Published On: Thu, Jan 5th, 2017
Kudus | By

Temuan Mayat Laki-laki Penuh Belatung di Ladang Tebu Desa Jurang Gegerkan Warga

Polisi memasang garis pembatas pada lokasi temuan mayat di ladang tebu Desa Jurang, Kecamatan Gebog, Kamis (5/1/2017). (KORAN MURIA/FAISOL HADI)

Polisi memasang garis pembatas pada lokasi temuan mayat di ladang tebu Desa Jurang, Kecamatan Gebog, Kamis (5/1/2017). (KORAN MURIA/FAISOL HADI)

 

Koran Muria, Kudus – Temuan mayat laki laki di ladang tebu, Desa Jurang RT 4 RW 3, Kecamatan Gebog di belakang klinik PR Sukun menggegerkan warga. Pasalnya, kondisi mayat sudah membusuk dan beberapa bagian tubuh sudah dipenuhi belatung. Bahkan beberapa tulangnya juga mulai kelihatan.

Yatono, warga Desa Jurang mengatakan, dia bersama temannya yang kali pertama mendapati ada mayat. Saat itu, dia sedang bekerja di lahan tebu. Dia dikejutkan dengan bau tak sedap dari sekitar.

”Tadi sekitar pukul 10.30 WIB saya kletek tebu. Tiba-tiba ada bau tidak enak dan menyengat. Setelah kami cari, ternyata bau tersebut berasal dari mayat yang sudah membusuk,” katanya kepada Koran Muria, Kamis (5/1/2017).

Mendapati hal itu, ia bersama teman-temannya pun langsung lari untuk meminta bantuan ke sejumlah warga. Sontak saja, kabar temuan mayat langsung menyebar dan membuat lokasi dipenuhi warga.

Hanya saja, mayat tersebut, terletak pada bagian dalam kebun tebu. Lokasinya berjarak sekitar 10 meter dari jalan raya. Dengan jarak tersebut, bau menyengat tersebut tak tercium. Hal itu membuat sebagian warga mencoba mencari temuan tersebut ke bagian dalam lahan.

Tak berselang lama, Kapolsek Gebog AKP Muhaimin bersama petugas langsung memasang garis pembatas. Hal itu untuk mempermudah proses identifikasi terhadap korban.

”Yang pasti korban berjenis kelamin laki-laki dengan tinggi badan kurang lebih 160 cm. Selain itu tidak ditemukan tanda pengenal atau identitas apapun dari tubuh korban yang meninggal,” katanya.

Hanya saja, saat ditemukan, korban mengenakan celana jeans warna biru, ikat pinggang hitam bergaris putih dan Kaos warna hitam. Selain itu, ia juga menggenakan celana dalam warna abu-abu bermerek Nike.

”Dari identifikasi, mayat tersebut juga mengenakan anting hitam di telinga kanan dan memiliki luka belang di kepala bagian atas,” ujarnya.

Muhaimin menambahkan, kemungkinan besar mayat laki-laki memang telah meninggal cukup lama. Lokasi yang cukup jauh kerumunan dan kondisi tanah yang basah, membuat mayat cepat membusuk. Terbukti, dengan wajah yang sudah sulit untuk dikenali.

”Ini sedang diselidiki lebih lanjut. Baik itu identitasnya atau penyebab kematiannya. Saat ini kami belum bisa mengetahui korban pembunuhan atau tidak,” ujarnya.

Editor: Supriyadi

About the Author

-