Diterbitkan pada: Ming, Mar 6th, 2016

Pindang Kerbau, Santapan Penyeimbang Soto Kudus

Reporter:    /  @ 17:25:12  /  6 Maret 2016

Foto-foto : Koran Muria / Edy Sutriyono

Foto-foto : Koran Muria / Edy Sutriyono

KoranMuria, Kudus – Meskipun Kudus terkenal dengan kuliner khas soto yang berbahan daging kerbau, namun ada jenis kuliner lain dari daging kerbau yang mempunyai rasa selangit. Yakni pindang kerbau. Jenis kuliner ini sudah tak asing lagi, bagi warga di sekitar Kabupaten Kudus.

Bahkan makanan ini kerap diburu para pelancong, ataupun wisatawan yang tengah melintas di Kudus. Pindang kerbau menjadi salah satu pilihan kuliner dari berbagai macam makanan khas dari Kota Kretek ini. Kuah makanan yang berbahan dasar kluwek dan daun mlinjo muda ini sudah mampu memikat lidah penikmatnya.

Salah satu warung yang menjajakan pindang kerbau yang cukup laris yakni warung makan Pak Ramidjan. Meskipun warung ini juga terkenal dengan sotonya, namun menu pindang kerbau di warung ini tak bisa dipandang sebelah mata.

Salah satu cucu “Pak Ramidjan” Imam (24) mengakui warung itu lebih dulu menjual soto dibandingkan pindang. “Namun dengan adanya menu ini, bisa memberikan varian menu kepada pembeli,” paparnya.

Dari pantaun KoranMuria, menu makanan pindang juga sangat menarik untuk dicicipi. Pasalnya, kuah menu makanan yang terlihat kental kecoklatan tersebut, sangat menggoyang lidah. Apalagi ditambah dengan sate jeroan ayam.

“Selain memberikan pelayanan dan rasa kekeluargaan disaat melayani pelanggan, varain menu tersebut juga sebagai sarana untuk memuaskan pelanggan. Sehingga pembeli lainnya bisa memilih pindang ini,” ujarnya.

Dia melanjutkan, memang untuk memikat pelanggan atau tidak mngecewakan pelanggan, pihaknya tetap menjaga resep dan mengedepakan cita rasa yang dimilikinya.

Oleh sebab itu, warung makan yang berada di Jalan Hos Cokroaminoto, Mlati Lor, Kudus itu, tetap mempertahankan resep secara turun temurun kepada anak cucunya.

“Memang rata rata keturunan Pak Ramidjan ini selalu mengedepankan resep keturunan yang sudah diwariskan. Sehingga usaha ini selalu bisa diturunkan kepada anak cucunya. Seperti halnya saya,” ujarnya.

Sebelum terjun sendiri membuka menu ini, ia mengaku telah lama berguru dengan cara ikut berdagang. Sehingga pria lulusan Psikologi UMK ini bisa mempertahankan resep pindang kerbau sampai saat ini. Bahkan dirinya memilih untuk berjualan pindang kerbau ini dibanding bekerja di tempat lain.

“Ya saya suka berjulan. Sebab usaha ini bisa turun temurun. Selain itu, dalam berjulan pindang ini, kami juga mematok harga Rp 8 ribu per porsinya,” imbuhnya.

Dia menambahkan, warung Pak Ramidjan ini dibuka mulai jam 08.00 WIB hingga sore 17.00 WIB. Sebab malamnya akan berjulan di stan Taman Boejana Kudus.

Editor : Ali Muntoha

Komentar

komentar



Berita Terbaru

Tradisi Sowan Kiai Jadi Kunci Sukses Abdul Hadi Pimpin Warga Nahdliyin di Kudus

27 Juni 2017, Komentar Dinonaktifkan pada Tradisi Sowan Kiai Jadi Kunci Sukses Abdul Hadi Pimpin Warga Nahdliyin di Kudus

Mbah Maimoen Zubair, Ulama Kharismatik Gudangnya Ilmu Pengetahuan

26 Juni 2017, Komentar Dinonaktifkan pada Mbah Maimoen Zubair, Ulama Kharismatik Gudangnya Ilmu Pengetahuan

KH Sya’roni Achmadi, Kiai Tanpa Pesantren yang Selalu Dihormati

25 Juni 2017, Komentar Dinonaktifkan pada KH Sya’roni Achmadi, Kiai Tanpa Pesantren yang Selalu Dihormati

Ustaz Mushofa, Imam Termuda di Muda Masjid Agung Baitunnur Pati

24 Juni 2017, Komentar Dinonaktifkan pada Ustaz Mushofa, Imam Termuda di Muda Masjid Agung Baitunnur Pati

Kelola Tingkat Stres, Sakit Kepala Bakal Kabur

23 Juni 2017, Komentar Dinonaktifkan pada Kelola Tingkat Stres, Sakit Kepala Bakal Kabur
© Copyright 2015 Koran Muria - All Rights Reserved | Redaksi | Pedoman Media Siber DMCA.com Protection Status