Published On: Thu, Apr 28th, 2016

Petugas Sensus Ekonomi di Grobogan Rawan Main Mata dengan Pengusaha

Sosialisasi Sensus Ekonomi 2016 yang digelar BPS Grobogan dengan sejumlah pihak. (KORAN MURIA / DANI AGUS)

Sosialisasi Sensus Ekonomi 2016 yang digelar BPS Grobogan dengan sejumlah pihak. (KORAN MURIA / DANI AGUS)

Koran Muria, Grobogan – Badan Pusat Statistik (BPS) Grobogan mengerahkan 1.192 petugas untuk melakukan sensus ekonomi di Kabupaten Grobogan. Dari ribuan petugas ini, mereka rawan kepincut atau main mata dengan para pengusaha, sehingga melakukan pendataan tak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Hal ini sangat mungkin terjadi, karena banyak pengusaha beranggapan sensus ekonomi, akan berdampak pada pajak yang akan dibebankan pada mereka. Padahal sensus ekonomi hanya sebagai sarana pemetaan saja.

Kemungkinan adanya petugas yang nakal dan yang bekerja tak sesuai ketentuan ini, diantisipasi BPS dengan melakukan pengawasan ketat. Kepala BPS Grobogan Manggus Suryono menyatakan, petugas sensus 2016 akan diawasi secara berjenjang.

“Masalah petugas dimungkinkan bekerja tidak benar, memang banyak jadi sorotan. Oleh sebab itu, hal ini sudah kami antisipasi dengan melakukan pengawasan berjenjang,” katanya usai sosialisasi sensus ekonomi 2016 di ruang Riptaloka, Setda Grobogan, Kamis (28/4/2016).

Menurut dia, dari 1.192 petugas itu terdiri dari 889 petugas pencacah, dan 303 petugas pengawas. Selain itu, nantinya juga ada tim pengawasan dari BPS Grobogan, Jawa Tengah dan pusat.

Mereka ini nanti akan melakukan pengawasan langsung ke lapangan tanpa pemberitahuan lebih dulu.

“Jadi pengawasan kinerja petugas nanti dilakukan sangat ketat. Hal ini untuk memperkecil adanya petugas yang tidak bekerja secara optimal. Selain itu, pada pekan pertama, akan ada evaluasi awal pelaksanaan sensus yang sudah dilakukan. Jadi, ketika ada sesuatu yang kurang, akan cepat diketahui dan diselesaikan,” ujarnya.

hMenurut dia, Hasil sensus sangat penting untuk menentukan berbagai arah kebijakan pemerintah. Untuk itu, supaya kebijakan yang diambil tepat maka hasil sensus ekonomi juga dituntut bisa akurat.

Untuk mendapatkan data akurat, pihaknya meminta kerja sama dari banyak pihak, termasuk dari para pengusaha. Yakni, dengan mendukung pelaksanaan sensus dan menerima kedatangan petugas dengan baik.

“Oleh sebab itu, dalam sosialisasi ini kami mengundang berbagai instansi, camat, ormas dan pelaku usaha serta FKPD. Hal ini kita lakukan karena pelaksanaan sensus ekonomi nanti butuh dukungan dari berbagai pihak,” ujarnya.

Selain itu, Manggus menyatakan, suksesnya pelaksanaan sensus juga perlu dukungan penuh dari para responden yang akan didatangi petugas. Di mana, para responden diminta memberikan jawaban dengan jujur atas pertanyaan atau permintaan data dari para petugasnya.

“Keberhasilan sensus ekonomi ini tidak bisa ditentukan satu pihak saja. Tetapi juga dari berbagai elemen masyarakat. Kalau petugasnya baik kerjanya, namun respondennya tidak memberikan jawaban sebenarnya maka hasilnya jadi tidak tepat,” paparnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Grobogan Sugiyanto meminta para petugas sensus agar memegang amanah sebaik mungkin. Mereka diminta benar-benar terjun ke lapangan dan membuat data secara valid, serta melakukan tugas sesuai petunjuk dan aturan yang sudah ditentukan.

“Saudara-saudara ini mendapat amanat untuk melaksanakan tugas berat dan sangat penting. Jadi jangan sepelekan kepercayaan ini karena tidak semua orang bisa mengemban tugas jadi petugas sensus ekonomi,” katanya, saat apel siaga sensus ekonomi beberapa waktu lalu.

Editor : Ali Muntoha

About the Author

-