Published On: Tue, Aug 2nd, 2016

Rumah Adat Rembang Sangat Kental Nuansa Jawa Timuran

Rumah warga Rembang mempunyai joglo rendah tidak seperti rumah warga Jawa Tengah pada umumnya. (KORAN MURIA / EDY SUTRIYONO)

Rumah warga Rembang mempunyai joglo rendah tidak seperti rumah warga Jawa Tengah pada umumnya. (KORAN MURIA / EDY SUTRIYONO)

 

 

Koran Muria, Rembang – Jawa Tengah mempunyai rumah adat yang cukup khas, yakni joglo dengan atap yang menjulang tinggi. Namun di Kabupaten Rembang, meski masih masuk wilayah Jawa Tengah, rumah adat di daerah ini justru sangat kental dengan nuansa Jawa Timuran.

Yakni atap atau joglonya yang rendah tak terlalu tinggi seperti khas rumah di Jawa Tengah. Rumah-rumah joglo di Rembang menjadi terkesan lebih rendah dengan atap yang separuh dari atap rumah adat Jawa Tengah itu.

Ketinggian atap joglo khas Jawa Tengah rata-rata lima hingga enam meter, sementara joglo di Rembang hanya sekitar tiga meter saja tingginya.

Hal ini memang cukup beralasan, jika dilihat dari letak geografis Kabupaten Rembang. Kabupaten ini merupakan wilayah paling timur Provinsi Jawa Tengah, yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Adat dan kebiasaan warga Rembang juga cukup banyak yang mirip dengan adat Jawa Timuran.

Masyarakat Sejarawan Indonesia Rembang Edi Winarno mengutarakan, perbedaan bentuk rumah adat Rembang dengan rumah joglo khas Jawa Tengah pada umumnya, bukan tanpa alasan. Menurut dia, pembuatan joglo yang rendah itu menurut dia, juga disesuaikan dengan kotur daerah yang merupakan wilayah pesisir.

“Bila kita analisa dengan kasat mata, mengapa joglo Rembang lebih rendah?. Sebab Rembang itu pesisir. Di mana angin di daerah pesisir itu sangat kencang. Sehingga joglo rumahnya juga dibuat agak rendah,” katanya kepada Koran Muria.

Menurut dia, jika rumah joglo di Kabupaten Rembang mengadaptasi joglo pada umumnya di Jawa Tengah, dengan atap yang tinggi, dikhawatirkan justru akan membahayakan. Karena hembusan angina dari laut yang besar bisa membuat joglo yang tinggi rawan runtuh dan lainnya.

Dia melanjutkan, selain di Rembang, wilah Pati bagian pesisir, terlebih bagian timur juga mempunyai bangunan yang sama dengan Rembang. Selain menyesuaikan keadaam alam, Rembang juga sangat dekat sekali dengan daerah Jawa Timur.

Rumah joglo Jawa Timuran yang mirip dengan rumah khas Rembang. (KORAN MURIA / EDY SUTRIYONO)

Rumah joglo Jawa Timuran yang mirip dengan rumah khas Rembang. (KORAN MURIA / EDY SUTRIYONO)

Dengan adanya pembuatan joglo yang menyerupai daerah Jawa Timur, secara otomatis rumah yang ada di Rembang pembangunannya tentunya menyesuaikan keadaan alam.

“Selain itu juga ada sedikit kultur Tionghoanya. Yakni bentuk wuwungan (samping joglo) juga tidak terlalu tinggi. Namun wuwungan itu berbentuk datar menjorok ke bawah,” imbuhnya.

Editor : Ali Muntoha

 

About the Author

-