Published On: Thu, Apr 28th, 2016

Komunitas Pecinta Fosil Banjarejo Timba Ilmu di Sangiran

Anggota Komcil Desa Banjarejo berkunjung ke Museum Purbakala Sangiran untuk menimba ilmu. (KORAN MURIA / DANI AGUS)

Anggota Komcil Desa Banjarejo berkunjung ke Museum Purbakala Sangiran untuk menimba ilmu. (KORAN MURIA / DANI AGUS)

Koran Muria, Grobogan – Komunitas Pecinta Fosil (Komcil) Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus, Kabupaten Grobogan, mencoba terus menambah ilmu tentang dunia purbakala. Komunitas yang mulai berdiri sejak banyak ditemukannya berbagai macam jenis fosil di desa itu, menimba ilmu langsung ke Museum Purbakala Sangiran.

Kegiatan komunitas ini difasilitasi Kades Banjarejo Ahmad Taufik. Mereka diajak untuk belajar dengan berbagai macam benda-benda purbakala yang ada di museum itu.

Menurut Ahmad taufik, ada 18 orang yang dibawa ke Sangiran, untuk melihat aneka koleksi benda purbakala yang ada di museum itu. Semua anggota Komcil itu adalah warga Desa Banjarejo.

Mereka inilah, selama ini yang menjadi salah satu bagian penting dalam penemuan benda purbakal di Banjarejo. Di mana, sudah seringkali mereka ini menemukan fosil purba dan selanjutnya, diserahkan agar menjadi tambahan koleksi dari penemuan sebelumnya.

“Upaya pelestarian benda purbakala di Banjarejo selama ini sudah didukung banyak pihak. Salah satunya adalah anggota komunitas ini. Salah satu yang jago menemukan fosil adalah Pak Budi Setyo Utomo. Dia ini adalah perangkat desa yang menjabat Kaur Kesra Dusun Kuwojo,” cetus Taufik.

Anggota Komcil Desa Banjarejo berkunjung ke Museum Purbakala Sangiran untuk menimba ilmu. (KORAN MURIA / DANI AGUS)

Anggota Komcil Desa Banjarejo berkunjung ke Museum Purbakala Sangiran untuk menimba ilmu. (KORAN MURIA / DANI AGUS)

Ia menjelaskan, tujuan ke Sangiran bukan untuk rekreasi. Tetapi lebih dari itu, yakni untuk belajar mengenai benda purbakala.

Selain melihat bentuk aneka benda purbakala, anggota komunitas bisa bertanya lebih jauh dengan pakar yang ada di museum tersebut. Kebetulan, sebagian ahli purbakala itu sudah dikenal baik, karena sempat ikut dalam penelitian di Banjarejo, Maret 2016 lalu.

“Koleksi di Banjarejo saat ini sudah tambah banyak. Tetapi dibandingkan dengan di Sangiran,belum ada apa-apanya. Makanya, inilah kesempatan baik untuk menimba ilmu. Dengan demikian, kalau nanti ada pengunjung yang datang ke Banjarejo, mereka setidaknya bisa memberikan penjelasan,” katanya.

Editor : Ali Muntoha

About the Author

-