Published On: Wed, Apr 27th, 2016

Tidak Juga Reda, Satpol PP Incar Rokok Bodong di Masing-masing Kecamatan

cukai

Sosialisasi Peraturan Menteri Keuangan Nomor 20/PMK.07/2009 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 84/PMK.07/2008 tentang Penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Sanksi Atas Penyalahgunaan Alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Peraturan Bupati Kudus Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus

Koran Muria, Kudus – Rupanya masih banyak produsen rokok ilegal yang masih membandel mendistribusikannya ke berbagai daerah di Kabupaten Kudus ini. Hal ini tentu saja membuat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kudus terus menggencarkan operasi penertiban terhadap pelanggaran ini.

Setelah beberapa waktu lalu menertibkan peredaran rokok ilegal di Kecamatan Undaan, belum lama ini Satpol PP Kudus melakukan hal yang sama di dua kecamatan berbeda. Yakni di Kecamatan Dawe dan Gebog.

Kepala Satpol PP Kudus Abdul Halil melalui Kasi Penegak Perda Purnomo mengatakan, baik Kecamatan Dawe ataupun Gebog memang diketahui sebagai wilayah edar rokok ilegal di Kabupaten Kudus. Dari geografinya, kedua kecamatan tersebut merupakan daerah pertanian.

”Praktis penjualan rokok bodong di kawasan tersebut akan cepat laku dibandingkan diperkotaan. Di sana juga tempatnya orang bertani. Sehingga bukan tidak mungkin akan bisa ditemukan barang rokok ilegal tersebut,” katanya.

Operasi atau razia ini sendiri, didasarkan pada keberadaan Satpol PP sebagai salah satu penerima Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Kegiatan ini memiliki landasan hukum, sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 20/PMK.07/2009 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 84/PMK.07/2008 tentang Penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tem bakau dan Sanksi Atas Penyalahgunaan Alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau, Pasal 9 Ayat (1) Pemberantasan Barang Kena Cukai Ilegal.

Selain itu, juga didasarkan pada Peraturan Bupati Kudus Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tem bakau di Kabupaten Kudus, Lampiran III A.5 Pemberantasan Barang Kena Cukai Ilegal pada kegiatan b.1) Pengumpulan informasi hasil peredaran atau tempat penjualan eceran dan pengumpulan informasi rokok tanpa cukai dan ke giatan b.2) Pengumpulan informasi hasil tembakau yang tidak di lekati pita cukai di peredaran atau tempat pen jualan eceran.

Dia menilai, daerah pedesaan yang mayoritas sebagai petani atau penggarap sawah, membutuhkan rokok yang murah dan awet saat dihisap. Oleh sebab itu, tim akan dijadwalkan merazia ke dua kecamatan tersebut, terutama daerah pertanian.

”Saya yakin bahwa, daerah pedesaan yang ada di Kudus ini masih banyak yang menjual itu. Sehingga dalam kegiatan itu, kita akan berkoordinasi dengna pihak setempat. Baik itu satpol PP Kecamatan ataupun petugas kecamatan,” terangnya.

Selain itu, Purnomo juga membuka pintu aduan selebar-lebarnya jika ada warga yang mendapati penjualan rokok bodong. Ia pun berjanji akan merahasiakan identitas pelapor jika itu dianggap membahayakan. ”Kalau warga ada informasi silahkan dilaporkan ke Satpol PP. Kami yang akan menindaklanjutinya,” ujarnya.

(ADS)

About the Author