order alprazolam Stockton buy xanax xanax narcotic schedule

tramadol help anxiety buy tramadol tramadol liquid high

soma ekat kursu iletişim soma no prescription how long can soma stay in your system

regra do quadrado da soma de 2 termos soma online soma kınık arası satılık tarla

ambien kidney problems ambien pill reduce dependence on ambien

buy tramadol online Rhode Island buy tramadol how much tramadol can you give dogs

how effective is .25 xanax buy xanax how much xanax can i take at one time

ambien stillbirth buy ambien ambien lethal combination

xanax et soleil buy xanax how much are yellow xanax worth

can u take xanax and phentermine buy phentermine online phentermine co to za lek

Diterbitkan pada: Rab, Des 28th, 2016

Berkelahi di Tempat Karaoke Kudus, Oknum Tentara Ini Tusuk Pengeroyoknya hingga Tewas

Reporter:    /  @ 20:34:03  /  28 Desember 2016

Garis polisi masih terpasang di depan Lobby Cafe, di Desa Jati Kulon, Kecamatan Jati, Kudus, sebagai tempat kejadian perkara tewasnya pengunjung kafe karena berkelahi dengan seorang oknum tentara, Rabu (28/12/2016). (Koran Muria/Faisol Hadi)

Garis polisi masih terpasang di depan Lobby Cafe, di Desa Jati Kulon, Kecamatan Jati, Kudus, sebagai tempat kejadian perkara tewasnya pengunjung kafe karena berkelahi dengan seorang oknum tentara, Rabu (28/12/2016). (Koran Muria/Faisol Hadi)

 

Koran Muria, Kudus – Seorang pengunjung karaoke di Kudus, tewas setelah berkelahi dengan seorang oknum tentara, pada Rabu (28/12/2016), sekitar pukul 03.00 WIB dinihari.

Zaenal Arifin, warga Desa Pasuruan Lor, Kecamatan Jati, tewas setelah berkelahi dengan oknum TNI anggota Kodim 0722 Kudus berinisial T, di Lobby Cafe, yang ada di Desa Jati Kulon, Kecamatan Jati.

Selain Zaenal yang tewas, turut terluka dalam kejadian itu adalah rekan korban bernama Sarpan. Yang bersangkutan menderita luka-luka, namun selamat dan sudah mendapatkan perawatan di RSUD dr Loekmonohadi Kudus.

Pelaku penusukan yang membuat korban tewas sendiri, adalah anggota TNI berinisial T. Yang bersangkutan sudah diamankan petugas kepolisian, namun kemudian diserahkan ke pihak Denpom.

”Sesuai dengan aturan yang ada, kita limpahkan yang bersangkutan ke Denpom, untuk diproses lebih lanjut. Ini sudah sesuai dengan prosedur yang berlaku,” jelas Kapolres Kudus AKBP Andy Rifa’i, ditemui di RSUD dr Loekmonohadi Kudus, Rabu (28/12/2016).

Kapolres mengatakan, kejadian tersebut bermula saat pelaku dan korban sama-sama berada di Lobby Cafe malam itu. Hanya saja, tidak dijelaskan secara mendetail, apa yang menjadi alasan mereka berkelahi, hingga salah seorang di antaranya menjadi korban tewas.

Keterangan lebih detail, justru disampaikan Dandim 0722 Kudus Letkol (Czi) Gunawan Yudha. Menurutnya, malam itu, anggotanya yang berinisial T tersebut, terlibat perkelahian dengan korban.

”Mereka sama-sama berada di lokasi kafe. Anggota TNI berinisial T ini, kemudian terlibat perkelahian dengan korban dan rekan-rekannya. Anggota dikeroyok pada saat itu,” jelasnya saat mengunjungi pelaku yang masih dirawat di RS Mardi Rahayu Kudus, Rabu (28/12/2016).

Saat itu, menurut Gunawan, pelaku mencoba melindungi rekannya yang sama-sama berada di kafe. Sedangkan korban bersama rekan-rekannya yang jumlahnya mencapai tujuh orang, seolah tidak peduli dan terus mengeroyok pelaku.

”Posisinya dia (pelaku, red) sendirian, namun terus dikeroyok dan diinjak-injak oleh korban dan teman-temannya. Meski sudah mengatakan bahwa dia adalah tentara, namun korban terus saja menginjak-injak pelaku,” terangnya.

Karena itulah, pelaku kemudian mencoba membela dirinya. Dia menarik sebuah pisau lipat yang disimpan di dalam saku bawah celananya. Dengan senjata itu, pelaku lantas menusuk korban. Pelaku yang menggunakan pisau lipat itu, kemudian berhasil melukai korban dan membebaskan dirinya dari keroyokan.

”Jika saja si T tidak membela diri, maka akibatnya bisa fatal. Dan memang, meski bisa lolos dari pengeroyokan tersebut, T juga mengalami luka cukup parah, dan harus dirawat di RS Mardi Rahayu ini, untuk mendapatkan penanganan. Lukanya adalah memar dan bengkak pada bagian kepala, karena bekas injakan,” paparnya.

Aparat kepolisian sendiri, setelah mendapat laporan mengenai perkelahian tersebut pada pagi harinya, segera mendatangi lokasi kejadian. Mereka melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), serta memasang garis polisis di lokasi kejadian.

Kasat Reskrim Polres Kudus AKP Kurniawan Daili mengungkapkan, kalau korban sebelum dibacok, memang tengah berada karaoke di kafe tersebut. ”Bersama teman-temannya, mereka berkaraoke dari pukul 01.00-03.00 WIB,” katanya.

Dari kejadian itu, yang mengalami luka dan meninggal dunia adalah Zainal Arifin. Sedangkan satu orang bernama Sarpan, terkena sabetan senjata. Ada sabetan senjata tajam di bagian tubuh korban yang tewas dan luka. ”Untuk Zainal mengalami luka tusuk pada dada kanan dan punggung. Luka tembus dari tubuh bagian depan ke belakang. Sedangkan Sarpan, mengalami luka pada pelipis kanan, serta bagian kepala lainnya,” tuturnya.

Kapolres Kudus AKBP Andy Rifa’i meninjau kamar jenazah RSUD dr Loekmonohadi Kudus, tempat disemayamkannya korban penusukan akibat perkelahian di kafe karaoke, Rabu (28/12/2016). (Koran Muria/Faisol Hadi)

Kapolres Kudus AKBP Andy Rifa’i meninjau kamar jenazah RSUD dr Loekmonohadi Kudus, tempat disemayamkannya korban penusukan akibat perkelahian di kafe karaoke, Rabu (28/12/2016). (Koran Muria/Faisol Hadi)

Setelah kejadian itu, dua korban dilarikan ke RSUD dr Loekmonohadi Kudus, sekitar jam 03.30 WIB, oleh rekan-rekannya yang lain. Hanya saja, dalam proses perawatan, nyawa Zainal tidak terselamatkan. Sedangkan Sarpan masih bisa diselamatkan.

Sementara itu, Nor Badri, kepala Desa (kades) Pasuruan Lor, Kecamatan Jati, menyebutkan jika Zainal dan Sarpan merupakan warganya. Mereka dikenal sebagai pemuda yang cukup nakal, dan beberapa kali berbuat onar di kampungnya.

Editor: Merie

Komentar

komentar

© Copyright 2015 Koran Muria - All Rights Reserved | Redaksi | Pedoman Media Siber DMCA.com Protection Status