Diterbitkan pada: Ming, Mei 8th, 2016

Bintang Pecel, Pecel Istimewa Khas Jepara yang Menggoyang Lidah

Reporter:    /  @ 12:11:35  /  8 Mei 2016

Bu Bandiyah tengah menyiapkan pecel khas Jepara untuk konsumen. (KORAN MURIA/WAHYU KZ)

Bu Bandiyah tengah menyiapkan pecel khas Jepara untuk konsumen. (KORAN MURIA/WAHYU KZ)

 

Koran Muria, Jepara – Makanan bernama pecel ini mungkin sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat, khususnya masyarakat Jawa. Popularitas pecel yang tiada matinya ini, nampaknya sudah tak segampang dulu dapat kita jumpai di pusat kota, khususnya di kota Jepara.

Kali ini, Koran Muria akan berbagi informasi tentang kuliner yakni Pecel yang dapat kita jumpai saat berkunjung ke Kota Ukir Jepara. Ya, pecel dengan segala kekhasannya yakni campuran daun yang alami dan rasa pedasnya yang bikin menggoda.

Di Kelurahan Bulu, Kecamatan kota Jepara, tepatnya di jalan Letjen Suprapto nomor 6 kita dapat menemukan warung makan yang memang secara khusus jualan pecel. Nama warungnya juga menunjukkan kekhasannya yakni Bintang Pecel.

Warung milik ibu Bandiyah ini, kerap menjadi jujugan sejumlah warga sekitar bahkan yang rumahnya jauh dari loasi warung itu. Ada banyak alasan para pembeli yang memilih beli pecel di warung tersebut. Salah satunya, porsi yang biasa disajikan cukup besar dan rasa pedas yang nendang serta racikan bumbu pecel yang special membuat masakan ibu Bandiyah diburu pembeli.

Salah seorang pembeli asal Pecangaan Jepara, Zaenal Mustofa mengatakan, dirinya menjadi langganan Bintang Pecel karena sudah ada klik alias kecocokan rasa dalam setiap porsinya. Dia mengaku setiap kali membeli pecel, dia secara khusus memesan rasa pedas dengan level tertinggi.

”Sehingga sering sampai berkeringat saat memakannya. Setiap sepekan sekali pasti menyempatkan kesini untuk mengobati rasa rindu makan pecel,” ujar Zaenal kepada Koran Muria.

Salah satu warga tengah menikmati bintang pecel khas Jepara. (KORAN MURIA/WAHYU KZ)

Salah satu warga tengah menikmati bintang pecel khas Jepara. (KORAN MURIA/WAHYU KZ)

 

Sementara itu, Bandiyah mengaku sudah berjualan pecel sejak sekitar sepuluh tahun silam. Sampai saat ini eksistensinya masih tetap terjaga karena selain tidak ada “saingan” juga racikan antara satu bahan dengan bahan yang lain dipadu dengan sempurna dan menghasilkan rasa yang istimewa.

”Sebetulnya kalau bahan sama saja, ada kacang, kembang turi, bayam, dan cambah. Yang membedakan mungkin di bumbu pecelnya. Kebetulan saya buat sendiri bumbunya,” kata Bandiyah.

Menu special yang dia sediakan adalah pecel dengan lentog sebagai gantinya nasi. Selain itu juga ia menyediakanhorog-horog yang dapat dijadikan pilihan bagi pelanggannya ketika bosan dengan nasi maupun lentog. Apalagi, horog-horog merupakan makanan khas kota ukir Jepara.

”Kalau harga, untuk pecel saja tanpa nasi maupun tanpa horog-horog dan lentog, harganya Rp 6 ribu. Sedangkan kalau pakai nasi atau horog-horog atau lentog, harganya Rp 7 ribu. Selisih seribu rupiah saja,” terangnya.

Editor: Supriyadi

Komentar

komentar

© Copyright 2015 Koran Muria - All Rights Reserved | Redaksi | Pedoman Media Siber DMCA.com Protection Status