Published On: Wed, Apr 27th, 2016
Kudus | By

Hadapi MEA, Begini Cara Pemkab Kudus Dongkrak Produk Usaha di Kudus

MEA Masyarakat Ekonomi Asean

Koran Muria, Kudus – Guna menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) Dinas Perindustrian Koperasi dan UMKM Kudus bersiap melakukan penguatan ekonomi di Kota Krerek. Salah satunya dengan memberi pelatihan yang berhubungan dengan promosi produk.

“Setiap bulan ada pelatihan untuk pelaku usaha, dan saat pertemuan membahas tentang pemasaran dan inovasi produk. Sehingga ada ide dan masukan-masukan bagi pelaku usaha,” kata Kabid Perindustrian pada Dinas Perindustrian Koperasi dan UMKM Kudus Koesnaini

Tak hanya itu, pihak dinas juga sudah bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan di Kudus untuk memberikan pelatihan bagi buruh pabrik yang terkena PHK. Tindakan ini juga untuk mengurangi angka pengangguran di Kudus, khususnya adanya adanya PHK karyawan perusahaan.

”Kalau buruh dari pabrik diberhentikan bekerja, kemudian tidak ada bekal keterampilan sama sekali bisa menambah daftar panjang angka pengangguran. Hal inilah yang harus dicegah, dan kami melalui pendekatan dengan pabrik di Kudus, agar buruh yang di PHK diajukan ke dinas untuk mendapatkan pelatihan usaha,” terangnya.

Dia menambahkan, dana pelatihan tersebut dari Dana Bagi Hasil Cukai dan Hasil Tembakau (DBHCHT). Menurutnya, buruh yang terkena PHK perusaan melaporkan ke Dinas Perindustrian Koperasi dan UMKM untuk mendapatkan pelatihan kewirausahaan. Misal, pelatihan membuat kue, produk kerajinan tangan atau konveksi.

”Jadi perusahaan itu membekali keterampilan buruh yang dikeluarkan, dan uang pesangon yang diberikan bisa dimanfaatkan untuk membuka usaha, sehingga tidak terus menganggur,” ungkapnya.

Media Online Jadi sasaran Pengusaha Kudus

Selain pelatihan, para pelaku usaha di Kudus memiliki cara tersendiri untuk bersaing dengan kompetitor. Selain meningkatkan kualitas produk para pelaku usaha juga melirik media sosial untuk digunakan promosi.

Kabid Perindustrian Koesnaini Dinas Perindustrian Koperasi dan UMKM Kudus mengungkapkan para pelaku usaha memanfaatkan gadget untuk promosi. Mereka dapat memanfaatkan melalui media online produk bisa diketahui konsumen dimanapun berada.

”Untuk saat ini pelaku usaha sudah melek gadget. Sehingga  mereka memanfaatkan maksimal internet untuk membuka link sosial media (sosmed),” katanya.

Menurutnya, secara tidak langsung pelaku usaha di Kudus siap dengan MEA. Saat ini, yang dilakukan  dengan menggenjot promosi sehingga produk makin dikenal luas dan dilanjut dengan adanya transaksi pembelian.

Kalau hal tersebut dapat dilakukan terus menerus, maka pendapatan ekonomi dari pelaku usaha bisa meningkat dan dampaknya ekonomi secara keseluruhan di Kudus makin membaik.

Meski demikian, persaingan pangsa pasar tetap ada. Namun sesuai dengan kesepakatan bersama khususnya menyangkut harga dapat disesuaikan melalui pertemuan yang dilakukan bulanan itu.

”Sekarang ini sudah memasuki pasar masyarakat ekonomi Asia (MEA). Pelaku usaha semua sudah tahu, apa yang harus dikerjakan dan pasang strategi pemasaran dan promo,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

About the Author

-