Published On: Thu, Apr 28th, 2016
Kudus | By

Hati-hati, Tiga Jenis Diabetes Ini Bisa Membunuhmu

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus dr Maryata. (KORAN MURIA/FAISOL HADI)

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus dr Maryata. (KORAN MURIA/FAISOL HADI)

Koran Muria, Kudus – Penyakit diabetes melitus atau kencing manis memang menjadi penyakit paling menakutkan bagi sebagian orang. Apalagi, sudah banyak korban yang berjatuhan. Hal ini lantaran, pengidap diabetes melitus tidak tahu jenis diabetes yang diderita.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus dr Maryata mengatakan, terdapat tiga jenis untuk jenis penyakit itu. Selain faktor keturunan, gaya hidup juga berperan dalam perkembangan penyakit itu.

”Sebenarnya ada tiga tipe diabetes mellitus (DM). Yakni DM tipe 1, DM tipe 2, dan DM gestasional. Namun tipe 1 dan tipe 2 adalah yang paling sering terjadi. Sedangkan tipe 3 hanya terjadi pada wanita hamil dan tidak semua mengalami masalah ini,” katanya.

Dia menjelaskan, penyebab kencing manis tipe 1 karena organ pankreas yang bertugas memproduksi hormon insulin, tidak bekerja secara normal. Ketidakmampuan produksi tersebut akan menyebabkan kerusakan pada pankreas.

Menurutnya, hal itu biasanya terjadi karena faktor genetis. Misal anak dari orang tua yang memiliki sejarah mengindap penyakit diabetes, akan mempunyai kecenderungan untuk mengalami penyakit yang sama dengan enam kali lipat lebih beresiko.

”Dibandingkan mereka yang memiliki orang tua yang lebih sehat,” jelasnya.

Sedangkan DM tipe 1 umumnya terjadi pada anak-anak dan keturunan dari orang tuanya. Pada penderita di Kudus, memiliki kecenderungannya lebih kepada usia lanjut dan penyebabnya sudah ada bawaan DM.

Untuk DM tipe 2 dipengaruhi gaya hidup. Data sementara yang diketahui, jumlah penderita DM di Kudus sekitar 100 lebih. ”Dan penyakit ini sering dikaitkan dengan kolesterol, obesitas, dan hipertensi,” jelasnya.

Sedangkan untuk tipe 3, menurut Maryata lebih sering terjadi kepada wanita hamil. Untuk itu bagi wanita hamil dapat lebih waspada dan dapat mengontrol secara rutin ke dokter.

Selain itu, tambah Maryata, orang stress lebih mudah terserang penyakit kencing manis. Faktor pemicu adalah karena stress dan tidak mengontrol pola makan.

”Bahkan orang yang stress cenderung merokok. Kemudian makan dalam porsi yang banyak dan sembarangan. Itu dapat memicu penyakit tersebut,” katanya.

Dengan demikian, maka orang yang stres memiliki risiko lebih tinggi terkena DM. Bahkan kemungkinan mudah terserang penyakit tersebut dan akhirnya nanti bisa komplikasi

Terlebih, resiko akan lebih meningkat jika seseorang mengalami kombinasi masalah seperti genetik dan juga masalah kebiasaan makan yang buruk. Jika sudah demikian, menghindari penyakit kencing manis adalah sesuatu yang berat.

”Jika sudah ada keluarga yang tertimpa, maka harus lebih berhati hati. Apalagi dengan gaya hidup dan mudah stress. Sebab kemungkinan tertular sangat tinggi untuk tipe 1,” tambahnya.

Editor: Supriyadi

About the Author

-