Published On: Thu, Dec 3rd, 2015

Jual Rumah Bersertifikat Ganda, Pegawai CIMB Niaga Jadi Tersangka

 

Sejumlah warga menggelar aksi long march sepanjang 25 km untuk menjemput keadilan di Mapolres Pati terkait kasus sertifikat ganda CIMB Niaga. (KORAN MURIA / LISMANTO)

Sejumlah warga menggelar aksi long march sepanjang 25 km untuk menjemput keadilan di Mapolres Pati terkait kasus sertifikat ganda CIMB Niaga. (KORAN MURIA / LISMANTO)

PATI – Kasus penjulan rumah dengan sertifikat ganda dalam lelang yang dilakukan CIMB Niaga, terus berlanjut. Polisi telah menetapkan satu orang tersangka, yang merupakan pegawai bank tersebut atas kasus penjualan rumah lelang di Desa Mojoagung, Kecamatan Trangkil, Pati, tersebut.

Kasat Reskrim Polres Pati Agung Setyo Budi Utomo menyatakan, pihaknya telah memproses kasus tersebut. Penetapan satu orang oknum pegawai CIMB Niaga, akan terus dikembangkan untuk menemukan titik temu kasus tersebut.

Hal itu disampaikan Agung, saat menerima audiensi korban Mashuri Cahyadi, bersama sejumlah warga, Kamis (3/12/2015).  “Dari hasil penyidikan yang dikuatkan dengan sejumlah alat bukti, kami menetapkan satu orang oknum CIMB Niaga sebagai tersangka,” ujar Agung.

Ia mengatakan, tersangka dijerat dengan pasal 49 ayat 2 Undang-Undang Perbankan. Pegawai itu ditersangkakan karena dinili tidak hati-hati dalam menetapkan sebuah kebijakan. “Tersangka terancam dengan pidana penjara maksimal lima tahun penjara,” katanya.

Mashuri Cahyadi bersama dengan warga berdoa, sebelum menaburi rumah bersertifikat ganda dengan kembang tujuh rupa. (KORAN MURIA / LISMANTO)

Mashuri Cahyadi bersama dengan warga berdoa, sebelum menaburi rumah bersertifikat ganda dengan kembang tujuh rupa. (KORAN MURIA / LISMANTO)

Sementara itu, Mashuri Cahyadi, korban penipuan sertifikat ganda CIMB Niaga mengaku lega setelah ditetapkan satu tersangka terkait dengan masalah tersebut. “Kami berharap, masalah ini bukan hanya memberikan hukuman kepada tersangka, tetapi juga ada kejelasan aset rumah yang sudah saya beli,” harapnya.

Sebelum menemui Kasat Reskrim, Mashuri bersama sejumlah warga menggelar ritual unik. Mereka melakukan prosesi tabur bunga di depan rumah yang menjadi masalah dalam kasus itu. Setelah tabur bunga mereka melanjutkan berjalan kaki sepanjang 25 km dari Trangkil menuju Mapolres Pati.

Mereka menaburkan bunga tujuh rupa di depan rumah bersertifikat ganda di Desa Mojoagungitu. Aksi simbolik tersebut mencerminkan matinya nurani CIMB Niaga yang sudah melelang rumah bersertifikat ganda.

Mereka menuntut agar CIMB Niaga diadili, karena telah menjual sertifikat berstatus ganda melalui Kantor Pelayanan Negara dan Lelang (KPNL) Semarang.

“Hari ini, kami menjemput keadilan menuju Mapolres Pati. Kami meminta agar pihak kepolisian segera mengusut tuntas kasus sertifikat ganda yang diikutsertakan CIMB Niaga dalam lelang. Kami merasa dirugikan lebih dari Rp 27 miliar,” ujar Cahyadi.

Dalam perjalanan sepanjang 25 km, belasan warga tersebut membawa poster berisi kecaman terhadap CIMB Niaga, dengan melintasi tiga kecamatan, yakni Kecamatan Trangkil, Wedarijaksa, dan Pati. Dengan aksi itu, Cahyadi berharap agar penegak hukum bisa melek dan memproses oknum CIMB Niaga yang merugikan nasabah.

“Kalau perlu, pegawai-pegawai CIMB Niaga itu dilakukan revolusi mental agar ke depan tidak merugikan nasabah. Jangan sampai oknum CIMB Niaga itu kembali membuat ulah yang mengorbankan nasabahnya,” tukasnya. (LISMANTO / ALI MUNTOHA)

About the Author

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>