Published On: Sun, Jun 12th, 2016

Pantai Karangjahe Rembang, Wisata Pantai Kebanggaan Masyarakat Rembang

Pemilik persewaan pelampung sedang bersantai di Pantai Karangjahe, Sabtu (11/6/2016). Tampak deretan camara laut yang tumbuh indah sepanjang pantai. (Koran Muria/AchmadHasyim)

Pemilik persewaan pelampung sedang bersantai di Pantai Karangjahe, Sabtu (11/6/2016). Tampak deretan camara laut yang tumbuh indah sepanjang pantai.
(Koran Muria/AchmadHasyim)

Koran Muria, Rembang – Bagi warga Rembang dan sekitarnya, tidak perlu jauh-jauh ke Bali atau ke Jogja untuk menikmati pantai indah yang lengkap dengan wahana-wahana permainan.

Di Pantai Karangjahe, Desa Punculharjo, Kecamatan Rembang, Kabupaten Rembang, Anda sudah bisa menikmati pantai pasir putih, dengan beragam permainan yang tentu dapat membuat pikiran kembali segar.

Selain itu, wisata pantai ini tergolong murah. Yakni dari tiket masuk sekalian biaya parkir kendaraan, terbilang murah. Tiket dihitung per kendaraan, bukan per orang. Di mana per motornya adalah Rp tiga ribu, Rp 10 ribu per mobil, Rp 15 ribu untuk pick up dan travel, Rp 20 ribu untuk bus tanggung, dan Rp 40 ribu untuk bus besar. Murah sekali bukan?

Wahana permainan yang terdapat di pantai ini cukup lengkap. Di antaranya pelampung, perahu karet, ATV, balon udara (orang bisa masuk di dalam), sepeda ontel dua sadel, perahu wisata ke tengah laut, mandi bola di laut, mandi bola di darat, dan kereta putar. Akses ke pantai ini juga sangat mudah. Hanya berjarak sekitar 800 meter dari jalan pantura Rembang. Pantai ini sudah cukup terkenal di kabupaten sekitar Rembang. Petugas lokasi wisata Pantai Karangjahe M Khasanudin bercerita, pengunjung pantai ini tidak hanya dari Rembang.

”Hampir setiap hari, ada pengunjung dari Blora, Pati, dan Purwodadi. Kalau untuk Jawa Timur biasanya Tuban, Bojonegoro, dan Ngawi. Untuk bulan puasa ini, kebanyakan pengunjung datang mulai pukul 16.00 WIB. Ada yang menggunakan untuk buka puasa bersama,” kata Hasan.

Pengunjung yang masuk di pantai ini akan disambut dengan deretan pohon cemara laut yang membentang sepanjang Pantai Karangjahe. Cemara ini merupakan satu keunggulan Pantai Karangjahe. Di bawah cemara disediakan tempat duduk bagi pengunjung yang ingin bersantai sambil menikmati pantai, lautan, atau matahari tenggelam.

Bagi yang berminat menikmati wahana permainan, jangan takut uang anda akan terkuras. Pelampung kecil yaitu ban dan bebek-bebekan hanya dibanderol Rp 5 ribu sepuasnya. Perahu karet besar yang bisa menampung lima orang Rp 25 ribu sepuasnya. Sepeda motor ATV Rp 20 ribu untuk per 15 menitnya.

”Balon udara Rp 20 ribu itu per 10 menit. Mandi bola Rp 5 ribu per anak sepuasnya. Sepeda dua sadel Rp 15 ribu per 30 menit. Sedang perahu keliling minimal diisi lima orang, dengan tarif Rp 10 per orang. Jika mau berduaan di perahu, ya minimal bayar Rp 50 ribu,” lanjut Khasan.

Dijelaskannya, semua wahana permainan milik pribadi warga, sehingga bisa menambah pendapatan warga Desa Punjulharjo. Selain menyediakan wahana permainan, warga juga bisa membuka warung yang bertempat di bawah pohon cemara atau di perkampungan sekitar Pantai Karangjahe.

”Pada hari biasa, pengunjung yang datang dengan sepeda motor sekitar 200-300 unit. Sedang mobil sampai 100 unit. Hari Minggu malah lebih banyak lagi. Yakni sekitar 1.500 unit motor, sedang mobil ada 500 unit yang berkunjung ke sini. Kalau pas Lebaran kemarin, pengunjung bermotor mencapai 5.000 unit. Mungkin karena alam yang masih asri dan tiket masuk yang murah, pantai ini jadi ramai,” ungkap Khasan.

Berbicara mengenai Pantai Karangjahe tidak lengkap tanpa menceritakan sejarahnya. Dulu sebelum dibuat objek wisata, pantai ini berupa rerumputan liar. Tahun 2009, pemuda Desa Punjulharjo yang tergabung dalam Karang Taruna Desa Punjulharjo berinisiatif menanam bakau guna mencegah abrasi pantai.

”Ternyata di pantai ini tidak cocok ditanami bakau, jadi kami mencoba menanam kelapa. Ternyata kelapa gagal juga. Sehingga kami berkomunikasi dengan Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Rembang. Oleh dinas, kami diberi bibit cemara pantai. Ternyata cemaranya tumbuh baik di sini,” ungkap Khasan, yang juga saat itu merupakan anggota karang taruna.

Tujuan awal penanaman cemara ini, menurut Khasan hanya sebagai pencegah abrasi. Akan tetapi, ada beberapa pengunjung yang datang dan berfoto-foto di pantai dan di bawah pohon cemara. Setelah itu, pemerintah desa dan karang taruna berinisiatif membuat objek wisata pantai.

”Setelah pantai ini disepakati sebagai objek wisata, pemerintah desa membeli tambak-tambak milik warga untuk dijadikan lahan parkir. Warga juga mudah diajak kerja sama sehingga pembelian tambak berjalan lancar,” terang Khasan.

Pemerintah desa dan karang taruna juga berdiskusi terkait nama yang cocok untuk pantai. Sebelumnya, pantai ini dikenal dengan Pantai Nggodo (nama dusun di Desa Punjulharjo). Akhirnya disepakati nama Karangjahe, karena di sebelah timur laut Desa Punjulharjo ada terumbu karang yang berbentuk seperti jahe.

”Bahkan nama Karangjahe ini sekarang lebih terkenal dari Desa Punjulharjo. Pernah ada organisasi yang mengadakan kegiatan di sini salah menyebut kepala Desa Punjulharjo dengan kepala Desa Karangjahe,” ungkap Khasan.

Wisata pantai ini dikelola oleh Badan Pengelola Wisata Pantai Karangjahe. Sekarang badan ini di bawah naungan BUMDes Punjulharjo. Jadi, menurut Khasan, wisata pantai ini benar-benar milik desa dan dikelola untuk kesejahteraan masyarakat desa.

Editor: Merie

About the Author