Diterbitkan pada: Ming, Apr 24th, 2016

Mencicipi Nikmatnya Sensasi Pecel Pakis di Warung Mbok Yanah Colo Kudus

Reporter:    /  @ 15:07:00  /  24 April 2016

foto 1 (e)

(Koran Muria/Edy Sutriyono)

 

Koran Muria, Kudus – Siapa yang tak kenal dengan makanan yang yang namanya pecel, Jika Anda sedang berlibur atau berwisata ke Kudus dan tiba-tiba diserang lapar setelah keliling seharian, tak perlu panik karena ada tukang pecel yang siap  menyelamatkan Anda dengan pecel khas Kudusnya.

Berbahan dasar sayuran yang direbus kemudian disiram dengan bumbu kacang yang kental didominasi rasa pedas dan manis, pecel akan bertambah nikmat jika ditambah dengan tempe goreng dan bakwan.

Banyak daerah di Pulau Jawa yang memiliki pecel dengan ciri khasnya masing-masing, misalnya Pecel Madiun, Pecel Blitar, Pecel Madura, Pecel Slawi dan lain-lain. Begitu juga di Kudus, yang ternyata juga memiliki ciri khas tersendiri, yaitu pecel pakis. Makanan merakyat super nikmat, sedap dan mantep ini,  mungkin belum terlalu banyak yang tahu, khususnya masyarakat Kudus.

Yap, jika masih penasaran dengan sensasi nikmatnya pecel pakis, datang saja ke Warung Mbok Yanah, yang berada  di Desa Colo, RT 5 RW 1, Jurusan Pasanggrahan. Warung Mbok Yanah biasanya buka mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WIB. Bahkan, tak jarang warung ini buka sampai malam hari. Banyak peziarah ke Makam Sunan Muria dari luar Kudus yang mampir ke warung ini, untuk menikmati sensasi nikmatnya pecel pakis.

foto 2 (e)

(Koran Muria/Edy Sutriyono)

 

Keistimewaan pecel pakis dengan lainnya, adalah rasa. “Pakis ini terasa kenyal saat dimakan dibanding sayuran kangkung, kacang pancang atau sebagainya. Biasanya, untuk penyajiannya, pecel ini terdiri dari sayuran pakis dan toge saja. Namun terkadang pembeli minta sayuran pakis saja,” ujar Sul Yati (64) pemilik Warung Mbok Yanah.

Soal harga, jangan khawatir, sangat terjangkau dengan kantong kita. Untuk satu porsi pecel pakis, lengkap dengan nasi plus segelas teh, cuma Rp 7 ribu. Jika tak mau pakai nasi, hanya pecel pakis saja plus segelas teh, hanya Rp 5 ribu.

Untuk pembuatan pecel pakis sendiri, katanya, cukup mudah. Pertama, pakis direbus selama 1 jam dan setelah itu ditiriskan, dan untuk bumbu pecelnya sama seperti pecel pada umumnya.

Kemudian, untuk mendapatkan bahan baku sayur pakis, katanya, dirinya mendapatkannya dari Mayong, Jepara. Namun, bahan baku tersebut, warungnya sudah ada pedagang sayur yang mensuplai untuk kebutuhan pecel pakis.

“Yang banyak sayuran ini memang dari Jepara. Kalau untuk di Kudus sendiri sulit ditemui sayuran pakis ini. Selain itu, warga Kudus mungkin enggan untuk menanam sayuran ini, dan lebih baik lahannya ditanami palawija,” katanya.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar



© Copyright 2015 Koran Muria - All Rights Reserved | Redaksi | Pedoman Media Siber DMCA.com Protection Status