Published On: Sun, Feb 28th, 2016

Garang Asem Kudus, Nikmatnya Memang Tidak Tergantikan

kuliner-garang asem-1e

Hj Yulli memperlihatkan seporsi besar garang asem yang nikmat, yang menjadi andalan di warung Sari Rasa, Jalan Agil Kusumadya Kudus. (KORAN MURIA)

Garang asem dan Kabupaten Kudus rasanya memang tidak terpisahkan. Makanan ini menjadi makanan yang wajib dicoba siapa saja yang datang ke Kabupaten Kudus. Selain tentunya aneka makanan khas lainnya seperti soto dan lentog.

Ada satu rumah makan yang begitu identik dengan menu garang asemnya. Itu adalah Rumah Makan Sari Rasa, yang terletak di Jalan Agil Kusumadya, Nomor 20. Atau tepat di pinggir jalur utama pantura Kudus.

Menonjolnya rumah makan ini sendiri, karena masakannya yang memang lain daripada yang lain. Apalagi menu garang asemnya, dianggap mewakili rasa otentik garang asem. ”Kalau garang asem sendiri, rasa yang sangat dikenal adalah yang di Sari Rasa ini. Sudah sangat identik khasnya. Kalau kebetulan saya ke Kudus, pasti mencicipi masakan ini,” jelas Ari, warga Kabupaten Jepara.

Resep garang asem di warung ini, sudah turun temurun sejak tahun 1977 itu. Dan masih bertahan hingga sekarang. Kenikmatannya sudah diakui, bahkan seringkali masuk berbagai program acara kuliner di berbagai stasiun televisi.

Sejak tahun 2009 lalu, rumah makan ini dipegang Hj Yully. Dan rasanya sama sekali tidak berubah. Meski bangunannya sudah mengalami perbaikan dan perluasan menjadi lebih baik lagi, namun tidak mengurangi cita rasa khas garang asem di sini.

Daging ayam yang dipakai adalah daging ayam kampung. Ditambah cita rasa kecut segar dari belimbing wuluh dan tomat hijaunya, sangat nikmat disajikan panas karena segarnya. Inilah yang kemudian menjadi andalan dan disukai pengunjung dan membuat mereka ketagihan.

Karyawan RM Sari Rasa sedang membungkus garang asem yang akan dimasak selama kurang lebih dua jam untuk membuatnya menjadi makanan yang enak. (KORAN MURIA)

Karyawan RM Sari Rasa sedang membungkus garang asem yang akan dimasak selama kurang lebih dua jam untuk membuatnya menjadi makanan yang enak. (KORAN MURIA)

Tidak hanya pengunjung lokal saja, tetapi juga banyak yang dari luar kota yang hanya sekadar ingin memanjakan lidah dengan garang asem Kudus. ”Ayam kampung itu lebih manis, warna kulitnya juga agak kecokelatan. Sedangkan ayam potong dagingnya putih. Dari semuanya, lebih enak ayam kampung,” jelas Yully, kepada koran muria.

Yully mengaku memilih ayam kampung menjadi bahan utama garang asem di tempatnya. Dan ayam kampung yang digunakan juga tidak boleh sembarangan. Jika tanpa perhitungan yang tepat, cita rasa khas ayam kampung ini akan berubah. Jika terlalu tua dagingnya menjadi alot, sedangkan jika terlalu muda dagingnya terlalu empuk.

”Karena rasa memang tidak dapat dibohongi. Ayamnya yang saya pilih harus berusia kurang lebih 3-4 bulan. Agar dagingnya tidak terlalu alot,” paparnya.

Sedangkan bahan-bahan pendukung yang digunakan, juga harus dalam keadaan segar. Karena proses memasaknya dalam keadaan segar atau dimulai dari bahan mentah semua. ”Ada yang dirajang, juga ada yang dihaluskan. Nanti dijadikan satu sebelum dimasak,” katanya.

Untuk menghasilkan kematangan yang sempurna, Yully mengatakan jika garang asem dikukus dalam waktu kurang lebih 1,5 jam. Jika berlebihan, tomat menjadi lembek dan kurang memberikan sensasi segar. Menu ini sangat cocok untuk menemani santap siang.

Bukan hanya garang asam saja menu yang disediakan di RM Sari Rasa. Namun ada beragam menu lain yang siap dinikmati. Tentunya yang khas Kudus. (KORAN MURIA)

Bukan hanya garang asam saja menu yang disediakan di RM Sari Rasa. Namun ada beragam menu lain yang siap dinikmati. Tentunya yang khas Kudus. (KORAN MURIA)

”Karena tekstur ayamnya yang lembut dan berkuah dengan rasa pedas asem, maka mampu meningkatkan selera makan. Ini semua dihasilkan dari bumbu serta tomat yang dicampur dengan sangat pas,” jelasnya.

Selain dimakan di tempat, kenikmatan garang asem ini juga bisa dirasakan di rumah. Karena makanan ini ternyata sering bisa dijadikan buah tangan dan dibawa ke berbagai kota.

Seperti Rini, salah satu pengunjung yang berasal dari Semarang. Dia mengaku setiapkali ke Kudus, keinginannya hanya ingin makan garang asem yang dijual di RM Sari Rasa ini.

Bukan saja dimakan di tempat, Rini mengatakan jika dirinya juga wajib membawa pulang garang asem, untuk oleh-oleh mereka yang ada di rumah. Minimal 6 bungkus dia bawa pulang.

”Rasanya enak. Setiapkali ke Kudus pasti makan garang asam di sini. Dan sudah pasti, harus bawa pulang atau membungkus juga untuk dibawa pulang. Buat keluarga yang ada di rumah juga,” katanya.

Rini mengaku sangat menyukai garang asem ini, karena menggunakan bahan utama ayam kampung. ”Rasa khas ayam kampung itu berbeda dengan ayam potong. Jadi lebih enak. Kalau ayam potong itu dagingnya terasa aneh,” jelasnya.

Garang asem di RM Sari Rasa terdiri dari garang asem daging dan jerohan. Di rumah makan itu, selain menu utama garang asem, juga ada berbagai menu pilihan lain. Yakni tahu telur, tahu campur, rames daging, rames ayam, rames telur, ayam goreng, opor, dan masih banyak lagi.

Editor: Merie

About the Author

-