Published On: Thu, Sep 22nd, 2016
Opini | By

Obesitas Menghantui Anak di Usia Dini

Oleh: Zaenuri, S,Pd, Guru PJOK SMP Negeri 1 Banjarejo, Blora

Oleh: Zaenuri, S,Pd, Guru PJOK SMP Negeri 1 Banjarejo, Blora

 

 

Angka obesitas dikalangan anak di Indonesia menunjukkan tren meningkat. Yakni sekitar  12 % anak-anak di Indonesia kelebihan berat badan. Data Regional Nutrition Advisor UNICEF banyak negara di Asia Tenggara telah melihat keuntungan ekonomi yang mengesankan dalam dekade terakhir, mengangkat jutaan anak-anak keluar dari kemiskinan seiring dengan kondisi itu timbul sebuah masalah baru yaitu obesitas pada anak di usia dini.

Risiko kelebihan berat badan terindikasi karena pola asuh anak yang menjadi faktor penting seorang anak mengalami obesitas. Untuk menciptakan tubuh anak yang sehat orang tua perlu menerapkan pola makan sehat yang baik dan benar agar kondisi tubuh senantiasa terjaga dan seluruh asupan gizi yang dibutuhkan selalu terpenuhi dengan optimal.

Sekarang ini anak cenderung gemar mengonsumsi makanan tak bergizi atau junk food dan minuman cepat saji hal ini menjadikan indonesia menjadi negara yang mengkonsumsi mie instan terbanyak ke 2 di dunia. Selain itu gaya hidup tidak aktif atau kurang bergerak, memberi kontribusi signifikan terhadap meningkatnya obesitas anak di usia dini.

Orang tua hendaknya mengenali porsi makan, jenis makanan dan nutrisi yang terkandung dalam setiap makanan yang anak konsumsi secara berkala, Kualitas komposisi makanan dan memperhitungkan kalori makanan serta jadwal makan pagi, siang dan malam yang anda terapkan. untuk mengetahui status gizi, badan kesehatan dunia atau WHO sudah menentukan beberapa baku rujukan penentuan status gizi yaitu dengan pengukuran berat badan pria dan wanita.

Berat badan ideal wanita (kg) = (Tinggi badan (cm) – (15 % x Tinggi badan – 100). Berat badan ideal pria (kg) = (Tinggi badan (cm) – 100) – (10 % x Tinggi badan – 100). Orang tua hendaknya lebih perhatian kepada anak salah satunya menghindari anak mengkonsumsi makanan dan minuman cepat saji dan terhadap fase pertumbuhan anak agar dapat tumbuh kembang sesuai dengan harapan, sehingga tercipta anak yang bertubuh ideal bugar dan prima.

Mendidik anak untuk membiasakan pola hidup sehat memang tidak bisa instan semudah membalikkan telapak tangan. Menanamkan kebiasaan baik dan sehat sejak dini adalah cara tepat untuk membuat orangtua mengerti pentingnya kesehatan dalam hidup anak.

Jika orang tua teringat kasus arya permana bocah yang bobotnya mencapai 190 kg diusianya yang masih duduk di bangku sekolah dasar semua orang tua akan miris melihatnya. Butuh perjalanan yang cukup panjang untuk mendidik anak agar mau menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari tanpa harus dipaksa.

Orang tua dan guru tidak perlu teori muluk-muluk untuk menancapkan kebiasaan baik kepada putra-putrinya. Mereka perlu memberi contoh nyata mengenai pola hidup sehat dari hal-hal yang sederhana dirumah dan saat disekolah. Kebiasaan pola hidup sehat dari hal-hal yang sederhana akan membantu anak untuk dapat membiasakan menjaga kesehatannya dengan baik. Salah satu contoh dengan pengaturan asupan gizi yang sesuai fase usianya sehingga tidak melebihi kalori yang dibutuhkan anak dan membiasakan aktifitas fisik secara teratur setiap hari.

Orang tua harus wajib memfasilitasi anak di usia dini untuk tidak membatasi gerak dengan aktifitas fisik secara teratur dari yang paling sederhana misalnya anak usia dini dengan  latihan yang membuat anak bernafas lebih cepat dan dalam.

Pada anak usia sekolah dapat mulai melakukan kegiatan olahraga, di samping permainan lain. Perkenalkan berbagai jenis kegiatan non lokomotor sampai kegiatan manipulatif dengan tujuan yang berbeda seperti lompat jalan dan bermain. Orang tua harus memahami dan memberi waktu yang cukup bahwa anak harus mengambil sebagian besar porsi satu jam beraktivitas dalam sehari dalam tiga kali dalam seminggu dengan intensitas cukup.

Aktivitas yang menguatkan otot seperti loncat tali dan lari dengan media bermain anak. Orang tua tidak harus menakar jumlah waktu aktivitas anak secara ketat sekali. Cara mudah menilai intensitas kegiatan yang dilakukan oleh anak anda adalah dengan membandingkannya dengan kemampuan gerak anak rata-rata anak seusianya.

Misalnya apabila anak berjalan kaki ke sekolah setiap pagi, ia mungkin sedang melakukan kegiatan dengan intensitas sedang. Ketika ia lari berkejaran dengan teman di sekolah, intensitas yang dilakukannya cukup berat. Dengan membiasakan pola hidup sehat sejak dini dengan baik dan benar, orang tua tidak perlu mengkwatirkan kondisi kesehatan tubuh anak. Dengan tubuh yang sehat dan bugar anak akan semakin prima dalam fase pertumbuhanya.

WAJIB ADA DI OPINIBerbagai aktivitas yang dijalani akan dilalui dengan penuh semangat karena berkembang dan tumbuh secara  optimal. Bahkan resiko penyakit bisa dihindari karena gizi dan nutrisi yang diperoleh dalam tubuh meningkatkan sistem imun yang baik untuk melawan berbagai macam gangguan kesehatan. (*)

About the Author

-