Diterbitkan pada: Jum, Jan 6th, 2017

Pingsan Saat Dihukum Lari dalam Kondisi Hujan, 12 Siswa SMAN 1 Mlonggo Jepara Dilarikan ke Puskesmas

Reporter:    /  @ 19:52:46  /  6 Januari 2017

 Belasan  siswa SMAN 1 Mlonggo mendapat perawatan di Puskesmas Mlonggo setelah jatuh pingsan usai dihukum lari 100 meter dalam kondisi hujan, Jumat (6/1/2017). (KORAN MURIA/EDY SUTRIYONO)

Belasan  siswa SMAN 1 Mlonggo mendapat perawatan di Puskesmas Mlonggo setelah jatuh pingsan usai dihukum lari 100 meter dalam kondisi hujan, Jumat (6/1/2017). (KORAN MURIA/EDY SUTRIYONO)

 

Koran Muria, Jepara – Sebanyak 12 siswa SMA 1 Mlonggo terpaksa dilarikan ke puskesmas setempat, Jumat (6/1/2017).  Belasan siswa itu tak kuat menahan capek dan dingin setelah dihukum lari sejauh 100 meter saat hujan lebat karena terlambat.

Tak hanya itu, dua di antaranya juga terpaksa dirujuk ke RS Sultan Hadlirin Jepara untuk penanganan lebih lanjut.

Informasi yang himpun, peristiwa tersebut bermula saat seratusan siswa tidak diperbolehkan masuk ke area sekolah. Itu karena, sejak pukul 06.30 WIB, pintu pagar sudah dikunci lantaran ada program Jumat bersih. Akibatnya, seratusan siswa itu berada di luar pagar dengan kondisi hujan.

Karena keterlambatan itu, mereka akhirnya dihukum dengan lari sejauh 100 meter. Untuk siswa putra dihukum lari sebanyak 10 kali dan siswa perempuan sebanyak 5 kali. Hukuman itu tetap dilakukan meski cuaca sedang hujan.

Saat hukuman berjalan selama kurang lebih 1,5 jam, banyak siswa yang mulai jatuh pingsan, dengan keadaan badan kedinginan. Sebanyak 12 siswa pun dilarikan ke Puskesmas Mlonggo dan dua siswa dirujuk ke RSI Sultan Hadlirin Jepara.

Adapaun ke-12 siswa tersebut yakni Ismi, Dina, Rafika, Rama, Ken Ariski, Zahwa, Zahrofiq, Reni Noor, Yunia, Eka, Aini, Aisabel. Hingga sekitar pukul 09.00 WIB, belasan siswa yang pingsan tersebut baru siuman.

Sementara itu, kejadian tersebut sempat memunculkan sedikit kegaduhan. Para orang tua wali tak terima dan menempuh jalur hukum. Bahkan siswa juga menuntut pihak sekolah bertanggung jawab. Akibatnya, aparat dari Polsek Mlonggo pun melakukan pengamanan di sekolah.

Kapolsek Mlonggo AKP Maryono menjelaskan, usai kejadian itu pihaknya melakukan pengamanan di lokasi kejadian.

”Sebab memang sempat terjadi aksi protes baik oleh teman siswa maupun orang tua. Satu per satu orang tua siswa datang ke sekolah menuntut pertanggungjawaban dari pihak sekolah. Tapi belum ada upaya hukum dari wali murid yang dirugikan,” kata Maryono.

Kepala SMA 1 Mlonggo, Gunawan mengakui jika ada belasan siswanya yang pingsan akibat hukuman yang langsung diberikannya kepada siswa yang telat.

Dia menilai,  hukuman itu diberikan sebagai salah satu bentuk pendidikan kedisiplinan dan pembentukan karakter kepada seluruh siswa yang ada.

Puluhan siswa basah kuyup saat dihukum lari 100 meter dalam kondisi hujan, Jumat (6/1/2017). (KORAN MURIA/EDY SUTRIYONO)

Puluhan siswa basah kuyup saat dihukum lari 100 meter dalam kondisi hujan, Jumat (6/1/2017). (KORAN MURIA/EDY SUTRIYONO)

Sementara itu, ia juga mengutarakan bahwa dalam menghukum siswa pihaknya sudah mempertimbangkan kondisi siswa masing masing. Sehingga diirinya mempersilahkan kepada siswa yang tak kuat menjalankan hukuman untuk keluar dari barisan dan tidak menjalankan hukuman sebagaimana lainnya. Beberapa anak sudah keluar tapi yang lainnya tidak.

”Saya meminta maaf kepada semua pihak, khususnya kepada orang tua siswa. Saya siap menanggung semua biaya perawatan,” kata Gunawan.

Dia menambahkan, setiap hari Jumat sekolah ini memang memajukan jam masuk. Karena ada program Jumat bersih. ”Gerbang sekolah mulai ditutup pada pukul 06.30 WIB. Alasan jam masuk  sekolah dimajukan yakni agar program Jumat bersih berupa kerja bakti itu tak mengganggu jam pelajaran,” pungkasnya.

Editor: Supriyadi

Komentar

komentar

© Copyright 2015 Koran Muria - All Rights Reserved | Redaksi | Pedoman Media Siber DMCA.com Protection Status