Diterbitkan pada: Ming, Feb 14th, 2016

Film Spotlight yang Menguak Skandal Pencabulan Pastur jadi Kado Hari Pers Nasional

   /  @ 15:12:41  /  14 Februari 2016

 

spotlighte

Koran Muria – Film Spotlight karya sutradar Tom McCarthy, seolah menjadi kado bagi peringatan Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2016. Film yang mengetengahkan cerita tentang proses investigasi jurnalistik untuk menguak pelecehan seksual di kalangan pastur di Amerika itu, diputar perda di Indonesia pada 9 Februari 2016 yang merupakan puncak peringatan HPN.

Film yang mengangkat kisah nyata proses investigasi yang dilakukan Tim Spotlight pada The Bouston Globe itu, digelar Kedutaan Besar AS bekerja sama dengan Blitz Megaplex di Pusat Kebudayaan AS @america, Jakarta, Selasa (9/2/2016) malam.

Wakil Duta Besar AS untuk Indonesia Brian McFeeters mengatakan, film tersebut mengangkat tentang kebebasan pers di Amerika. Di mana ia menyebut, kebebasan pers di Negeri Paman Sam dan di Indonesian hampir tak ada bedanya.

“Film ini menekankan pada kekuatan kebebasan pers untuk mendukung proses pemerintahan dan penyelesaian masalah di suatu negara,” katanya.

Film Hollywood itu dibintangi sejumlah artis ternama. Di antaranya Mark Ruffalo, Michael Keaton, Rachel McAdams, Liev Schreiber, dan Stanley Tucci. Film ini diangkat dari kisah nyata, tentang tim redaksi Harian Boston Globe, yang mengungkap misteri skandal pelecehan seksual pada anak yang terjadi di sebuah Gereja Katolik.

Dalam film itu, dipaparkan bagaimana tim Soptlight mengupayakan berbagai cara, menggali dan mencari narasumber untuk mengungkap kasus yang awalnya dianggap tabu itu. Bahkan tim Soptlight juga harus mengajukan gugatan ke pengadilan untuk mendapatkan data-data untuk menunjang proses investigasi.

Dalam film itu juga dipaparkan tentang tarik ulur di dewan redaksi, untuk menerbitkan laporan investigasi yang telah disusun selama berbulan-bulan itu.

Tim Spotlight The Bouston Globe tengah berdiskusi untuk menyelesaikan proses investigasi.

Tim Spotlight The Bouston Globe tengah berdiskusi untuk menyelesaikan proses investigasi.

Meski objek penyelidikan menyentuh hal yang sensitif, film ini menitikberatkan pada proses laporan investigasi yang dilakukan empat orang wartawan (Tim Spotlight) Boston Globe dalam membuat sebuah laporan mendalam tentang skandal tersebut untuk kemudian disebarluaskan ke publik.

“Jurnalisme investigasi adalah topik terpenting yang diangkat dalam film ini, dimana diperlihatkan betapa wartawan menghabiskan waktu yang sangat panjang untuk mencari detail fakta dan bahkan menggugat hukum untuk dapat menghasilkan cerita yang bermanfaat bagi masyarakat AS,” ujar Brian.

Film yang akan diputar untuk publik Indonesia mulai 17 Februari ini memperoleh enam nominasi Oscar untuk Film Terbaik, Sutradara Terbaik, Naskah Film Terbaik, Penyuntingan Film Terbaik, Aktor Pendukung Terbaik, dan Aktris Pendukung Terbaik.

Editor : Ali Muntoha

Komentar

komentar



Berita Terbaru

Juni, Pertumbuhan Kredit Perbankan Melambat

4 Agustus 2017, Komentar Dinonaktifkan pada Juni, Pertumbuhan Kredit Perbankan Melambat

5 Ramuan Alami Ini Ampuh Usir Flek Hitam dari Wajah

4 Agustus 2017, Komentar Dinonaktifkan pada 5 Ramuan Alami Ini Ampuh Usir Flek Hitam dari Wajah

Tak Perlu Ragu Kehalalan Vaksin Campak-Rubella

4 Agustus 2017, Komentar Dinonaktifkan pada Tak Perlu Ragu Kehalalan Vaksin Campak-Rubella

Hadiah Rp 200 Juta yang Bisa Artikan Tiap Huruf Misterius di Tempurung Kura-kura Ini

3 Agustus 2017, Komentar Dinonaktifkan pada Hadiah Rp 200 Juta yang Bisa Artikan Tiap Huruf Misterius di Tempurung Kura-kura Ini

Ramuan Jus Wortel dan Kuning Telur Ini Bisa Bikin Mr P Tak Cepat Nglokro

3 Agustus 2017, Komentar Dinonaktifkan pada Ramuan Jus Wortel dan Kuning Telur Ini Bisa Bikin Mr P Tak Cepat Nglokro
© Copyright 2015 Koran Muria - All Rights Reserved | Redaksi | Pedoman Media Siber DMCA.com Protection Status