subutex withdrawal tramadol tramadol 50 mg duration of withdrawal symptoms from tramadol

valium with lortab diazepam 5mg buy valium North Dakota

ambien (zolpidem) y sonata (zaleplon) zolpidem 10 mg addiction of ambien

valium escitalopram diazepam 5mg conversion of ativan to valium

para q sirve ketorolaco tramadol tramadol 50 mg can tramadol cause sleeplessness

differences between valium xanax and ativan buy ativan online ativan schedule dea

medstore online xanax buy xanax how to combat drowsiness from xanax

how long until tramadol expired tramadol 50 mg tramadol withdrawal last

seno cosseno e tangente da soma de arcos soma online soma salon calgary

tramadol dog nausea tramadol 50mg tramadol mk

Diterbitkan pada: Ming, Jan 10th, 2016

Menikmati Lezatnya Tongseng Iga Sapi di Jalan Tondonegoro Pati

Reporter:    /  @ 15:03:13  /  10 Januari 2016

 

Pengunjung tengah menikmati tongseng iga bakar di Jalan Tondonegoro Pati. (KORAN MURIA/LISMANTO)

Pengunjung tengah menikmati tongseng iga bakar di Jalan Tondonegoro Pati. (KORAN MURIA/LISMANTO)

PATI – Selama ini, tongseng memang identik dengan daging kambing. Namun, tongseng yang dijajahkan Budhi’s Warung di Jalan Tondonegoro, Pati ini berbeda. Menu yang ditawarkan bukan daging kambing, melainkan iga sapi. Rasanya pun tak kalah dengan tongseng biasa.

Tak ayal, warung yang berada di utara Simpang Lima Pati (ada pertigaan, kiri jalan) ini selalu ramai dikunjungi penikmat kuliner. Terutama pada saat jam-jam makan siang. Penikmatnya pun lintas generasi dan profesi.

Hal itu wajar, selain tempat yang strategis harga yang ditawarkan cukup terjangkau. Untuk menikmati satu porsi tongseng iga sapi, pengunjung cukup merogoh kocek Rp 18 ribu saja.

“Harganya cukup terjangkau. Satu porsi tongseng iga sapi cukup dengan Rp 18 ribu saja. Padahal, rasanya mantap dan pas di perut. Enak,” kata Agus Rianta, salah satu penikmat kuliner iga sapi asal Desa Kayen saat dimintai keterangan Koran Muria, Sabtu (9/1/2016).

Ia mengatakan, kuliner iga sapi tersebut cocok disantap pada siang hari. Pasalnya, racikan bumbu dan jenis masakannya memang pas saat dimakan pada siang hari.

Meski begitu, kata dia, tongseng iga sapi bisa saja disantap sebagai menu sore hari. “Kalau pagi sepertinya kok tidak masuk. Ini cocoknya menu siang dan sore,” imbuhnya.

Hal itu diakui pemilik warung, Budi Siswanto. “Warung kami paling ramai dikunjungi pada siang hari. Banyak pegawai dan stad yang memilih makan siang di warung kami,” ujar Budi.

Dalam sehari saja, Budi mengaku bisa menjual sekitar 70 hingga 100 porsi tongseng iga sapi. “Rata-rata, saya bisa menjual 70 sampai 100 porsi dalam sehari. Dari 12 kilogram iga sapi, biasanya menghasilkan 50 porsi saja,” tuturnya.

Selain tongseng iga sapi, Budhi’s warung juga menawarkan beragam menu lainnya seperti iga sapi penyet, iga sapi bakar, dan asem iga sapi. Rasanya benar-benar mantap. (LISMANTO/SUPRIYADI)

Komentar

komentar

© Copyright 2015 Koran Muria - All Rights Reserved | Redaksi | Pedoman Media Siber DMCA.com Protection Status