Diterbitkan pada: Ming, Mar 6th, 2016

Taman Menara Tertutup Teduhnya Beringin Raksasa

Reporter:    /  @ 17:09:01  /  6 Maret 2016

Foto : Koran Muria / Faisol Hadi

Foto : Koran Muria / Faisol Hadi

Koran Muria, Kudus – Keberadaan taman di suatu tempat, nampaknya sudah menjadi sebuah kebutuhan. Termasuk juga Taman Menara, dengan bermodal pot-pot tanaman, membuat taman tersebut menjadi berbeda dari kebanyakan taman yang terdapat di Kudus.

Taman Menara sendiri dibangun pada 2015 lalu, pembangunan taman yang menelan Rp 3 miliar itu, tidak menghilangkan khas daerah tersebut. Sebab beringin raksasa yang diyakini sudah ada sejak zaman dahulu kala itu, masih tetap kokoh berdiri.

Alhasil, besar dan lebatnya pohon beringin mampu meneduhkan sebagian lokasi taman. Bahkan, sekitar beringin mampu menjadi tempat alternatif, guna beristirahat atau hanya sekadar menghabiskan waktu bersama teman.

Keberadaan taman anyar itu, juga dihadirkan dengan penataan pot yang sangat rapi. Pot tanaman ditata pada bagian sisi kiri dan kanan pohon beringin.

Bahkan, bukan hanya pot tanaman yang ditekankan pada pondasi taman saja, melainkan untuk pijakan pot tanaman, sebagaian dibuatkan dari tiang yang tingginya bervariatif. Sehingga memuat taman terlihat lebih elegan.

Taman itu juga menjadi favorit bagi para peziarah. Bukan hanya dari Kudus dan sekitarnya saja, melainkan pula dari luar Jawa sekaligus juga menjadi favorit lokasi berfoto selain di Menara Kudus.

Maklum saja, kendaraan pengangkut peziarah, pasti diberhentikan tepat di depan Taman Menara. Di situ, peziarah akan langsung disambut dengan tulisan Taman Menara yang dikelilingi air kolam.

Setelah itu, peziarah kembali akan dimanjakan dengan pohon beringin raksasa. Para peziarah juga tidak akan merasa takut dengan pohon beringin yang kebanyakan terlihat angker.

Sebab kesan angker pohon yang sering dikaitkan dengan mistis itu, tidak akan nampak. Sebaliknya, kesan yang muncul yakni sejuk dan teduh dengan pemandangan yang indah tentunya.

Pengunjung makam, Evi, mengungkapkan kalau Taman Menara sangat teduh. Lokasi yang dulunya menjadi pusat keramaian berupa alun-alun lama itu, tetap terasa sejuk dengan beringin besar yang menutupi sebagian taman.

Karena keteduhan itu, maka dia bersama teman-temannya juga kerap menghabiskan waktu di tempat ini. Bahkan, kalau Minggu pagi, lokasi itu juga kerap menjadi rujukan saat CFD.

“Rapi dan bersih, makanya kami betah disini berlama lama. Apalagi ada petugasnya, sehingga disini lebih aman,” ungkapnya.

Editor : Ali Muntoha

Komentar

komentar



© Copyright 2015 Koran Muria - All Rights Reserved | Redaksi | Pedoman Media Siber DMCA.com Protection Status