Published On: Thu, Apr 28th, 2016

Isu Polisi Jepara Razia Motor di Rumah Warga pada Malam Hari, Membuat Banyak Orang Sembunyi

Akun-akun media sosial milik warga Kabupaten Jepara, yang mempertanyakan isu mengenai razia motor oleh aparat keamanan, selama beberapa hari belakangan ini yang meresahkan warga. (FACEBOOK)

Koran Muria, Jepara – Sepekan terakhir ini, warga di beberapa wilayah kecamatan di Kabupaten Jepara, dibuat merasa waswas. Apalagi yang memiliki kendaraan roda dua atau motor yang sudah habis masa berlaku surat-suratnya.

Hal ini lantaran beredar isu adanya razia kendaraan bermotor di rumah-rumah warga pada malam hari. Beberapa warga yang merasa resah dengan kabar tersebut di antaranya ada di wilayah Kecamatan Batealit, Kecamatan Mayong, Kecamatan Donorojo, dan Kecamatan Keling.

Hal itu seperti yang dialami Ali Muzaki, warga Desa Pancur, Kecamatan Mayong. Dia mengaku setiap kali pulang ke rumah pada malam hari, merasa waswas. Itu karena adanya kabar razia motor bermasalah ke rumah-rumah warga di desanya.

”Santer beredar kabar kalau ada razia motor ke rumah-rumah. Jadi rada waswas juga. Kalau mau pulang mampir ke rumah saudara dulu. Nanti kalau sudah malam, sekiranya sudah tidak ada razia, baru pulang ke rumah,” ujar Ali, Kamis (28/4/2016).

Isu razia polisi ke rumah-rumah warga pada malam hari itu beredar di tengah-tengah masyarakat, berawal dari cerita berantai mulut ke mulut. Termasuk ramai diperbincangkan di media sosial, terutama Facebook.

Bagi mereka yang memiliki kendaraan motor yang bermasalah, isu tersebut sangat mengganggu. Sehingga ada yang kemudian membuat warga menyembunyikan motornya di areal persawahan, agar tidak terkena razia.

Beberapa netizen juga membahas masalah ini. Mereka banyak mempertanyakan apakah isu tersebut benar atau tidak. Termasuk juga mencari tahu bagaimana berita itu bisa tersebar luas.

Keresahan warga itu juga disampaikan Kepala Desa Raguklampitan Maskan. Menurutnya, isu razia sepeda ke rumah-rumah telah membuat warganya resah. Sejak dua hari terakhir, warga yang merasa sepeda motornya bermasalah, seperti belum membayar pajak atau tak dilengkapi dengan surat-surat kendaraan, memilih untuk tidak di rumah.

”Isu itu memang beredar luas. Bahkan sebagian warga mulai jam 9 malam sampai tengah malam, ada yang memilih tidak di rumah. Mereka kemudian nongkrong di jalan atau ke rumah saudara. Itu karena adanya isu razia itu,” katanya.

 

Kasatreskrim: Isu Tersebut Sama Sekali Tidak Benar

Keresahan warga itu, bukannya tidak didengar aparat kepolisian. mereka memang juga sudah mendengar adanya isu yang sangat meresahkan warga itu.

Menanggapi isu yang beredar di masyarakat mengenai adanya razia kendaraan di malam hari dengan langsung ke rumah-rumah warga. Kasat Reskrim Polres Jepara AKP Suwasono menegaskan bahwa kabar itu tidak benar.

”Polres Jepara maupun jajaran Polsek di Jepara, sejak sepekan terakhir tidak menggelar razia sepeda motor. Apalagi sampai razia malam hari ke rumah-rumah warga. Itu hanya isu saja. Itu tidak benar,” tegasnya.

Kabar razia sepeda motor itu kini tengah berkembang di tengah-tengah warga Desa Raguklampitan Kecamatan Batealit dan Desa Pancur Kecamatan Mayong. Menurut Suwasono, sebelumnya isu serupa juga beredar di Kecamatan Donorojo dan Kecamatan Keling.

Isu razia polisi ke rumah-rumah warga pada malam hari itu beredar di tengah-tengah masyarakat, berawal dari cerita berantai mulut ke mulut. Serta di jejaring sosial. Isu yang beredar, razia dilakukan untuk menindak kendaraan yang bermasalah.

Karena itu, Suwasono meminta warga untuk tidak mempercayai isu tersebut. Dan tidak terpengaruh dengan adanya hal itu. ”Karena sekali lagi saya tegaskan, tidak ada itu yang namanya razia oleh polisi di malam hari ke rumah warga. Sama sekali tidak benar,” tandasnya sekali lagi.

Editor: Merie

About the Author

-