Diterbitkan pada: Sen, Okt 17th, 2016

Yayuk Basuki Pompa Semangat Atlet Kejurnas Tenis Yunior di Pati

Reporter:    /  @ 18:05:08  /  17 Oktober 2016

Ketua Pelti Kabupaten Pati Joni Kurnianto menyerahkan suvenir kepada yayuk Basuki (kanan), mantan petenis dunia yang membuka kejurnas Pelti Pati, Senin (17/10/2016). (KORAN MURIA / LISMANTO)

Ketua Pelti Kabupaten Pati Joni Kurnianto menyerahkan suvenir kepada yayuk Basuki (kanan), mantan petenis dunia yang membuka kejurnas Pelti Pati, Senin (17/10/2016). (KORAN MURIA / LISMANTO)

 

Koran Muria, Pati – Mantan pemain tenis dunia, Yayuk Basuki memompa semangat ratusan atlet tenis muda yang berlaga dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Tenis Yunior Pelti Pati Apkomindo-Luwak White Koffie di Lapangan Tenis eks-Karesidenan Pati, Senin (17/10/2016).

Yayuk menyempatkan diri bermain eksibisi dengan Bonit Wiryawan yang juga petenis kawakan terkenal Indonesia. Kehadiran Yayuk diharapkan bisa memompa semangat para peserta turnamen yang datang dari berbagai daerah di Indonesia.

“Dunia tenis di daerah harus dioptimalkan. Sebab, selama ini kita kekurangan pemain sehingga potensi atlet dari lokal harus digerakkan kembali. Dengan begitu, masyarakat juga lebih sadar dengan adanya olahraga tenis,” ujar mantan petenis dengan nama asli Sri Rahayu Basuki ini.

Menurutnya, masalah yang dihadapi dari eksistensi olahraga tenis selama ini masih berkutat pada persoalan finansial. Karena itu, dia berharap agar Pelti tidak bergantung pada pemerintah untuk terus menggelorakan olahraga tenis di tanah air.

“Saya berikan apresiasi kepada pengurus Pelti Pati dan bupati Pati yang sudah peduli dan mendukung dengan kejurnas tenis di Pati. Di tengah keberadaan lapangan tenis di pusat yang lama-lama habis tergerus pusat perbelanjaan, olahraga tenis di daerah harus selalu dihidupkan,” tutur Yayuk.

Ketua Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (Pelti) Kabupaten Pati Joni Kurnianto menambahkan, kejurnas tenis lapangan digelar di Pati bertujuan untuk mencetak atlet-atlet berbakat tingkat nasional, bahkan internasional. Mereka digembleng dalam kejurnas untuk mempersiapkan diri pada kompetisi-kompetisi berikutnya pada level nasional maupun internasional.

“Kejurnas ini juga menjadi momentum bagi Pelti Pati untuk memberikan wadah prestasi bagi atlet tenis yunior se-Indonesia. Di level lokal, kompetisi ini diharapkan bisa menjadi kawah candradimuka bagi atlet-atlet tenis yunior asal Pati untuk berkompetisi dengan para juara di Indonesia,” terangnya.

Dalam kejurnas itu, ada ratusan petenis yunior dari berbagai daerah di Indonesia yang bertanding. Petenis yunior usia 10, 12, 14, dan 16 tahun tersebut berdatangan dari berbagai daerah, seperti Surabaya, Tuban, Semarang, Balikpapan, Manado, Jambi, Tondano, Bandar Lampung, Yogyakarta, Ciamis, Bogor, Cianjur, Cilacap, Solo, Sukoharjo, hingga Wonogiri. Sejumlah peserta dari kawasan karesidenan Pati, di antaranya Pati, Kudus, Blora, dan Grobogan.

“Kejuaraan yang diikuti 121 peserta dari berbagai daerah di Indonesia ini menjadi momentum untuk menggeliatkan dunia olahraga bidang tenis lapangan Pati di kancah nasional. Tidak sembarangan peserta, mereka sebagian besar berasal dari atlet yunior berbakat yang sudah beberapa kali menyabet juara di tingkat nasional,” kata Joni.

Awalnya, kejurnas tenis lapangan yunior akan digelar di Ambarawa, Semarang. Namun, antusiasme tenis di Pati membuat pihak sponsorship akhirnya memutuskan untuk menghelat di Pati. Sontak saja, tawaran baik itu diterima jajaran pengurus Pelti Pati.

Dari ratusan peserta yang mendaftar, beberapa di antaranya ada yang menjuarai tenis tingkat nasional hingga internasional. Karena itu, kejurnas Pelti Pati menjadi kawah candradimuka bagi atlet-atlet asal Pati untuk bermain melawan mereka.

Naila Indrawijaya (11), atlet tenis yang duduk di kelas VI SD asal Kota Samarinda mengaku bisa mengikuti kompetisi tingkat nasional di Pati. Dia bersama dengan dua atlet lainnya siap bertanding dan mengalahkan ratusan pesaing dari seluruh Indonesia.

Pengalaman juara pertama di Balikpapan dan juara dua di Banjarmasin akan menjadi bekal untuk bersaing di kejurnas Pelti Pati. Karena itu, atlet yang menempuh pendidikan di Sekolah Khusus Olahragawan Internasional (SKOI) itu hanya latihan selama seminggu untuk menghadapi lawan di Kejurnas Pelti Pati.

Editor : Ali Muntoha

 

Komentar

komentar



Berita Terbaru

Tradisi Sowan Kiai Jadi Kunci Sukses Abdul Hadi Pimpin Warga Nahdliyin di Kudus

27 Juni 2017, Komentar Dinonaktifkan pada Tradisi Sowan Kiai Jadi Kunci Sukses Abdul Hadi Pimpin Warga Nahdliyin di Kudus

Mbah Maimoen Zubair, Ulama Kharismatik Gudangnya Ilmu Pengetahuan

26 Juni 2017, Komentar Dinonaktifkan pada Mbah Maimoen Zubair, Ulama Kharismatik Gudangnya Ilmu Pengetahuan

KH Sya’roni Achmadi, Kiai Tanpa Pesantren yang Selalu Dihormati

25 Juni 2017, Komentar Dinonaktifkan pada KH Sya’roni Achmadi, Kiai Tanpa Pesantren yang Selalu Dihormati

Ustaz Mushofa, Imam Termuda di Muda Masjid Agung Baitunnur Pati

24 Juni 2017, Komentar Dinonaktifkan pada Ustaz Mushofa, Imam Termuda di Muda Masjid Agung Baitunnur Pati

Kelola Tingkat Stres, Sakit Kepala Bakal Kabur

23 Juni 2017, Komentar Dinonaktifkan pada Kelola Tingkat Stres, Sakit Kepala Bakal Kabur
© Copyright 2015 Koran Muria - All Rights Reserved | Redaksi | Pedoman Media Siber DMCA.com Protection Status