Published On: Thu, Apr 28th, 2016
Kudus | By

Hari Kamis jadi “Surga” bagi Penjual Kembang di Barongan Kudus

Salah satu pedagang kembang tengah melayani pembeli. (KORAN MURIA / EDY SUTRIYONO)

Salah satu pedagang kembang tengah melayani pembeli. (KORAN MURIA / EDY SUTRIYONO)

Koran Muria, Kudus – Hari Kamis merupakan hari yang biasa saja bagi sebagian orang, tak ada bedanya dengan hari-hari lainnya. Tapi tidak bagi para penjual kembang di wilayah Barongan, Kecamatan Kota, Kudus. Bagi mereka hari Kamis adalah hari yang paling dinanti-nanti tiap pekannya.

Bagaimana tidak, pada hari Kamis, kembang yang mereka jajakan akan laris manis. Karena pada hari ini, banyak orang yang mencari kembang untuk keperluan berziarah di makam. Seperti yang terlihat pada Kamis (28/4/2016) hari ini, di mana sejak pagi pedagang sudah banyak dikerumuni pembeli.

Pada hari Kamis seperti ini, pendapatan mereka pun meningkat tajam dari hari-hari biasa. Jika pada hari biasa paling banyak membawa pulang uang Rp 200 ribu, pada hari Kamis tiap pedagang bisa membawa pulang mencapai Rp 500 ribu.

“Pada hari Kamis banyak yang pergi berziarah. Makanya banyak yang mencari kembang untuk dipakai beriziarah,” kata Juwariyah (58), salah satu pedagang kembang.

Ia juga mengaku pada hari Kamis seperti ini bisa mendapatkan keuntungan mencapai setengah juta rupiah. Padahal pada hari biasanya paling banyak hanya bisa mendapatkan Rp 200 ribu.

Menurut dia, kembang yang dia jual harganya berbeda-beda disesuaikan dengan ukuran keranjang. Untuk keranjang ukuran kecil dijual Rp 10 ribu dan keranjang besar Rp 20 ribu.

Satu keranjang berisi bunga mawar, melati, gading, kenanga, cempaka, soko dan lainnya. Kembang-kembang itu didapatkan dari petani kembang di daerah Bandungan, Kabupaten Semarang.

“Untuk hari biasa, saya paling menjual satu karung, tapi jika hari Kamis bisa tiga karung bunga,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

About the Author

-