Diterbitkan pada: Ming, Nov 8th, 2015

Mencicipi Lezatnya Semur Kikil Sapi di Bumi Mina Tani

   /  @ 11:36:18  /  8 November 2015

Semur kikil dari Desa Trangkil. (KORAN MURIA/LISMANTO)

Semur kikil dari Desa Trangkil. (KORAN MURIA/LISMANTO)

Ada yang tidak lazim dari semur yang dijumpai di Desa Trangkil, Kecamatan Trangkil, Pati. Jika biasanya masakan semur terbuat dari bahan daging, tahu atau tempe, semur di Desa Trangkil menggunakan bahan utama kikil sapi.

Kikil sendiri merupakan bagian dari kulit binatang yang empuk dan bisa dimakan. Namun, kuliner semur kikil di Desa Trangkil menggunakan kikil dari hewan sapi.

Sebetulnya, tidak ada yang berbeda antara semur biasa dengan semur kikil buatan Agung di Desa Trangkil. Hanya saja, semur buatan Agung berbahan utama kikil sapi sehingga rasanya lebih kenyal dan menggigit, ketimbang semur pada umumnya.

Kenapa tidak menggunakan kikil kambing? Bisa saja kikil kambing digunakan untuk membuat semur, tetapi ada sensasi khas Kambing di mana orang Pati menyebutnya “prengus”.

“Saya jualan semur sebetulnya meneruskan dari orang tua. Tapi, semur yang dipakai seperti biasanya dari tahu, tempe, dan daging. Dari sana, saya muncul ide untuk merambah ke pengolahan kikil sapi,” ujar Agung kepada Koran Muria.

Setelah dicoba dijual, ternyata banyak pelanggan yang justru lebih memilih semur kikil ketimbang semur biasanya. Dari sini, Agung mulai mengenalkan semur yang ia jual dengan istilah “semur kikil”.

Rasanya yang gurih, manis dan berpadu pedas membuat semur kikil digemari warga Pati yang identik suka dengan rasa “gurih dan pedas”. Cita rasa yang kenyal membuat lidah tak berhenti bergoyang.

Tak perlu khawatir soal harga. Cukup merogoh kocek Rp 9 ribu, penikmat kuliner bisa makan semur kikil sepuasnya. Tertarik? (LISMANTO/SUPRIYADI)

Komentar

komentar



© Copyright 2015 Koran Muria - All Rights Reserved | Redaksi | Pedoman Media Siber DMCA.com Protection Status