Published On: Thu, Apr 28th, 2016
Blora | By

Dijadikan RTH, Puluhan Warung Esek-esek Yangjrong Kunduran Blora Bakal Diratakan dengan Tanah

Yangjrong mulai dibongkar sendiri oleh pemilik warung. (KORAN MURIA/RIFQI GOZALI)

Yangjrong mulai dibongkar sendiri oleh pemilik warung. (KORAN MURIA/RIFQI GOZALI)

Koran Muria, Blora – Rencana pemanfaatan lahan milik Perhutani KPH Blora yang berada di Desa Kunduran dan Sambiroto, Kecamatan Kunduran, untuk ruang terbuka hijau, berdampak terhadap 30 warung di kawasan tersebut. Tak tanggung-tanggung ke-30 warung yang diduga merupakan warung remang-remang untuk melayani lelaki hidung belang dengan nama Yangjrong akan digusur.

Riyanto Warsito, Camat Kunduran mengatakan, saat ini beberapa warung tersebut sudah dibongkar sendiri oleh pemiliknya. Ini lantaran pihak kecamatan sudah memberikan sosialisasi terkait rencana perhutani.

”Sebelumnya, pada 20 April lalu kami telah melakukan sosialisasi yang disaksikan langsung pihak perhutani, kepolisian dan Satpol PP. Pada sosialisasi tersebut, terjadi kesepakatan, jika  mulai 21- 30 April, warung yang berada di kawasan tanah milik perhutani itu akan dibongkar sendiri oleh pemiliknya,” ujar Warsito, Kamis (28/4/2016).

Hanya, jika kesepakatan tak dilakukan, lanjutnya, petugas Satpol PP akan melakukan pembongkaran paksa serentak pada 7 Mei 2016.

Sedangkan, saat disinggung perihal praktik esek-esek di warung yang terkenal dengan sebutan Yangjrong itu, Riyanto menyebutkan jika di warung tersebut selain menyajikan hidangan makanan juga menyajikan perempuan.

“Bisa di cek mas. Dari depan tampak warung, namun belakangnya ada kamarnya,” jelas dia.

Dari beberapa pemilik warung, menurut Riyanto, sebagian besar merupakan warga luar Kunduran. Sebagian dari mereka telah membongkar warung miliknya dan telah pulang ke daerah masing-masing. “Ada yang pulang ke Todanan, Wirosari Grobogan dan juga Bogorejo,” kata dia.

Editor: Supriyadi

About the Author

-