Diterbitkan pada: Sel, Jan 10th, 2017

Taman Lampion Kudus Hanya Dibuka Tiga Malam dalam Sepekan, Ini Jadwalnya

Reporter:    /  @ 15:30:59  /  10 Januari 2017

 Sejumlah pengunjung mengobati rasa penasarannya akan Taman Lampion, Selasa (10/1/2017) siang. (KORAN MURIA/FAISOL HADI)

Sejumlah pengunjung mengobati rasa penasarannya akan Taman Lampion, Selasa (10/1/2017) siang. (KORAN MURIA/FAISOL HADI)

 

Koran Muria, Kudus – Ikon baru pariwisata di Kabupaten Kudus, Taman Lampion, ternyata tak bisa dinikmati setiap malam. Taman yang berada di Taman Krida dan menghabiskan dana hingga Rp 2,5 miliar itu ternyata hanya bisa dinikmati tiga malam.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kudus Yuli Kasianto menyebutkan, tiga malam tersebut adalah malam Sabtu, malam Minggu, dan malam Senin.

”Jadwal tersebut supaya masyarakat Kudus tidak bosan. Selain itu juga pada malam tersebut merupakan malam paling ramai,” katanya kepada Koran Muria, Selasa (10/1/2017)

Selain itu, pihak dinas juga melakukan pembatasan jam buka. Yakni mulai pukul 17.00 WIB hingga Jam 22.00 WIB. Pembatasan tersebut merupakan evaluasi dari dinas untuk menjaga taman lampion tetap berada dihati masyarakat.

”Sebelumnya, rencana awal malah hanya buka dua hari saja. Yakni malam Sabtu dan malam Minggu. Namun karena tingginya animo masyarakat, maka taman lampion dibuka juga pada malam Senin,” ujarnya.

Ia menjelaskan, penikmat Taman Lampion saat ini memang dari segala umur. Namun, yang paling banyak masih didominasi kalangan pemuda dan pelajar. ”Jika sampai sepekan penuh, maka dikhawatirkan dapat mengganggu sekolah,” ujarnya

BACA JUGA: Januari 2017, Taman Lampion Kudus Senilai Rp 2,5 Miliar Bisa Dinikmati Umum

 

Dinas Dapatkan Rp 30 Juta dalam Tiga Malam saat Uji Coba

Salah seorang pengunjung berfoto di Taman Lampion Kudus, , Selasa (10/1/2017) siang. (KORAN MURIA/FAISOL HADI)

Salah seorang pengunjung berfoto di Taman Lampion Kudus, , Selasa (10/1/2017) siang. (KORAN MURIA/FAISOL HADI)

 

Keberadaan Taman Lampion sendiri berhasil mengundang banyak masyarakat. Terlebih kalangan muda-mudi yang penasaran dengan taman. Terbukti, dalam akhir tahun lalu saat uji coba, dinas mampu memperoleh pemasukkan hingga berlipat ganda.

”Dulu dicoba hingga tiga hari buka, tiga hari itu kami mendapatkan pemasukan hingga Rp 30 juta. Itu juga yang menambah pemasukan PAD,” ungkap dia.

Untuk kini, pihaknya juga mengutamanakan perawatan Taman Lampion bisa terjaga. Jika pengunjung makin banyak, jelas potensi kerusakan juga meningkat. Hal itulah yang mendasari perawatan wisata malam itu.

”Kami menyiapkan petugas yang keliling tiap malam. Petugas itulah yang memantau kawasan taman agar tetap apik dan rapi supaya dapat awet,” ungkapnya.

Selain itu, dia juga mengalokasi biaya dalam penambahan CCTV di Taman Lampion. Rencananya, CCTV akan dipasang di sejumlah titik pada taman lampion. Dengan CCTV itu dapat membantu memantau pengunjung taman.

Tidak hanya itu, juga ada penambahan lampu penerangan. Hanya lampu penerangan tidak diarahkan ke arah taman karena khawatir mengganggu keindahan taman lampion.

Editor: Supriyadi

 

Komentar

komentar

© Copyright 2015 Koran Muria - All Rights Reserved | Redaksi | Pedoman Media Siber DMCA.com Protection Status