Published On: Wed, Apr 27th, 2016
Kudus | By

Median Jalan A Yani Dibongkar, Warga Kudus Justru Waswas

Pekerja tengah membongkar median di Jalan Ahmad Yani Kudus, mulai dari alun-alun hingga depan DPRD Kudus. (KORAN MURIA / EDY SUTRIONO)

Pekerja tengah membongkar median di Jalan Ahmad Yani Kudus, mulai dari alun-alun hingga depan DPRD Kudus. (KORAN MURIA / EDY SUTRIONO)

 

Koran Muria, Kudus – Langkah pemerintah yang membongkar median atau pemisah jalur di Jalan Ahmad Yani Kudus, mulai dari alun-alun hingga depan DPRD digadang-gadang untuk mengurai kepadatan arus lalu lintas di jalur itu. Namun pembongkaran itu justru membuat warga waswas, dan khawatir.

Warga khawatir lalu lintas akan semakin rewet, dan membhayakan karena laju kendaraan roda dua dan empat tak dipisah. Sehingga rawan menimbulkan kecelakaan. Warga juga khwatir dengan dibongkarnya median itu, lokasi yang semula untuk jalur motor nantinya akan digunakan untuk parkir liar.

Kekhawatiran itu disampaikan Khomsin (31), warga Wergu Kolan, Kecamatan Kota, Kudus, rabu (27/4/2016). Menurut dia, median yang selama ini menjadi pembatas antara roda dua dan roda empat itu, dihilangkan, nantinya area pinggir jalan akan dipenuhi mobil parkir.

“Contohnya saja di Jalan Jenderal Sudirman, dari alun-alun ke Pasar Kliwon. Dahulunya ada mediannya, namun setelah median itu dibongkar, tepi jalan tersebut malah jadi tempat parkir mobil,” katanya.

Menurutnya, jika pemerintah serius dengan alasan pembongkaran itu yakni untuk memperlancar arus lalu lintas, maka harus diberi rambu larangan parkir. Karena dengan banyaknya mobil yang parkir di pinggir jalan, juga bisa mengganggu arus lalu lintas.

“Saya sih hanya menebak saja, bila median itu hilang dan bekas median itu diaspal atau jalannya semakin lebar, secara otomatis nasib Jalan Ahmad Yani juga bakal sama dengan Jalan Jendal Sudirman. Tepi jalan akan dijadikan tempat parkir,” ujarnya.

Kekhwatiran juga diungkapkan Putut Sri Kuncoro, Kabid Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) Dishubkominfo. Ia menyebut dengan dibongkarnya median itu akan membuat jalur itu cukup rawan kecelakaan. Karena dengan jalur yang lebar, pengendara akan cenderung memacu kendaraanya dengan kencang.

“Pengguna jalan baik itu roda dua dan empat khususnya yang ada di Ahmad Yani, akan saling bersalip-salipan. Sehingga akan bisa membahayakan pengendara lainnya. Terlebih di wilayah Gang 4. Sebab di gang tersebut penyebrang jalan dari arah Tit Sudono, bakal kesulitan untuk menyeberang. Sebab pembatas jalan atau median ini sudah terbongkar,” terangnya.

Baca juga : Median Jalan Ahmad Yani Kudus Dibongkar, Arus Lalin Akan Lebih Lancar

Sementara itu, Ihsan (43) warga Dalangan, Barongan, Kecamatan Kota, merasakah kekhawatiran yang sama. Menurut dia, jika ada pemisah jalur, maka arus lalu lintas di jalur itu akan rawan kecelakaan.

“Saya yakin, bila jalan itu tidak ada mediannya, maka roda dua dan roda empat akan saling salip-salipan. Bahkan seenaknya untuk mengambil jalurnya atau berdesakan dan itu justru akan berbahaya,” paparnya.

Ia juga menyayangkan pembongkaran itu. Karena menurut dia, dengan dibongkarnya median itu, Jalan Ahmad Yani akan terlihat gersang.

Karena selama ini, beberapa jenis tanaman di median jalan itu, cukup memperindah pemadang di Jalan Ahmad Yani, dan membuat jalan itu semakin sejuk.

“Saat ada median, di atasnya ditanami pohon palem dikasih pot bunga pucuk merah, jadi jalannya kelihatan adem dan sejuk. Kalau ini dibongkar, secara otomatis tanamannya akan dihilangkan,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Pemkab Kudus memutuskan membongkar median di Jalan Ahmad Yani, setelah melalui berbagai kajian. Dinas BPESDM Kudus sebagai pelaksana proyek menyiapkan dana sebesar Rp 380 juta untuk pembongkaran itu.

Editor : Ali Muntoha

About the Author

-