Published On: Thu, Apr 28th, 2016
Jepara | By

Miris, Tiap Hari Ada Tiga Janda Baru di Jepara

cerai (e)

 

Koran Muria, Jepara – Kasus perceraian di Kabupaten Jepara ternyata masih sangat tinggi. Rata-rata, setiap hari ada tiga janda baru akibat perceraian tersebut. Ini lantaran selama sebulan mencapai lebih dari 100 kasus perceraian di Pengadilan Agama kelas 1 B Jepara.

Hal itu seperti yang disampaikan Wakil Panitera Pengadilan Agama Jepara Sarwan. Menurut dia,  Pengadilan Agama kelas 1 B Jepara tiap bulan memberi putusan 100 lebih perkara perceraian gugat. Dari data ini, tiap hari rata-rata sebanyak tiga pria Jepara menduda.

”Mamang kasus perceraian masih cukup banyak. Tingginya angka cerai gugat salah satunya diakibatkan kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT),” ujar Sarwan, Kamis (28/4/2016).

Menurut dia, sepanjang 2015, total sebanyak 1.263 perkara cerai gugat diajukan pihak istri. Semua perkara pada tahun lalu itu hampir dipastikan sudah diputus pengadilan. Sedangkan tahun ini, hingga April, sebanyak 506 kasus sudah masuk. Dari jumlah, sebagian besar juga sudah diputus.

”Jumlah cerai gugat tersebut lebih dari dua kali lipat dari perkara cerai talak. Sebab, dari data tercatat, sepanjang 2015, ada sekitar 524 kasus cerai talak,” ungkapnya.

Sedangkan, tiga bulan terakhir sejak Januari-Maret 2016, perkara cerai di Pengadilan Agama (PA) Jepara mencapai 535 perkara. Dari jumlah itu, perkara cerai gugat tiga kali lipat lebih banyak. Rinciannya, 119 perkara di Januari, 114 perkara di Februari, dan 163 perkara di Maret. Sedangkan cerai talak hanya 143 perkara. Rinciannya, 52 perkara di Januari, 35 perkara di Februari, dan 56 perkara di Maret.

Sarwan menyebutkan, banyak faktor yang menyebabkan istri cerai menggugat suaminya. Salah satunya adalah kasus KDRT. Dalam kasus ini, memang istri banyak menjadi korban sehingga meminta cerai. Selain itu, juga disebabkan perselingkuhan yang dilakukan suami.

Sementara dari data Badan Perlindungan Perempuan dan Keluarga Berencana (BP2KB), sepanjang 2015 terdapat 40 kasus KDRT yang terlaporkan. Hingga awal 2016 sampai saat ini, sudah enam kasus yang dilaporkan.

Editor: Supriyadi

About the Author

-