisi berupaya mendamaikan antara pihak pengeroyok dengan korban di Mapolres Grobogan. (KORAN MURIA/DANI AGUS)

Polisi berupaya mendamaikan antara pihak pengeroyok dengan korban di Mapolres Grobogan. (KORAN MURIA/DANI AGUS)

Sementara pihak korban pengeroyokan meminta agar pelaku bertanggung jawab atas tindakan yang dilakukan. Mereka meminta agar biaya pengobatan keduanya ditanggung pelaku. Terutama, biaya pengobatan buat Sunardi.

“Untuk biaya pengobatan kami minta senilai Rp 50 juta. Permintaan ini kami sampaikan atas kesepakatan dari keluarga korban,” ungkap Kades Babat Supardi.

Selain itu, Supardi juga meminta agar barang berharga milik korban dikembalikan. Yakni, tiga unit sepeda motor, handphone, helm, dan dompet.

Jika barang tersebut kondisinya dirusak atau hilang maka pihak pelaku diminta mengganti atau memperbaiki. Supardi menegaskan, kalau dalam tempo seminggu tidak ada penyelesaian maka dia meminta agar kasus itu dilanjutkan secara hukum.

Upaya perdamaian yang dilakukan di Mapolres Grobogan akhirnya menemui jalan buntu. Pihak Desa Termas yang warganya ditengarai sebagai pelaku pengeroyokan tidak bisa memberikan kepastian atas tuntutan yang disampaikan korban. Sebab, keputusan itu perlu dibicarakan dulu dengan Kepala Desa Termas Niti yang dalam kesempatan itu tidak bisa hadir lantaran tengah menderita stroke.

“Saya datang kesini mewakili Kades yang tidak bisa hadir karena stroke. Sepulang dari sini saya akan laporkan hasil pertemuan dan secepatnya akan kita berikan jawaban,” ungkap Kepala Dusun Mrayun, Desa Termas Siswoyo.

Dia menyatakan, meski kejadian itu terjadi di wilayahnya namun pelaku pengeroyokan belum tentu dilakukan warga Desa Termas. Sebab, dari informasi yang diterima, saat itu banyak juga warga dari desa tetangga datang ke tempat terjadinya peristiwa pengeroyokan.

Karena tidak ada titik temu, Didik menutup acara pertemuan tersebut. Selanjutnya, dia meminta agar dijadwalkan pertemuan lagi secepatnya dengan difasilitasi muspika Kecamatan Kebonagung dan Karangrayung.

Meski tuntutan yang diajukan belum terpenuhi semua, namun para korban pengeroyokan sudah sedikit lega. Pasalnya, tiga sepeda motor yang sempat tertinggal di lokasi kejadian saat mereka diamankan petugas berhasil ditemukan. Sesudah pertemuan, tiga orang korban yang hadir diminta melihat sepeda motor miliknya di halaman ruang Reskrim Polres Grobogan. (DANI AGUS/AKROM HAZAMI)

About the Author

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>