xanax cause heart attack buy xanax what happens if you mix methadone with xanax

how long does soma stay in your system for a blood test buy soma soma cups massage

calcule a soma dos angulos internos dos seguintes poligonos dodecágono generic soma funçao exponencial soma

which xanax is stronger green or white generic xanax cross tolerance ambien and xanax

length of time xanax stays in system buy xanax xanax treatment centers

what are the side effects of long term use of phentermine buy phentermine doctors san antonio prescribe phentermine

taking ambien and driving buy ambien online no prescription does ambien affect birth control pills

what can i take with ambien to help me sleep buy ambien ambien addiction specialist

soma beachwood oh buy soma basil thai soma san francisco

produtos notaveis quadrado da soma da diferença buy soma aura soma equilibrium 110

Diterbitkan pada: Sen, Des 14th, 2015

Anak Muda Tetap Rawan Kena Serangan Jantung

Reporter:    /  @ 21:16:38  /  14 Desember 2015

Kesehatan Jantung

KUDUS – Penyakit jantung sekarang ini bukan hanya dialami oleh mereka yang berusia tua. Melainkan bagi mereka yang masih muda, juga dapat mengalami hal yang menakutkan itu.

Kabid Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan pada Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus dokter Hikari Widodo mengatakan, kasus di 2015, sudah terdapat beberapa beberapa orang yang terkena penyakit jantung, pada usia yang masih muda.

”Penyakit jantung mulai mengarah pada usia produktif, yakni pada usia 25 tahun ke atas. Memang persentasenya tidak terlalu besar, kurang lebih 10 persen usia produktif yang terkena jantung,” katanya kepada koran muria, Senin (14/12/2015).

Menurutnya, meski jumlahnya sedikit, namun ini jangan dianggap remeh. Bisa jadi angka jantung yang menyerang usia produktif makin tinggi, seiring dengan banyaknya perilaku yang mendorongnya.

Namun, sekarang kaum usia produktif perlu waspada terhadap ancaman jantung. Pada usia produktif, jantung dapat menyerang, terutama pada mereka yang gemar mengkonsumsi makanan berlemak dan narkoba. Walau belum ada angka yang pasti atas ini.

”Jangan sampai berpikiran usia muda untuk terkena penyakit masih bisa diatasi, sehingga makanan tidak dikontrol. Namun, untuk jantung ini bisa menyerang mendadak,” ujarnya.

Apalagi sebelumnya, tidak pernah melakukan general check up dan tiba-tiba terkena jantung, kasus tersebut sudah banyak dijumpai olehnya. Untuk cek secara berkala juga dapat membantu.

Hikari mengatakan, meski di Kudus sendiri angka penderita jantung tidak terlalu tinggi, tapi tetap perlu waspada. Dan jantung ini, disebabkab penyakit hipertensi. Dari data tahun lalu penyakit hipertensi yang paling tinggi angka kasusnya yakni mencapai 6.810, dan disusul DM yang mencapai 2.348 kasus.

”Dua penyakit ini bisa beresiko jantung. Dan penyakit ini mulai menyerang usia produktif. Penyebab utama memang pola hidup yang kurang dijaga, apalagi tuntutan kerja saat ini yang semakin ketat. Sehingga tingkat stres meningkat, sehingga pelariannya pada makanan-makanan siap saji. Dan kebanyakan meninggalkan sayur mayur,” ungkapnya.

Penyakit Jantung Dapat Datang Tanpa Gejala

Penyakit jantung sekarang ini dapat menyerang tiba-tiba. Tidak hanya bagi orang yang sudah ada gejala jantung, tapi bisa menimpa orang yang tidak ada risiko penyakit tersebut, dan datang secara dadakan.

Kabid Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan pada DKK dr Hikari Widodo mengatakan, beberapa hal yang membuat keadaan yang dapat menyebabkan penyakit jantung adalah usia lanjut, obesitas, merokok, jenis kelamin, dan kurang olahraga.

”Selain itu, pola hidup yang tidak seimbang dan tingkat stres bisa mengarah pada risiko jantung. Semakin tidak sehat pola hidup seseorang, maka akan semakin membuat risiko tinggi,” katanya.

Menurutnya, terlalu capek juga bisa mengarah pada penyakit tersebut. Tidak hanya faktor usia, tapi aktivitas yang over dan makanan yang tidak terkontrol.

Beberapa hal yang perlu dilakukan untuk mencegah hal itu adalah, seperti menjalankan perilaku hidup sehat sejak dini. Olahraga secara teratur juga dapat membuat tubuh tetap fit.

”Dengan demikian juga dapat menyehatkan jantung. Melakukan check up juga diperlukan, untuk mengetahui bagaimana keadaan jantung kita,” imbuhnya. (FAISOL HADI / MERIE)

Komentar

komentar

© Copyright 2015 Koran Muria - All Rights Reserved | Redaksi | Pedoman Media Siber DMCA.com Protection Status