Published On: Sun, Apr 24th, 2016
Piknik | By

Piknik di Desa Kedumulyo Pati Disambut Gua-gua Penuh Cerita

foto piknik (e)

Seorang pengunjung mencoba untuk memasuki mulut Gua Sempol Seno di Desa Kedumulyo, Sukolilo, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

Koran Muria, Pati – Desa Kedumulyo, Kecamatan Sukolilo, Pati yang masuk wilayah Pegunungan Kendeng ternyata tidak hanya memiliki Gua Wareh. Struktur gunung yang terdiri dari tujuh formasi batuan membuat kawasan ini kaya akan gua.

Sejumlah gua yang masih asing bagi warga Pati, antara lain Gua Sempol Seno dan Gua Gendingan yang jaraknya bisa ditempuh dengan jalan kaki dari Gua Wareh. Tak ayal, Desa Kedumulyo bisa menjadi agenda piknik bersama keluarga.

Pengunjung pun akan disambut dengan gua-gua yang penuh dengan cerita. Di Gua Gendingan dan Gua Sempol Seno, misalnya. Dua gua ini diyakini warga setempat sebagai peninggalan tokoh pewayangan Jawa, Semar.

Ashari, penduduk setempat mengatakan, dua gua itu terbentuk dari dua batu yang digenggam Semar setelah mandi di Gua Wareh. Malam yang terlebih dahulu ditelan fajar, membuat Semar mengurungkan niatnya untuk mandi di sumber lainnya.

“Dua batu yang digenggam Semar dari Gua Wareh itu kemudian menjadi gua, yakni Gua Sempol Seno dan Gua Gendingan. Jaraknya tidak jauh, hanya sekitar 150 meter dari Gua Wareh,” tutur Ashari.

Kendati begitu, dua gua yang penuh dengan cerita itu tak menarik pengunjung. Sebagian besar mereka yang melihat kedua gua itu, setelah melepaskan penat dari Gua Wareh.

“Dua gua itu tidak pernah jadi jujugan utama. Sebagian besar yang menengoknya berasal dari Gua Wareh. Itupun tak lama, mereka langsung pulang begitu melihat-lihat sebentar,” katanya.

Adnan Maulana Rasyid, warga asal Jakenan yang kebetulan singgah di Gua Sempol Seno mengaku kagum dengan kondisi alam di Desa Kedumulyo. Lokasinya yang berada di lereng Pegunungan Kendeng membuatnya memiliki potensi wisata gua yang tak ternilai harganya.

Ia meyayangkan bila potensi itu dibiarkan begitu saja. Padahal, gua-gua yang ada di Desa Kedumulyo selain bisa menjadi tempat piknik, juga bisa menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pati.

“Sayang sekali kalau dibiarkan begitu saja. Ini sangat berpotensi untuk dijadikan sebagai destinasi wisata. Kalau dikelola dengan baik, saya yakin akan menjadi jujugan wisata, setidaknya wisatawan lokal,” ungkap Adnan.

Editor : Kholistiono

About the Author

-