medication alprazolam 0.5mg xanax pills xanax vs onax

how long does phentermine stay in your pee phentermine diet phentermine 37.5 mg is it safe

stopping valium side effects buy valium wann wird valium verschrieben

get xanax Port St. Lucie buy xanax can i take synthroid and xanax together

can you take tramadol and valium together buy valium online valium naturale

get tramadol Louisiana www.airp-asso.it/tramadolnorx/ tramadol and darvocet together

difference between norflex and soma buy soma online no prescription regras de potenciação soma e subtração

does xanax increase blood pressure generic xanax does xanax have fluoride in it

can dog overdose tramadol buy tramadol online no prescription reducing tramadol intake

how long does 1 bar of xanax last buy xanax pregnancy and xanax birth defects

Diterbitkan pada: Sen, Okt 12th, 2015

Rumah Tumbuh Jadi Solusi Bagi yang Berdana Minim Namun Tanahnya Lebih

Reporter:    /  @ 20:44:15  /  12 Oktober 2015

Untuk kebutuhan rumah di masa depan, perlu dipertimbangkan membangun rumah dengan konsep rumah tumbuh. Sehingga jika akan dibangun ke depannya, maka tidak akan mengubah bangunan lama. (KORAN MURIA / AYU KHAZMI)

Untuk kebutuhan rumah di masa depan, perlu dipertimbangkan membangun rumah dengan konsep rumah tumbuh. Sehingga jika akan dibangun ke depannya, maka tidak akan mengubah bangunan lama.
(KORAN MURIA / AYU KHAZMI)

KUDUS – Siapa yang tidak ingin memiliki rumah besar dan luas. Apalagi bagi yang memiliki anggota keluarga yang banyak, tentunya sangat membutuhkan rumah yang lebih besar daripada yang sedikit.

Akan tetapi masalah biaya sering menjadi penghambat seseorang untuk memiliki rumah yang besar, guna memenuhi kebutuhan tersebut.

Untuk itu, pemilihan rumah tumbuh dapat dijadikan pilihan yang tepat. Rumah tumbuh adalah sebuah konsep di mana saat membangun rumah tidak perlu membangun seluruh bangunan rumah, namun hanya sebagian saja.

”Biasanya konsep rumah tumbuh dibuat bila pemilik rumah merasa perlu mempersiapkan rumah untuk tahap pembangunan selanjutnya. Misalnya karena diperkirakan anggota keluarga baru, sehingga perlu menambahkan kamar,” jelas Deni Dwi Haryanto, marketing perumahan Griya Taman Alkautsar Kudus, kepada koran muria, Senin (12/10/2015).

Penambahan ini bisa dilakukan sewaktu-waktu, dan saat pemilik rumah mulai memerlukan tambahan ruangan dan sudah ada dana yang tersedia.

Ketika memilih untuk membangun rumah tumbuh, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Sebab pada pembangunan rumah tumbuh ini berbeda dengan rumah pada biasanya.

”Konsep rumah tumbuh ini pun memerlukan perencanaan desain rumah secara matang sejak dini. Karena memperhatikan berbagai faktor,” ujarnya.

Di antaranya adalah kemungkinan perluasan bangunan, menambah lantai, dan faktor konstruksi yang mendukung untuk penambahan ruangan. Karena jika dibuat seperti rumah jadi seperti biasanya, akan ada ketidakcocokan dalam segi bangunan.

Deni mengatakan, seperti pada pondasi, model rumah tumbuh ini sama seperti pondasi rumah biasa. Hanya saja perlu diperhatikan bahwa pondasi ini harus dapat menunjang pembangunan selanjutnya. Misalnya untuk pembangunan rumah dengan menambahkan tingkat.

”Dengan kata lain strukturnya tidak hanya pondasi saja. Harus disiapkan agar dapat menerima beban dari keseluruhan bangunan yang rencananya akan dikembangkan,” jelasnya.

Atau, menurut Deni, untuk penambahan rumah sederhana dengan membangun menyamping dan ke belakang, seperti ruangan kecil yang juga membutuhkan perkiraan bangunan.

Jadi yang ditekankan pada pembangunan rumah tumbuh ini adalah persiapan di awal. Agar ke depannya tidak perlu mengulang atau membenahi bangunan. ”Jadi kalau sudah pas, tinggal dibangun lagi tanpa harus mengubah bangunan yang sudah berdiri,” pungkasnya.
(AYU KHAZMI / MERIE)

Komentar

komentar

© Copyright 2015 Koran Muria - All Rights Reserved | Redaksi | Pedoman Media Siber DMCA.com Protection Status