Published On: Thu, Apr 28th, 2016
Kudus | By

Mengerikan, Ribuan Produk Kosmetik dan Obat Berbahaya Beredar Bebas di Kudus

Petugas mendata kosemetik dan obat-obatan terlarang dari hasil sidak di sejumlah pasar di Kudus. (KORAN MURIA / EDY SUTRIYONO)

Petugas mendata kosemetik dan obat-obatan terlarang dari hasil sidak di sejumlah pasar di Kudus. (KORAN MURIA / EDY SUTRIYONO)

Koran Muria, Kudus – Kosmetik dan obat-obatan berbahaya masih bisa beredar bebas di Kabupaten Kudus. Obat-obatan itu tak hanya dijajakan di toko-toko kecil, tapi juga di pasar-pasar tradisional, bahkan hingga ke apotek-apotek.

Hal ini setidaknya dibutikan dengan temuan ribuan kosmetik dan obat-obatan terlarang yang berhasil diamankan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Sema

rang dan Dinas Kesehatan Kudus, di sejumlah titik di Kudus mulai Rabu (27/4/2016) kemarin, hingga Kamis (28/4/2016) hari ini.

Anggota BPOM Semarang Zeta Rina Pudjiastuti mengatakan, dalam sidak yang digelar selama dua hari itu pihaknya mengamankan berbagai macam jenis kosmetik dan obat-oabatan terlarang. Untuk jenis obat terlarang yang diamankan sebanyak 1.415 obat.

“Sementaa kosmetik terlarang karena berbahaya atau tak terdaftar jumlahnya mencapai 1.250 kosmetik,” katanya kepada Koran Muria.

Ribuan obat dan kosmetik terlarang itu didapatka dari hasil operasi di sejumlah pasar tradisional seperti Pasar Kliwon, Pasar Jekulo, serta beberapa apotek yang ada di Kudus.

“Kalau dikalkulasi secara nominal barang yang kita amankan tersebut senilai Rp 10 jutaan. Baik dari obat terlarang dan kosmetik,” ujarnya.

Menurut dia, pedagang yang kedapatan menjual obat maupun kosmetik terlarang, selain barang dagangannya disita untuk dimusnahkan, mereka juga akan diperiksa di BPOM Semarang. Tak hanya pedagangnya, sales atau penyalur barang-barang berbahaya itu juga akan diperiksa.

Terlebih banyak pedagang yang mengaku obat maupun kosmetik terlarang itu merupakan barang titipan dari sales, untuk dijualkan di toko mereka.

Pihakya juga mengimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada dan berhati-hati dalam membeli produk obat maupun kosmetik. Jika ragu, masyarakat bisa berkonsultasi ke instansi terkait.

“Kami siap menjadi partner masyarakat. Kami harapkan masyarakat juga proaktif, bertanya atau mengecek produk yang akan dibeli di website BPOM. Dan itu bisa mendeteksi keasliannya barang itu,” tegasnya.

Sidak yang digelar petugas gabungan itu tak hanya sekadar mencari obat maupun kosmetik terlarang, penempatan barang dagangan di dalam etalase juga jadi perhatian. Petugas Bagian Farmasi DKK Kudus Rohis mengatakan, sidak ini juga untuk memberikan pendidikan kepada pedagang, bagaimana penempatan barang dagangan yang benar.

Petugas tengah memeriksa barang dagangan yang dijual pedagang di Pasar Jekulo, Kudus. (KORAN MURIA / EDY SUTRIYONO)

Petugas tengah memeriksa barang dagangan yang dijual pedagang di Pasar Jekulo, Kudus. (KORAN MURIA / EDY SUTRIYONO)

“Satu etalase tersebut harus digunakan untuk menyimpan barang dagangan sejenis. Misalkan satu etalase tidak boleh dibuat menyimpan obat-oabatan dan makanan. Sebab nantinya aroma obat itu, bisa membuat kualitas makanan menurun. Apalagi jika makanan dicampur obat nyamuk,” paparnya.

Dia melanjutkan, bila satu etalase itu dibuat menyimpan dua produk berbeda, maka akan bisa membahayakan kualitas barang dagangan makanan itu.

Dari pantauan Koran Muria, banyak pedagang yang menata barang daganagnnya dicampur jadi satu dalam satu etalase. Baik itu makanan, obat dan kosmetik. Mereka kemudian diberi imbauan untuk menata barang dagangannya dengan baik.

Editor : Ali Muntoha

About the Author

-