Published On: Thu, Feb 4th, 2016

Jadul-Jadul, Keong Ini Tetap Dicari Orang

Karyawan Widodo Motor Sport Kudus memperlihatkan klakson keong yang masih banyak diminati pemilik kendaraan. (KORAN MURIA / EDY SUTRIYONO)

Karyawan Widodo Motor Sport Kudus memperlihatkan klakson keong yang masih banyak diminati pemilik kendaraan. (KORAN MURIA / EDY SUTRIYONO)

Koran Muria, Kudus – Meski dinilai jadul, klakson jenis koeng ternyata semakin diburu para penguna kendaraan. Sebab klakson yang mirip menyerupai keong ini mempunyai keunikan dan keungulan tersendiri, dibanding dengan klakson jenis lainnya.

Salah satu karyawan toko aksesoris Widodo Motor Sport Kudus Misbah mengatakan, untuk klakson jenis keong ini memang masih diburu para pembeli. ”Sebab mempunyai suara yang nyaring dan ngebas dibanding dengan klakson jenis denso (bunder, red),” katanya kepada koran muria, Kamis (4/2/2016).

Klakson yang melingkar mirip rumah keong itu itu sekarang sudah ada penutup atau mimbran suaranya. Sehingga suara yang dikeluarkanb bisa bertambah ngebas.

”Dahulunya memang lubang klakson ini tidak ada penutupnya. Namun sekarang lubang itu sudah ada mimbran atau penutupnya. Sehingga suara klakson itu tambah empuk atau ngebas. Serta penutup tersebut untuk melindungi dari air yang masuk,” tuturnya.

Misbah menjelaskan, selain itu untuk penempatan atau pemasangan klakson ini juga mudah dilakukan. Serta tidak memakan tempat. Yakni bisa dipasang dada motor. Yakni di atas plat nomor, maupun di atas mesin atau bawah tangki motor.

Klakson ini juga harganya terjangkau. Yakni kisaran Rp 35 ribu. Baik satu buah ataupun satu pasangnya. ”Untuk harga sendiri ada yang Rp 35 ribu per buahnya. Dan ada yang Rp 35 ribu sepasangnya. Itupun tergantung jenisnya. Tinggal pilihan konsumennya saja,” tuturnya.

Dia menambahkan, selain harga dan suara khasnya, klakson keong ini juga tidak begitu memakan setrum. Sebab ukuran setrum aki yang dibutuhkan hanya kisaran 12 volt saja. ”Sehingga tidak mudah membuat aki tekor,” imbuhnya.

Editor: Merie

About the Author

-