Published On: Tue, Apr 26th, 2016
Pati | By

Berburu Rajungan di Tengah Laut, Nelayan Pati Pulang jadi Mayat

tersambar petir
Koran Muria, Pati – Suwito Hasyim Ashari (48), warga Desa Keboromo, Kecamatan Tayu, Pati, ditemukan meninggal dunia di atas kapal cukrik yang digunakan mencari rajungan di Perairan Jawa, Senin (25/4/2016) kemarin. Korban diduga tewas karena terjatuh dan kepalanya membentur baut, setelah kaget dan mencoba menghindari petir.

Peristiwa itu bermula ketika pagi buta sekitar pukul 04.20 WIB, korban menaiki perahu cukriknya sendirian ke tengah laut. Pada saat yang bersamaan, ada sekitar delapan nelayan berangkat ke laut dengan tujuan yang sama, yaitu berburu rajungan.

Setelah sampai di tengah laut, korban mengambil jebakan rajungan yang sudah dipasang sehari sebelumnya. Saat hendak mengambil jaring, suara petir terdengar menggelegar dengan keras. Diduga, korban kaget dengan suara petir dan terjatuh.

“Saat kami sambangi, kepala bagian atas korban mengalami luka dan berdarah. Kepala bagian depan juga mengalami lecet. Selain itu, telinga sebelah kiri keluar darah,” kata Bawi, salah seorang saksi, Selasa (26/4/2016).

Setelah itu, Bawi bersama nelayan lain membawa korban menepi untuk mendapatkan bantuan dari warga setempat. Sejumlah warga kemudian memanggil tenaga medis dan petugas kepolisian dari Polsek Tayu.

“Dari hasil pemeriksaan, korban meninggal dunia setelah bagian kepala mengalami benturan keras. Ada luka dengan ukuran 10×1 cm pada kepala bagian atas dan tembus hingga tulang kepala,” kata dr Ida Dwi Winarni, tim medis dari Puskesmas Tayu.

Sementara itu, dari identifikasi, kepala korban terbentur baut perahu yang terbuat dari besi dengan diameter 1 cm. “Ada sisa rambut dalam baut itu. Diduga, korban terkejut ketika mendengar suara petir dan berusaha menghindar, tetapi jatuh ke belakan dengan posisi telentang,” imbuh Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo.

Editor : Ali Muntoha

About the Author

-