Published On: Tue, May 31st, 2016

Kue Ultah Antigravity Defying Cake, Kue yang Sedang Ngetren di Berbagai Kalangan

Armnima Hendratmanto (dua dari kiri) saat menerima piala sebagai juara pertama dalam lomba Fortune Baking Festival tingkat Jawa Tengah, di Mal Paragon beberapa waktu lalu. (ISTIMEWA)

Armnima Hendratmanto (dua dari kiri) saat menerima piala sebagai juara pertama dalam lomba Fortune Baking Festival tingkat Jawa Tengah, di Mal Paragon beberapa waktu lalu. (ISTIMEWA)

Koran Muria, Kudus – Dunia kuliner memang selalu berubah setiap saat. Tentunya menyesuaikan dengan permintaan dan ilmu terbarunya. Sama dengan kue ulang tahun, yang sudah berevolusi dengan mengedepankan tren-tren terbarunya.

Sudah dengar yang namanya kue ulang tahun menggunakan metode antigravity defying cake? Kalau belum, rasanya memang harus mencoba, karena ternyata bisa memeriahkan suasana ulang tahun Anda atau anak-anak Anda.

Ini adalah jenis kue ulang tahun yang sedang ngetren di berbagai kalangan. Salah satu orang yang bisa membuat cake ultah jenis ini adalah Armnima Hendratmanto. Bahkan, dia baru saja menjadi juara pertama dalam lomba Fortune Baking Festival, yang digelar di Mal Paragon, pada Minggu (29/5/2016).

Untuk maksud dari antigravity defying cake sendiri, adalah cake yang seolah-olah melayang dan tidak menempel di dasarannya. Karakternya juga nyata dalam bentuk tiga dimensi atau 3D. Sehingga memang benar-benar sebuah kue ulang tahun yang berbeda.

”Cake ini sendiri sedang ngetren memang di berbagai kalangan. Karena banyak yang suka. Apalagi dengan karakter-karakter 3D-nya yang nyata. Jadi bukan hanya sekadar gambar saja di atas kuenya. Tapi kuenya yang melayang-layang itu yang kemudian unik,” terangnya.

Karakter nyata yang seolah-olah melayang itulah yang disukai anak-anak. Mereka bisa memesan sendiri karakter yang disukai, untuk jadi kue ulang tahun mereka. ”Malah kadang-kadang tidak tega memakannya. Soalnya memang kayak boneka-boneka kesayangan anak-anak. Kalau dibelah-belah untuk dimakan, jadi sayang,” katanya.

Dan ini juga yang membuat Armnima menjadi juara dalam lomba tersebut. dengan tema Madagascar yang dipilihnya, cake ini mampu memikat dewan juri dan membuatnya menggondol juara satu, dalam kejuaraan tingkat Jawa Tengah tersebut.

”Yang dinilai juri dalam lomba itu memang soal kreativitas, kerapihan, dan semua bahan bakunya bisa dimakan. Saya juga tidak menyangka bisa jadi juara pertama,” terangnya.

 

Bikin Cake Antigravity Itu Memang Tidak Mudah dan Lama

Kepopuleran kue ulang tahun dengan teknik antigravity defying cake memang wajar. Siapa yang tahan melihat karakter imut-imut yang seolah-olah nyata, namun sangat sayang jika harus dimakan.

Armnima Hendratmanto yang memang concern di kue satu ini, mengatakan jika proses membuat kue jenis itu memang cukup lama. Butuh proses yang cukup rumit untuk bisa membentuk satu kue pesanan tertentu.

”Karena kita memang menyiapkan mulai dari struktur yang akan dipakai untuk menopang karakter yang diinginkan. Kalau persiapan bahannya kan, memang sudah biasa. Namun pada saat proses untuk pembuatannya yang memang cukup memakan waktu,” tuturnya.

Saat mengikuti lomba Fortune Baking Festival tingkat Jawa Tengah di Mal Paragon beberapa waktu lalu, Armnima mengatakan jika dirinya butuh empat hari untuk menyiapkan semuanya.

Kesulitannya juga bagaimana membuat bahan-bahan yang ada, tetap bisa bagus sampai digunakan nantinya. ”Semakin rumit karakter yang diminta, maka semakin lama. Sehingga kalau misalnya ada yang mesan, pastinya harus satu bulan sebulannya. Kalau mepet-mepet, takut hasilnya jelek,” katanya.

Pada saat mengikuti lomba, peserta yang datang memang menampilkan kreativitasnya masing-masing. Dalam lomba yang merupakan even tahunan tersebut, peserta yang datang dari seluruh Jawa Tengah, memang diminta untuk membuat dekorasi roti untuk ulang tahun dan pernikahan.

Deretan kue-kue ulang tahun dan pernikahan, yang menjadi peserta dalam lomba yang diadakan di Semarang belum lama ini. Semuanya cantik dan memakai berbagai teknik terbaru. (ISTIMEWA)

Deretan kue-kue ulang tahun dan pernikahan, yang menjadi peserta dalam lomba yang diadakan di Semarang belum lama ini. Semuanya cantik dan memakai berbagai teknik terbaru. (ISTIMEWA)

”Rata-rata memang membuat dekorasi kue ultah. Macam-macam memang teknik yang dibuat. Kebetulan saja saya mengambil teknik yang sedang populer, yakni antigravity defying cake tadi. Eh, tidak menyangka malah menang,” jelasnya.

Kesempatan untuk mengikuti kejuaraan seperti itu, dianggapnya sebagai salah satu cara untuk makin mengasah ketrampilan yang dimilikinya. Juga mencari pengalaman dan pengetahuan, mengenai hal-hal yang sedang populer di bidang bakery.

”Banyak ilmu yang didapat, juga banyak kenalan yang baru. Sehingga makin membuat wawasan jadi bertambah. Juga bisa mencari tahu teknik-teknik seru lain dalam membuat kue,” imbuhnya.

Editor: Merie

About the Author