Published On: Fri, Dec 30th, 2016
Blora | By

Polsek Kedungtuban Blora Buru Pembuang Bayi Perempuan di Tepi Sungai Desa Tanjung

Mayat bayi perempuan di Sungai Desa Tanjung dievakuasi polisi untuk dibawa ke puskesmas. (POLRES BLORA)

Mayat bayi perempuan di Sungai Desa Tanjung dievakuasi polisi untuk dibawa ke puskesmas. (POLRES BLORA)

 

Koran Muria, Blora –  Polsek Kedungtuban, Kabupaten Blora, masih berburu pelaku pembuang bayi di sungai Desa Tanjung, kecamatan Kedungtuban Blora. Berbagai upaya pun sudah dilakukan, termasuk mencari keterangan bidan setempat terkait jumlah ibu hamil.

Kapolsek Kedungtuban AKP Sugiarto dikutip dari halaman resmi Polres Blora, mengatakan, saat ini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait temuan bayi di pinggir sungai Desa Tanjung, Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora.

”Kami masih melakukan penyelidikan untuk mencari tahu pelaku dan motif dari temuan mayat bayi tersebut,” tandasnya.

Sugiarto menuturkan, pada Selasa (27/12/16) sore pukul 15.00 Wib, mayat bayi perempuan malang tersebut ditemukan. Kala itu ia mendapatkan laporan dari Kepala Desa Tanjung Mulyadi.

Setelah menerima laporan, anggota Polsek Kedungtuban langsung mendatangi TKP dan bersama warga mengevakuasi mayat bayi tersebut untuk dibawa ke Puskesmas Kedungtuban dan dilanjutkan dengan tindakan otopsi/visum.

Temuan tersebut, sontak membuat geger Desa Tanjung. Apalagi sesosok mayat bayi perempuan itu ditemukan dalam posisi telanjang dan terlentang di pinggir sungai. Mayat bayi sudah mengambang dan dikerumuni lalat. Mayatnya tersangkut di pinggir aliran sungai Desa Tanjung.

Diduga, mayat bayi yang ditemukan di pinggir sungai itu diperkirakan baru dilahirkan, karena tali pusar mayat bayi tersebut masih menempel. Berdasarkan informasi saksi, mayat bayi perempuan tersebut ditemukan pertama kali oleh saksi Krisna (12) pelajar SD asal desa setempat saat sedang mincing di pinggir sungai.

Krisna melihat barang yang mencurigakan seperti boneka, selanjutnya dirinya memberitahukan kepada temannya yakni Agus (15) pelajar SMP warga desa setempat. Mereka berdua mengecek lagi benda mirip boneka tersebut ternyata itu merupakan mayat bayi yang terapung.

Editor : Supriyadi

 

About the Author

-