Published On: Tue, Feb 2nd, 2016

Klakson Ini Tidak Akan Lemot Kayak Keong

Seorang pelanggan sedang berdiskusi mengenai jenis klakson yang akan dipilihnya, di toko aksesoris Henry Klakson, yang ada di Jalan HOS Cokroaminoto, Kudus, Selasa (2/2/2016). (KORAN MURIA / EDY SUTRIYONO)

Seorang pelanggan sedang berdiskusi mengenai jenis klakson yang akan dipilihnya, di toko aksesoris Henry Klakson, yang ada di Jalan HOS Cokroaminoto, Kudus, Selasa (2/2/2016). (KORAN MURIA / EDY SUTRIYONO)

Koran Muria, Kudus – Berbagai jenis klakson kendaraan, baik sepeda motor atau mobil, saat ini memang banyak bermunculan di toko aksesoris atau pasaran. Mulai dari klakson keong zaman 1980-an atau juga klakson bosch, hela, atau sejenisnya yang bentuk bulat.

Penjual klakson pada toko ”Henry Klakson” yang berada di Jalan HOS Cokroaminoto, Kudus, Andi mengatakan, bagi seseorang yang sudah memahami dan tahu akan perawatan klakson itu, pastinya menginginkan suara klakson yang khas.

”Kalau mereka ingin yang seperti itu, maka mereka akan memilih klakson jenis keong,” jelasnya kepada koran muria, Selasa (2/2/2016).

Andi mengatakan, klakson yang berbetuk keong itu menurut para pengendara mempunyai suara khas. Yakni nyaring dan mempunyai suara bass tersendiri dibanding dengan klakson lainnya. Baik itu klakson bosch atau hela yang bentuknya bundar.

”Klakson jenis keong itu, bila dibunyikaan akan bersuara nyaring dan mempunyai bass, tapi tidak menyakitkan kendang telinga. Sebab ada suara bass yang bikin empuk. Namun untuk klakson lainnya, suaranya nyaring dan menyakitkan telinga, serta mengagetkan pengendara kendaraan yang lain. Akan tetapi, pilihan itu juga tergantung selera,” paparnya.

Untuk harga klakson keong yang berukuran besar, seharga Rp 850 ribu per buahnya. Dan untuk biaya servisnya seharga Rp 500 ribu per buah. Sedangkan untuk klakson keong berukuran kecil, seharga Rp 485 ribu sepasang. Serta untuk biaya servis seharga Rp 325 ribu untuk satu pasangnya.

Aneka warna klakson keong yang bisa dipilih untuk kendaraan Anda. (KORAN MURIA / EDY SUTRIYONO)

Aneka warna klakson keong yang bisa dipilih untuk kendaraan Anda. (KORAN MURIA / EDY SUTRIYONO)

”Bila ingin awet, maka klakson itu jangan sampai kemasukan air saat mencuci kendaraan. Sebab bila terkena air lantaran tersemprot semburan air dari pompa atau kompresor, maka akan konslet. Sebab klakson keong mempunyai lubang yang terlalu lebar. Akan tetapi bila terkena air hujan, tidak akan mempengaruhi barang tersebut,” jelasnya.

Dia menambahkan, untuk klakson jenis keong yang besar memang masih berbahan besi. Sebab klakson tersebut buatan tahun 80-an dan terbilang kuno. Akan tetapi untuk klakson keong yang berukuran kecil, benda tersebut berbahan plastik.

”Akan tetapi bukan lantaran bahannya yang membuatnya unik. Namun dari bunyinya yang nyaring dan ngebas itulah yang sampai sekarang ini masih diminati pengendara kendaraan. Baik motor atau mobil,” imbuhnya.

Editor: Merie

About the Author

-