Published On: Sat, Dec 12th, 2015

Unik, VW Milik Warga Jepara Terbuat dari Kayu Ukir, Dijual Rp 200 Juta

Al Sadad menunjukkan koleksi mobil VW miliknya yang telah dimodifikasi dengan bodi mobil seluruhnya dari kayu. (KORAN MURIA / WAHYU KZ)

Al Sadad menunjukkan koleksi mobil VW miliknya yang telah dimodifikasi dengan bodi mobil seluruhnya dari kayu. (KORAN MURIA / WAHYU KZ)

JEPARA – Volkswagen (VW) menjadi mobil legendaris yang banyak diburu kolektor. Mobil ini meski tua, mempunyai penggemar fanatik. Namun bagaimana jika bodi VW itu terbuat dari kayu?

VW dari kayu benar-benar ada dan dimiliki warga Jepara. Yakni Al-Sada, yang tinggal di RT 03 RW 02, Desa Ngabul, Kecamatan, Tahunan. Berawal dari kecintaanya dengan mobil ini dan kemampunya di bidang mebeler, ia mengubah bodi VW Safari miliknya dengan full semuanya dari kayu.

Dan hebatnya, mobil itu masih bisa dikendarai dan normal layaknya mobil pada umumnya. Bukan sekadar replika mobil.

“Sebenarnya sudah ada mobil yang terbuat dari kayu, tapi hanya sebatas replika. Maka saya mencoba memberanikan diri untuk membuat mobil sungguhan yang layak jalan,” ujar Sadad, Sabtu (12/12/2015).

Dia sempat mengikuti festival VW internasional yang di gelar di Jogjakarta, 21-22 November 2015 kemarin. Pada even JVWF itu, VW Safari miliknya berhasil menyabet best modification heavy dan VW people choice.  Selain itu, juga mendapatkan penghargaan dari majalah VW dari Jepang dan Ukraina.

Dilengkapi Ukiran, Dibuat Selama 3 Bulan

Sadad mengaku akan melego mobil itu jika ada yang menawar Rp 200 juta. Selain itu, yang membeli harus benar-benar warga Jepara. Ia tak akan melepas meski ditawar Rp 200 juta, tapi bukan warga Jepara.

Menurut dia, sejauh ini, sudah ada penggemar VW dari Belgia yang menawar Rp 130 juta. Tawaran yang sama juga datang dari Ketua Umum VW. “Dia berniat untuk membeli dan memusiumkannya, namun belum ditindak lanjuti,” ungkapnya.

Dia membeberkan, VW Safari kayu itu dibuat dari gabungan dua mobil. Ia membeli mobil itu secara rosok. VW pertama tahun 1972 dibeli seharga Rp 500 ribu dan kedua seharga Rp 6 juta. Dari dua mobil itu, diambil bagian-bagian yang masih layak, termasuk bagian mesinnya.

Untuk bodi mobil, secara keseluruhan dibuang dan hanya menyisakan beberapa bagian rangka. Selebihnya, sudah diubah menjadi bodi dari kayu jati sisa bongkaran rumah dan jembatan. “Di beberapa bagian sengaja saya beri ukiran yang menunjukkan ciri khas Jepara,” imbuh salah satu pendiri komunitas VW Jepara ini.

Untuk membuat mobil dari kayu itu, setidakanya dia harus mempekerjakan beberapa tukang kayu dan tukang las. Secara keseluruhan proses pembuatan membuthkan waktu sekitar tiga bulan. Untuk memodifikasi koleksinya itu, Sadad sedikitnya harus merogoh kocek sekitar Rp 70 juta.

Cukup lamanya pembuatan bodi VW dari kayu itu, lantaran harus menyelaraskan rangka yang dibuat oleh tukang las dan tukang kayu. Sebab pada awal pembuatan, tukang las dan tukang kayu bekerja terpisah. Hingga akhirnya dipekerjakan dalam satu tempat dan bersama-sama.(WAHYU KZ / ALI MUNTOHA)

About the Author