Diterbitkan pada: Kam, Des 29th, 2016

Kafe Karaoke Telan Korban, Muncul Kampanye #menagihjanjikangmus, serta Dandim Kudus Minta Maaf pada Masyarakat

Reporter:    /  @ 19:21:55  /  29 Desember 2016

 Lobby Cafe di jalur lingkar Kudus, yang menjadi lokasi perkelahian antara pengunjung kafe hingga menyebabkan seorang meninggal dunia, Rabu (28/12/2016). (Koran Muria/Faisol Hadi)

Lobby Cafe di jalur lingkar Kudus, yang menjadi lokasi perkelahian antara pengunjung kafe hingga menyebabkan seorang meninggal dunia, Rabu (28/12/2016). (Koran Muria/Faisol Hadi)

 

Koran Muria, Kudus – Kasus tewasnya pengunjung karaoke di Kabupaten Kudus, pada Rabu (28/12/2016) lalu, menimbulkan satu pertanyaan mengenai upaya penegakan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 10 Tahun 2015 tentang Usaha Hiburan Diskotik, Kelab Malam, Pub, dan Penataan Hiburan Karaoke.

Masih beroperasinya kafe berkaraoke di Kabupaten Kudus menimbulkan kekecewaan sejumlah pihak. Bukan saja organisasi kemasyarakatan (ormas), melainkan juga aparat kepolisian, yang menyesalkan belum ditegakkannya perda itu, hingga menimbulkan korban jiwa.

Bahkan, keprihatinan terhadap kasus pembunuhan di lokasi karaoke itu, juga bermunculkan di media sosial (medsos) seperti Facebook. Beberapa tokoh masyarakat memang mempertanyakan penegakan perda larangan karaoke itu, yang tidak juga mempan menutup lokasi kafe berkaraoke di Kudus ini.

Di beberapa akun Facebook, juga sudah muncul gerakan untuk mempertanyakan penegakan perda itu. Misalnya saja kampanye berhastag #menagihjanjikangmus. Mereka mempertanyakan komitmen Bupati Kudus H Musthofa atau yang akrab disapa Kang Mus, dalam penegakan perda yang ada.

Kekecewaan itu juga disampaikan Ketua PC Ansor Kudus Sarmanto Hasyim. Dirinya menyebutkan bahwa pejabat penegak perda di Kudus, masih membiarkan kafe berkaraoke buka. ”Padahal aturan sudah jelas-jelas melarang, namun tidak juga dilakukan penindakan secara tegas,” katanya, Kamis (29/12/2016).

Sarmanto kemudian mengingatkan kembali janji Bupati Kudus H Musthofa, yang mengatakan akan menegakkan aturan soal karaoke. ”Bapak Bupati Kudus sudah bilang pada November lalu, saat pertemuan, kalau aturan ditegakkan. Sehingga kalau sudah mengatakan demikian atau sudah melarang, ya harusnya ditutup semua,” tegasnya.

Apalagi, menurut Sarmanto, sudah jatuh korban tewas di tempat karaoke akibat perkelahian. Karenanya, Ansor akan melakukan aksi dengan turun ke jalan, untuk menagih janji pemerintah menegakkan perda soal karaoke ini. ”Jatuhnya korban di sana itu memprihatinkan. Membuat kami kecewa. Hal itu terjadi karena kafe berkaraoke di Kudus masih buka,” katanya.

Sarmanto menegaskan bahwa pihaknya akan segera melakukan koordinasi untuk melakukan aksi lanjutan. Termasuk salah satunya melakukan audiensi dengan bupati. ”Kita akan tagih janji bupati soal penegakan perda ini. Yang jelas, secepatnya kami akan beraksi,” jelasnya.

 

Kapolres Kudus Siap Bantu Penegakan Perda, Dandim Tegaskan Tidak Akan Halangi Proses Hukum Anggota yang Bersalah

 Dandim 0722 Kudus Letkol (Czi) Gunawan Yudha meminta maaf kepada masyarakat, karena anak buahnya telah berbuat tindakan kriminal hingga menyebabkan seseorang meninggal dunia. (Koran Muria/Faisol Hadi)


Dandim 0722 Kudus Letkol (Czi) Gunawan Yudha meminta maaf kepada masyarakat, karena anak buahnya telah berbuat tindakan kriminal hingga menyebabkan seseorang meninggal dunia. (Koran Muria/Faisol Hadi)

Keprihatinan atas masih beroperasinya kafe berkaraoke di Kabupaten Kudus hingga menimbulkan peristiwa perkelahian yang memakan korban jiwa, juga disesalkan Kapolres Kudus AKBP Andy Rifa’i.

Dia mengatakan jika saja aturan yang sudah sah (perda, red) dapat diberlakukan, maka tidak akan ada korban yang jatuh. Untuk itu, penindakan aturan diharapkan lebih maksimal lagi.

”Aturan sudah jelas. Berati kan, tinggal melaksanakan saja. Kami juga siap jika diminta untuk membantu menertibkan keberadaan kafe karaoke di Kudus. Anggota pasti selalu siap,” katanya.

Menurutnya, dampak negatif dengan adanya karaoke sangat besar. Seperti minuman keras, perkelahian, serta aktivitas kejahatan lain, yang dimungkinkan besar terjadi di kafe karaoke. ”Makanya, harus kita waspadai bersama,” jelasnya.

Di sisi lain, peristiwa tewasnya seorang pengunjung karaoke setelah berkelahi dengan seorang anggota TNI, tepatnya anggota Kodim 0722 Kudus, menimbulkan keprihatinan dari pimpinan instansi tersebut.

Dandim 0722 Kudus Letkol (Czi) Gunawan Yudha meminta maaf atas sikap anggota, yang sampai terlibat pembunuhan warga. ”Meskipun hal itu dilakukan atas dasar membela diri lantaran dikeroyok, namun sebagai pimpinan saya meminta maaf atas peristiwa tersebut,” tegasnya, Kamis (29/12/2016).

Anggota TNI yang diketahui berinisial T itu, diduga terlibat perkelahian dengan pengunjung Lobby Cafe, yang terletak di Jalur Lingkar Kencing, turut Desa Jati Kulon, Kecamatan Jati, Rabu (28/12/2016), sekitar pukul 03.00 WIB. Setelah dikeroyok sebanyak kurang lebih tujuh orang pengunjung lainnya, oknum anggota TNI itu mengeluarkan pisau yang dibawanya, dan menusuk pengeroyoknya. Akibatnya, Zaenal Arifin, warga Desa Pasuruan Lor, Kecamatan Jati, tewas, sementara satu orang lagi mengalami luka-luka.

”Sebagai pimpinan dari anggota saya yang berinisial T, saya minta maaf. Di mana peristiwa itu seharusnya tidak terjadi, apalagi sampai mengakibatkan seseorang meninggal dunia. Kepada masyarakat, saya mohon maaf,” kata Dandim.

Kodim sendiri juga sudah berupaya dalam membantu keluarga yang ditinggalkan. Seperti dalam pemulangan jenazah dari rumah sakit menuju kediaman di Desa Pasuruan Lor, hingga datang langsung untuk mengucapkan belasungkawa dan permohonan maaf kepada keluarga korban.

Mengenai proses hukum terhadap anggota, dandim menegaskan bahwa semua akan diproses sesuatu aturan yang berlaku. ”Kami tidak akan menghalangi proses yang berjalan. Bahkan mendukung hal tersebut ditindak sesuai dengan prosedur. Dan sampai saat ini, penanganannya masih dilakukan, hingga sidang nanti di Semarang,” terangnya.

Dandim menambahkan bahwa ke depannya, pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap jajarannya. Yakni evaluasi ke dalam, kepada para anggota yang ada. ”Supaya ke depan, tidak terjadi lagi peristiwa yang semacam ini,” imbuhnya.

Editor: Merie

Komentar

komentar

© Copyright 2015 Koran Muria - All Rights Reserved | Redaksi | Pedoman Media Siber DMCA.com Protection Status