Diterbitkan pada: Sen, Jan 9th, 2017

Desak Kepala Sekolah Mundur, Ratusan Siswa SMAN 1 Mlonggo Demo

Reporter:    /  @ 19:40:04  /  9 Januari 2017

Ratusan siswa SMAN 1 Mlonggo menunjukkan hasil penggalangan tanda tangan untuk menuntut kepala sekolah mundur dari jabatannya, Senin (9/1/2016). (KORAN MURIA/EDY SUTRIYONO)

Ratusan siswa SMAN 1 Mlonggo menunjukkan hasil penggalangan tanda tangan untuk menuntut kepala sekolah mundur dari jabatannya, Senin (9/1/2016). (KORAN MURIA/EDY SUTRIYONO)

 

Koran Muria, Jepara – Ratusan siswa SMA N 1 Mlonggo menggelar aksi demonstrasi di halaman sekolah setempat, Senin (9/1/2017). Mereka menuntut kepala SMAN 1 Mlonggo Gunawan Amrillah mundur dari jabatannya.

Itu karena Gunawan atau yang akrab disapa Mr. Bravo dinilai terlalu sewenang wenang dalam menggunakan jabatannya. Mulai dari sering marah-marah tak jelas, berbicara kotor, dan suka memberi sanksi tanpa aturan.

Bahkan, sanksi paling memilukan terjadi pada Jumat (6/1/2017) lalu. Kala itu, lebih dari 50 siswa datang terlambat, yang seharusnya pukul 06.30 WIB sudah masuk, karena ada Program Jumat Bersih.

Akibat keterlambatan tersebut, mereka mendapatkan hukuman berlari, baris berbaris dan bersih-bersih dalam kondisi di bawah guyuran hujan deras. Akibatnya, belasan siswa pingsan karena kedinginan.

Dua di antaranya, bahkan harus dirujuk di RSI Sultan Hadlirin lantaran harus ditangani secara cukup serius. Sebanyak 10 siswa lainnya menjalani perawatan di Puskesmas Mlonggo.

”Kami menuntut ia mundur. Ia sudah seenaknya saja. Terlebih ia juga sering marah-marah, bahkan berbicara kotor saat memarahi muridnya,” kata salah satu siswa yang enggan disebutkan namanya.

Tuntutan tersebut, katanya, dirasa sepadan. Apalagi, sebagai pendidik, ‘Mr Bravo’ dinilai sudah gagal. Hal itu ditunjukkan dengan sikap tak terpuji yang diperlihatkan kepada siswa.

”Ini sudah keterlaluan. Pokoknya kami ingin ia mundur,” tegasnya.

Salah satu siswa kelas XII Kintan mengatakan, permintaan mundurnya kepala sekolah juga diperkuat dengan pembubuhan tanda tangan yang dilakukan siswa. Tulisan tersebut saat ini sudah ditandatangani sebagian besar siswa dari kelas 10 hingga 12.

”Aksi ini bukan berarti kami mendemo guru. Namun dengan aksi ini kami hanya menginginkan perlakuan yang dilakukan oleh kepala sekolah itu bisa dihindari,” ungkapnya.

 

Kepala SMAN 1 Mlonggo Pernah Tendang Siswa Tanpa Sebab

Proses audiensi oleh perwakilan siswa untuk menuntut Kepala SMA N 1 Mlonggo untuk MundurSenin (9/1/2016). (KORAN MURIA/EDY SUTRIYONO)

Proses audiensi oleh perwakilan siswa untuk menuntut Kepala SMA N 1 Mlonggo untuk MundurSenin (9/1/2016). (KORAN MURIA/EDY SUTRIYONO)

Kintan melanjutkan, perlakuan tak terpuji kepala sekolah tersebut bukan kali pertama. Beberapa waktu lalu, ia juga pernah menendang seorang siswa yang kebetulan ditunjuk sebagain Komandan Pleton (Danton) saat upacara.

”Saat itu danton yang memimpin barisan upacara tiba tiba ditendang. Kami juga tak tahu apa alasannya. Padahal tidak ada apa-apa,” ucapnya.

Hal senada juga diungkapkan Yuni, salah satu siswa SMAN 1 Mlonggi. Ia pun mengakui kepala sekolahnya terkenal galak dan suka membawa tongkat komando layaknya panglima TNI.

Tak hanya itu, sang kepala sekolah juga sering kali meminta siswa memanggilnya dengan sebutan Mr Bravo. Sebutan itu diamini dengan penggunaan ‘salam bravo’ tiap kali bertegur sapa. Bahkan, ia mencetak fotonya sendiri dan menulisnya dengan Mr. Bravo’

“Tapi, tulisan Mr. Bravo yang tertempel di papan nama atau atas pintu ruangan kepala sekolah itu sudah dikelupas. Mungkin lantaran ada kasus penghukuman yang mengakibatkan belasan siswa ini pingsan,” kata Yuni.

Sementara itu, salah satu korban pingsan Rafika Dwi Pratiwi mengatakan, kepala sekolah memang lebih mementingkan pendidikan karakter.Hanya, pendidikan karakter yang diterapkan justru terkesan galak dan otoriter.

”Beliau itu sering memberikan ceramah ceramah di kelas. Sehingga mata pelajaran juga agak sedikit terganggu. Memang orangnya begitu,” ujarnya.

Di sisi lain, kepala SMAN 1 Mlonggo Gunawan Amrillah tidak berada di sekolah. Ia diketahui pergi ke luar kota karena ada urusan mendadak.

Terpisah, saat dimintai tanggapannya, Plt. Bupati Jepara Ihwan Sudrajat mengaku akan menyerahkan sepenuhnya kasus tersebut ke Dinas Pendidikan Jawa tengah. Ini mengingat, pengelolaan SMA saat ini berada dalam kuasa provinsi

”Akan tetapi kami juga melaporkan hal itu ke Gubernur. Kemungkinan besar untuk hasil keputusannya diperkirakan satu minggu,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

Komentar

komentar



Berita Terbaru

Tradisi Sowan Kiai Jadi Kunci Sukses Abdul Hadi Pimpin Warga Nahdliyin di Kudus

27 Juni 2017, Komentar Dinonaktifkan pada Tradisi Sowan Kiai Jadi Kunci Sukses Abdul Hadi Pimpin Warga Nahdliyin di Kudus

Mbah Maimoen Zubair, Ulama Kharismatik Gudangnya Ilmu Pengetahuan

26 Juni 2017, Komentar Dinonaktifkan pada Mbah Maimoen Zubair, Ulama Kharismatik Gudangnya Ilmu Pengetahuan

KH Sya’roni Achmadi, Kiai Tanpa Pesantren yang Selalu Dihormati

25 Juni 2017, Komentar Dinonaktifkan pada KH Sya’roni Achmadi, Kiai Tanpa Pesantren yang Selalu Dihormati

Ustaz Mushofa, Imam Termuda di Muda Masjid Agung Baitunnur Pati

24 Juni 2017, Komentar Dinonaktifkan pada Ustaz Mushofa, Imam Termuda di Muda Masjid Agung Baitunnur Pati

Kelola Tingkat Stres, Sakit Kepala Bakal Kabur

23 Juni 2017, Komentar Dinonaktifkan pada Kelola Tingkat Stres, Sakit Kepala Bakal Kabur
© Copyright 2015 Koran Muria - All Rights Reserved | Redaksi | Pedoman Media Siber DMCA.com Protection Status