Published On: Tue, Apr 26th, 2016
Pati | By

Gaun Pengantin Ciptaan Warga Pati Dibuat dari Koran Bekas

Novi Widya Ardani mengenakan gaun yang terbuat dari koran bekas buatan Sri Wahyuni, pensiunan guru asal Kelurahan Kalidoro, Pati. (KORAN MURIA / LISMANTO)

Novi Widya Ardani mengenakan gaun yang terbuat dari koran bekas buatan Sri Wahyuni, pensiunan guru asal Kelurahan Kalidoro, Pati. (KORAN MURIA / LISMANTO)

Koran Muria, Pati – Sri Wahyuni, warga Keluarahan Kalidoro, Kecamatan Pati Kota, Kabupaten Pati, mendesain baju pengantin dari kertas koran bekas. Baju pengantin dari koran ini, sukses dan dipamerkan dengan dikenakan model saat fashion show dalam Hari Kartini, di Taman Kalidoro.

Model yang mengenakan gaun itu yakni Novi Widya Ardani. Baju itu didominasi bulatan-bulatan kecil berbentuk kipas tampak apik melapisi setiap bagian tubuh Novi.

Sri Wahyuni, yang merupakan pensiunan guru itu menbatakan, ide membuat baju dari koran ini itu muncul setelah melihat banyaknya koran yang menumpuk. Bertepatan dengan diadakannya suatu lomba fashion show berbahan barang tak terpakai, Wahyuni mencoba untuk merancang baju dari koran bekas.

“Gaun dari koran bekas itu saya buat bersama menantu saya. Butuh koran sekitar 2 kilogram untuk membuat satu gaun. Harus telaten karena memang butuh waktu yang cukup lama. Satu baju bisa memakan waktu dua hingga tiga pekan,” ujar Wahyuni, Selasa (26/4/2016).

Pada bagian dada hingga pinggang, ditutupi kertas tebal yang kemudian dilapisi koran. Selebihnya, busana itu dibentuk dari ratusan kipas-kipas kecil dipasang hingga membentuk busana lengkap.

“Pada bagian bawah sengaja dilebihkan satu meter, karena busana ini bermodel seperti gaun pengantin. Sesuai dengan kesepakatan ibu-ibu PKK, gaun itu rencananya akan dipajang di balai desa atau bank sampah di desa setempat. Bila ada yang berminat, kita akan produksi lagi,” ujarnya.

Menurut dia, untuk membuat gaun dari koran bekas, salah satu kuncinya, mesti sabar, teliti, dan kreatif. Barang-barang yang dibutuhkan juga tak sulit didapatkan.

“Pertama, siapkan koran yang masih bagus biar tidak terkesan lusuh. Satu busana bisa menghabiskan satu hingga tiga kilogram sesuai dengan model yang dibutuhkan,” terangnya.

Selanjutnya, koran dipotong menjadi beberapa bagian. Satu lembar hasil potongan dibuat menjadi tiga bagian, bawahnya dipotong dan dilipat-lipat seperti membuat kipas.

“Setelah itu, dilipat jadi dua bagian lagi, digunting bagian tengah pada kanan dan kiri. Potong tengahnya, ditali dan diberi perekat. Ada dua bagian yang diberi perekat. Hasilnya, seperti kipas bulat,” tuturnya.

Hal itu diulang-ulang hingga menghasilkan puluhan atau ratusan kipas-kipas kecil. Selain itu, koran dipola, dipotong dan dijahit seperti membuat baju untuk bagian dada hingga pinggang.

“Pada dasarnya butuh kreativitas. Dengan kreativitas, kita bisa membuat banyak model dan bentuk. Jadi, tidak hanya monoton satu bentuk gaun saja,” imbuhnya.

Sayangnya, baju dari koran tidak bisa bertahan lama. Terlebih, sangat susah bila dipakai pada musim hujan. Karena itu, busana daur ulang dari koran biasanya dipakai untuk fashion dan acara perlombaan.

Editor : Ali Muntoha

About the Author

-