Diterbitkan pada: Sen, Jan 9th, 2017

Bolos Kerja, Perangkat Desa Wates Kudus Dibina di Kantor Kecamatan

Reporter:    /  @ 18:26:52  /  9 Januari 2017

Camat Undaan Catur W saat menceritakan kasus memalukan yang terjadi di Pemdes Wates, Kecamatan Undaan. (KORAN MURIA/FAISOL HADI)

Camat Undaan Catur W saat menceritakan kasus memalukan yang terjadi di Pemdes Wates, Kecamatan Undaan. (KORAN MURIA/FAISOL HADI)

 

Koran Muria, Kudus – Perangkat Desa Wates, Kecamatan Undaan terpaksa dipanggil ke kantor kecamatan setempat karena tertangkap basah tengah bolos kerja. Hal itu dilakukan guna memberi efek jera dan bisa menjadi pelajaran di kemudian hari.

Camat Undaan Catur W mengatakan, kejadian memalukan itu terjadi pada Kamis (5/1/2017). Saat itu dia melakukan sidak ke sejumlah desa di Undaan. Hanya, saat di Desa Wates, ia mendapati balai desa dalam keadaan tertutup.

”Saat itu kantor tertutup, padahal jam baru menunjukkan pukul 13.30 WIB. Namun, pintu tidak terkunci dan ada seorang di dalamnya. Padahal jumlah perangkat ada 10 orang,” katanya, Senin (9/1/2017).

Mendapatkan hal tersebut, Jumat (6/1/2017) pihaknya seketika memanggil Pemdes Wates ke kantor kecamatan. Di sana, pemerintah desa diberikan pengarahan atas sikap yang tidak sepantasnya itu.

Beruntung, pihak kecamatan tidak memberikan Surat Peringatan seperti yang diberi ke Pemdes Kalirejo. Meski hanya teguran keras, namun diyakini itu ampuh untuk membuat aparat pemerintah desa menjadi jera dan tak berbuat seenaknya.

”Karena masih ada orang meski satu, jadi peringatan keras kami berikan kepada seluruh perangkat desa. Itu merupakan hal yang sepatutnya tak dilakukan,” ujarnya.

Dia mengatakan, pihaknya dalam waktu dekat ini bakalan melakukan sidak sidak lainnya terkait pelayanan. Pihaknya tak mau jika sampai ada warga yang hendak memiliki keperluan namun terganggu lantaran kantor desa tertutup. Padahal, waktunya masih jam pelayanan.

Selain itu juga, pihaknya juga membuat pos aduan di kantor kecamatan. Aduan dapat diberikan masyarakat di Undaan jikalau menjumpai kantor desa tutup atau pelayanan yang tidak memuaskan. Aduan tersebut nantinya bakal ditindaklanjuti pihak kecamatan.

Tak hanya itu, dalam tiap apel juga disinggung terkait pelayanan yang diutamakan. Seperti halnya saat apel Senin (9/1/2017), yang mana dalam apel pagi dia juga menghimbau supaya tak ada lagi kasus demikian.

”Ini merupakan pembelajaran bagi kantor desa lainnya. Khususnya di wilayah kecamatan Undaan supaya tidak tutup sebelum waktunya. Perbuatan itu jangan sampai ada lagi dikemudian hari,” ungkapnya.

Editor: Supriyadi

Komentar

komentar



© Copyright 2015 Koran Muria - All Rights Reserved | Redaksi | Pedoman Media Siber DMCA.com Protection Status