Diterbitkan pada: Ming, Mar 20th, 2016

Entog Goreng dan Rica Rahtawu, Santapan Lezat dengan Pemandangan Terindah

   /  @ 18:29:53  /  20 Maret 2016

entog rahtawu-1e

Koran Muria, Kudus – Masyarakat di Kabupaten Kudus, rupanya sangat tergila-gila dengan yang namanya masakan berbahan baku entog. Mereka memburu berbagai warung makan yang menyediakan khusus masakan entog.

Beberapa warung makan di Kudus, juga menyediakan aneka jenis masakan dari entog. Baik yang digoreng, dirica-rica, diswike, dan lain sebagainya. Dan semuanya laris manis.

Ada beberapa warung makan khusus entog yang menjadi langganan masyarakat. Salah satunya bahkan memiliki pemandangan indah, yang membuat siapa saja ingin kembali ke sana.

Warung makan itu adalah warung makan entog Mbak Ratri. Lokasinya di atas gunung. Tepatnya di Pegunungan Muria, turut Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus.

Mbak Ratri adalah satu dari sekian banyak orang di Rahtawu yang menjual masakan entog. Ada beberapa yang merupakan warung makan cukup besar di sana, salah satunya adalah milik Mbak Ratri.

Letak warung makan ini memang di Desa Rahtawu. Dari bawah, Anda harus melajukan kendaraan ke atas gunung. Arahnya adalah ke Kecamatan Gebog. Dari pusat wilayah Kecamatan Gebog, masih naik lagi ke atas, melewati Desa Menawan.

Perjalanan itu juga masih terus dilakukan dengan kondisi jalan yang mulai menanjak. Tidak ada angkutan umum di sini. Kecuali angkutan bak terbuka, yang biasanya hanya melayani penumpang yang berasal dari Rahtawu, untuk beraktivitas di berbagai wilayah di kota.

Biasanya mereka beroperasi di sekitar pabrik rokok Sukun yang ada di sana. Tidak setiap saat ada. Sehingga sangat disarankan untuk membawa kendaraan pribadi. Baik itu roda dua atau roda empat.

Jalanan yang cukup sempit, membuat pengendara harus berhati-hati. Pasalnya, di sepanjang jalan pilihannya hanya di satu sisi adalah tebing dan sisi lainnya adalah jurang. Namun, pemandangannya sangat luar biasa indah. Apalagi jika kemudian air terjun di sepanjang jalan itu terisi airnya. Sangat indah dan menyejukkan.

Setelah sampai di Balai Desa Rahtawu, perjalanan belum selesai. Masih dilanjutkan lagi untuk menuju ke warung makan entog goreng Mbak Ratri. Jalannya juga menanjak dan sempit, sehingga harus tetap berhati-hati.

Di sepanjang jalan, memang ada beberapa warung makan yang khusus menyediakan entog goreng. Namun milik Mbak Ratri ini adalah warung yang berada paling atas.

Jika sudah mendapati sebuah bangunan yang berada di kanan jalan dengan kondisi bangunan berada di bawah jalan dan jadi satu dengan sungai, maka Anda sudah sampai di warung tersebut. Untuk yang memakai mobil, ada lahan parkir di sebelah kanan yang tidak luas. Bagi yang memakai sepeda motor, langsung turun ke bawah, untuk parkir di depan warung yang sudah disediakan.

Di warung Mbak Ratri ini, ada dua jenis masakan entog. Yakni digoreng biasa atau dimasak rica-rica. Dua-duanya juga enak, apalagi dimakan dengan nasi putih panas, dan sambal dadak yang luar biasa pedas, maka Anda seolah tidak bisa berhenti memakannya.

Sambalnya sendiri dibuat langsung Mbak Ratri di tempat. Lombok rawit hijau itu, diuleg dengan bawang putih dan garam saja, ditambah sentuhan minyak goreng yang dituangkan di atasnya. Namun tipis saja. Rasanya sudah sangat ”menampar” lidah dan mulut. Benar-benar mantap.

Tapi, kalau tidak suka pedas, Mbak Ratri juga menyediakan sambal goreng biasa. Namun, juga terbilang sedikit pedas. Karena memang masakan entog sendiri sangat enak dinikmati bersama aneka sambal.

Sambil menunggu masakan jadi, di warung itu juga disediakan aneka jenis jajanan. Mulai dari keripik hingga kerupuk. Ada juga jajanan jenis mendoan, yang langsung digorengkan saat itu juga. Mbak Ratri tidak menyediakan gorengan yang sudah jadi. Sehingga mendoan panas itu akan pas mendampingi waktu menunggu masakan.

Tidak hanya jajanan saja yang bisa menjadi cara saat menunggu masakan jadi. Namun pemandangan alam di sekitar warung, juga luar biasa. Terutama sungainya yang memang berisi batu-batu raksasa yang sangat bagus bentuknya. Apalagi diterjang air sungai, menjadikan suara yang terdengar adalah suara yang sangat indah terdengarnya.

Mbak Ratri biasanya menyediakan juga jembatan ”cinta” di atas sungai tersebut. Sayangnya, jembatan tersebut biasanya hilang saat arus sungai sedang besar-besarnya. Sehingga berulangkali diganti. Banyak muda-muda yang mengunjungi lokasi ini. Ada yang berniat untuk makan, ada juga yang kemudian sekadar datang menikmati suasana yang memang tidak tergantikan itu.

Selamat menikmati entog goreng berbonus pesona alam, ya. Selamat datang di Rahtawu, negeri di atas angin.

Editor: Merie

Komentar

komentar



© Copyright 2015 Koran Muria - All Rights Reserved | Redaksi | Pedoman Media Siber DMCA.com Protection Status