Published On: Thu, Apr 28th, 2016
Jepara | By

Digelar Tertutup, Mediasi Pertama Gugatan Pasar Ngabul Jepara Tak Ada Keputusan

Para pedagang Pasar Ngabul saat berjualan di Pasar Ngabul Lama. (KORAN MURIA)

Para pedagang Pasar Ngabul saat berjualan di Pasar Ngabul Lama. (KORAN MURIA)

Koran Muria, Jepara – Proses persidangan kasus gugatan pasar Ngabul lama digelar kembali dengan agenda mediasi pada Kamis (28/4/2016). Persidangan tersebut digelar secara tertutup, dan hasilnya, belum ada keputusan.

Salah satu alasan belum berhasilnya mediasi tersebut lantaran pihak penggugat dan tergugat tidak membawa draft keinginan masing-masing. Sehingga agenda berikutnya akan dilanjut proses mediasi kedua, dan akan digelar pada Rabu (4/5/2016) mendatang.

Humas Pengadilan negeri (PN) Jepara Partono mengatakan, kedua belah pihak yakni staf bagian hukum Setda Jepara, Abdul Munif selaku perwakilan Bupati Jepara (tergugat), dan Nihayah selaku pedagang (penggugat), sama-sama tidak membawa draf perdamaian sebagaimana yang telah disepakati sebelumnya.

“Mediasi pertama belum berhasil, akan dilanjutkan pekan depan,” ujar Partono, Kamis (28/4/2016).

Lebih lanjut dia mengemukakan, penyelasaian perkara dengan mediasi, harus dilakukan tertutup. Begitu pula proses belangsung mediasi bersifiat rahasia. Selain itu, dia juga mengatakan bahwa maksimal mediasi 40 hari. Jika selama 40 hari tidak ada keputusan, maka akan dilanjut ke proses sidang perkara gugatan.

”Mediasi paling tidak harus dua kali. Jika sudah tidak bisa menemukan titik temu, bisa langsung dilanjut ke sidang gugatan perkara,” katanya.

Untuk mediasi berikutnya, kedua belah pihak diharapkan membawa draft perdamaian yang diinginkan. Pada mediasi pertama tadi, berlangsung sekitar setengah jam, mulai pukul 12.00 hingga pukul 13.00 WIB. Mediasi dilakukan tertutup, dimediatori R Hedi Bilyandi, dari pihak PN Jepara.

Editor: Supriyadi

About the Author

-