Published On: Wed, Aug 19th, 2015

Kepala Rutan Blora; Penunjukan Tiga Napi sebagai Pengibar Bendera untuk Menambah Jiwa Nasionalisme

Tiga napi membentangkan bendera Merah Putih saat upacara bendera di Rutan Blora. (KORAN MURIA/PRIYO)

Tiga napi membentangkan bendera Merah Putih saat upacara bendera di Rutan Blora. (KORAN MURIA/PRIYO)

BLORA – Kepala Rutan Blora Andi M. Syarif mengungkapkan alasan menunjuk para narapidana menjadi pasukan pengibar bendara untuk lingkup rutan untuk menumbuhkan jiwa nasionalisme. Selain itu kesempatan tersebut juga untuk menyemarakkan hari kemerdekaan RI secara langsung.

Kepala Rutan Blora Andi M Syarif. (KORAN MURIA  PRIYO)

Kepala Rutan Blora Andi M Syarif. (KORAN MURIA  PRIYO)

”Kami latih dan kami tanamkan pada diri Napi untuk memiliki rasa berbangsa dan bernegara. Salah satunya dengan menjadi petugas upacara,” katanya.

Langkah itu, lanjutnya, diharapkan bisa memberik kepercayaan kepada para napi di lingkungan masyarakat setelah mereka keluar dari Rutan. Terlebih mereka juga dibekali dengan pengetahuan bela negara saat di rutan.

”Meski mereka napi, tapi mereka tetap warga Negara Indonesia. Sehingga dengan diberi kepercayaan sebagai petugas upacara, ke depan mereka memiliki rasa cinta dan bangga sebagai warga Indonesia,” terangnya.

Disinggung perasaan napi yang tidak bisa tidur, Andi M. Syarif menegaskan, perasaan tersebut hanya kegugupan dan rasa bangga. Guggup yang terlihat jelas saat mereka tak bisa tidur menjelang upacara.

”Sementara jika tak bisa tidur setelah upacara pasti mereka bangga. Apalagi tak ada kesalahan saat pengibaran bendera,” tandasnya.

Tiga Napi berfoto bareng dengan Kepala Rutan Blora Andi M. Syarif usai menjalankan tugas. (KORAN MURIA/PRIYO)

Tiga Napi berfoto bareng dengan Kepala Rutan Blora Andi M. Syarif usai menjalankan tugas. (KORAN MURIA/PRIYO)

Sebelumnya, selain upacara bendera, pihak rutan juga menggelar beberapa lomba untuk menyemarakkan HUT RI ke-70. Beberapa di antaranya lomba catur, futsal, tenis meja, dan lomba kebersihan antarblok dan kamar.

Dengan diadakan lomba tersebut diharapkan mereka memiliki jiwa nasionalisme kepada bangsa. Selain itu nantinya juga akan ada perubahan ketika mereka sudah bebas dari rutan ini.

”Ini hanya untuk hiburan. Sementara untuk keterampilan ke depan, para napi juga diberi pelatihan keterampilan. Seperti membuat batako, las, pembuatan akik dan beberapa keterampilan lainya. Semoga dengan keterampilan seperti ini nantinya bisa membawa perubahan pada diri mereka ketika sudah keluar dari sini,” harapnya.

Sementara itu, salah satu napi Yudi senang bisa ikut menyemarakan hari kemerdekaan RI ke-70. Meskipun harus dilakukan di dalam Rutan.

“Di sini sudah seperti keluarga sendiri. Jadi adanya peringatan hari kemerdekaan ini tentu sangat senang dan seru. Kami juga sangat menikmati lomba-lomba yang di adakan,” tandasnya. (*/PRIYO/SUPRIYADI)

About the Author

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>